Tips Agar Rumah Tangga tetap Harmonis meskipun LDR
Penulis Cang Karna | Ditayangkan 30 Jan 2017Menjalani rumah tangga jarak jauh memang tak mudah bagi sebagian pasangan. Terlebih lagi jika sudah hadir seorang anak dalam kehidupan mereka. Ada banyak persoalan tak terduga yang sering muncul dalam rumah tangga. Masalah yang dihadapi pasangan jarak jauh seperti ini sebaiknya diposisikan sebagai ujian yang harus cepat terselesaikan agar tidak berlarut-larut. Ujian rumah tangga yang dijalani dengan kesabaran dan supportifitas satu sama lain nantinya akan menambah keharmonisan dan kualitas rumah tangga tersebut.
Akan tetapi sering terjadi masalah yang akan timbul pada pasangan jarak jauh berubah menjadi prahara yang berakhir pada perpisahan. Hal ini lebih dikarenakan ketidaksiapan mereka menjalani hubungan jarak jauh, serta kurangnya sikap saling memahami satu sama lain. Mereka cenderung menggunakan ego masing-masing untuk memenangkan pembenaran atas masalah yang terjadi. Beberapa masalah yang sering memicu pertengkaran pada pasangan jarak jauh biasanya berhubungan dengan beberapa hal berikut.
1.Cemburu
Setiap wanita selalu mengedepankan rasa daripada akal. Ketika mendengar kabar yang tidak baik mengenai suaminya, kebanyakan wanita lebih cepat menggunakan prasangka buruk.Wanita juga sering bersikap cemburu pada keluarga atau teman-teman suaminya hanya karena ketidakadilan.
Rumah tangga jarak jauh juga akan menyita perhatian suami pada keluarganya. Oleh karena itulah sebagai istri kita harus bijak untuk tidak selalu menuntut suami memberikan perhatian lebih yang akan membuatnya tidak konsentrasi pada pekerjaannya. Percayalah bahwa dibalik kesibukannya di tempatnya yang jauh itu suami akan selalu meluangkan waktu memberikan waktu dan perhatiannya kepada kita.
2.Nafkah
Meskipun seorang wanita sudah memiliki pekerjaan yang membuatnya tidak tergantung pada suami, tetapi suami masih wajib memberikan nafkah kepada istri dan anaknya. Jika penghasilan yang diberikan suami masih dirasa kurang, tidak ada salahnya kita membantu suami dengan berbisnis rumahan. Tentunya dengan berbagai pertimbangan yang matang sebelumnya dan dengan izin suami.
3.Urusan anak
Jika pasangan telah dikaruniai keturunan, peran mengasuh anak sepenuhnya akan diserahkan kepada istri. Sementara suami akan berkonsentrasi pada urusan eksternal rumah tangga yaitu mencari nafkah.
Kewajiban memimpin anak secara langsung memang ada ditangan istri, sedangkan pencarian nafkah ada pada suami. Akan tetapi suami yang bijak adalah suami yang tidak memberatkan istrinya dengan tanggung jawab sebagai baby sitter sementara ia lepas tangan dan tidak mempedulikan urusan anak serta istrinya.
Untuk mengatasi hal tersebut, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan komunikasi yang efektif antara pasangan. Jika setiap pasangan membuat daftar masalah dalam rumah tangga jarak jauhnya, kita pasti akan menemukan ribuan daftar masalah yang pada akhirnya menimbulkan rasa takut untuk menjalaninya. Namun tidak ada masalah yang hadir tanpa paket solusinya. Beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi masalah yang timbul dalam rumah tangga jarak jauh di antaranya:
1.Meneguhkan komitmen berumah tangga
Ketika dua orang manusia berjanji pada Tuhan dan dirinya untuk menjalani hidup berumah tangga, maka selanjutnya mereka harus yakin akan komitmen tersebut dan bertanggung jawab bersama atas setiap persoalan yang muncul. Dengan berpegang kepada komitmen tersebut, setiap pasangan jarak jauh akan menjaga keharmonisan rumah tangganya dan tidak akan membiarkan masalah apapun menjadi pemicu keretakan.
2.Menumbuhkan kepercyaan
Sikap percaya disini tidak hanya dimaksudkan agar suami atau istri selalu berusaha percaya kepada pasangannya. Melainkan bahwa pasangan lainnya juga harus menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. Jangan sampai salah satu pihak dituntut untuk percaya kepada pasangannya sementara pihak lainnya mengkhianati kepercayaan tersebut, atau juga sebaliknya.
3.Memelihara komunikasi
Sebaiknya pasangan jarak jauh selalu menjaga komunikasi dalam keadaan apapun agar tidak terputus. Hal itu dikarenakan komunikasi yang intensif adalah jembatan penghubung bagi mereka. Jika muncul masalah baru dalam rumah tangga, sebaiknya segera dikomunikasikan dengan menggunakan prinsip bahwa semua permasalahan harus segera diselesaikan. Tetapi jangan selalu membesar-besarkan masalah kecil atau justru memperkecil masalah besar.
Meskipun demikian, tidak harus selalu menunggu munculnya konflik untuk mengintensifkan komunikasi. Pembicaraan mengenai hal-hal kecil seperti menanyakan kabar, atau sekedar ingin mendengar suara pasangannya melalui telepon juga penting untuk dilakukan demi menjaga kelanggengan dan keutuhan rumah tangga jarak jauh.