Antraks Jadi Perhatian Utama, Daging Masih Tetap Bisa Dikonsumsi Kok!

Penulis Unknown | Ditayangkan 25 Jan 2017

Antraks Jadi Perhatian Utama, Daging Masih Tetap Bisa Dikonsumsi Kok!

Di zaman urban seperti ini, sudah tak asing lagi jika mengetahui berbagai jenis olahan daging yang lezat dan pastinya penuh dengan kandungan gizi. Para ahli pun menyarankan untuk mengonsumsi daging perhari untuk mencukupi kebutuhan tubuh akan protein hewani dan gizi yang ada. Memang jika dibandingkan dengan daging ayam atau ikan, daging lebih digemari dan harganya yang cukup mahal membuatnya menjadi makanan istimewa.

Baca juga : Banyak yang Malu, Normalkah Berkeringat pada Malam Hari? Simak Disini!

Namun beberapa waktu lalu, karena sebuah penyakit yang menyerang hewan ternak, membuat beberapa orang enggan untuk menikmati daging. Informasi mengenai seorang anak  di Sleman, Yogyakarta, yang meninggal karena antraks meningitis menyebar luas di media sosial. Hal itu menimbulkan kekhawatiran, bahkan muncul anjuran untuk menghindari daging.

Penyakit antraks disebabkan oleh Bacillus anthracis yang menyerang sapi, kambing, dan domba. Manusia bisa terkena antraks jika ada kontak dengan hewan sakit melalui kulit yang luka, memakan produk hewan yang tercemar bakteri, atau menghirup udara di lingkungan peternakan yang sedang terjadi wabah antraks.

Walau demikian, masyarakat dihimbau tidak panik berlebihan terkait isu antraks. Konsumsi daging juga dinyatakan aman, asalkan dibersihkan dan dimasak matang.

Tim Respon Cepat Waspada Antraks Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada mengeluarkan edaran menanggapi informasi yang beredar tentang penyakit antraks. Berikut beberapa poin terkait konsumsi daging dan pencegahan antraks.

Antraks Jadi Perhatian Utama, Daging Masih Tetap Bisa Dikonsumsi Kok!

Baca juga : Ingin Untung Maksimal, Pedagang Ikan Tuna Tega Lakukan Cara Ini, Waspadai Mulai Sekarang!

1. Untuk menghindari antraks, disarankan agar tidak memotong dan mengonsumsi daging hewan yang sakit.

2. Belilah daging dari rumah pemotongan hewan bersertifikat.

3. Tidak membeli dan mengonsumsi daging hewan pemamah biak (sapi, kambing, kerbau, atau kuda), yang berwarna gelap dan berlendir.

4. Masak daging dengan sempurna hingga matang, dengan suhu di atas 100 derajat Celcius selama waktu 5-10 menit.

5. Gunakan sarung tangan plastik atau karet dan masker ada saat mengolah daging.

Laporkan segera ke posko kesehatan hewan apabila ada hewan peliharaan yang sakit, dan juga segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami luka di kulit setelah kontak dengan hewan yang sakit. Keep healthy guys!
SHARE ARTIKEL