Usai Aksi 412, Kader Partai Golkar Malah Ribut
Penulis Dzikir Pikir | Ditayangkan 05 Dec 2016
Aksi 412 digadang sebagai aksi tandingan aksi Bela Islam Jilid 3 atau yang sering disebut dengan aksi 212. Namun bukanya disoroti karena hal-hal positif seperti yang terjadi pada aksi 212, aksi 412 malah banyak disoroti tentang pemberitaan negatif.
Baca Juga: Peserta Aksi 412 Mengaku Dijanjikan Imbalan
Seperti yang terjadi dalam internal partai Golkar ini. Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi terlibat keributan dengan Ketua DPP Golkar bidang pemuda dan olahraga, Fahd El Fout A Rafiq. Akibat keributan setelah Parade Bhinneka Tunggal Ika atau yang disebut dengan aksi 212 ini, Fayakhun yang merasa dikeroyok melaporkan Fahd ke polisi.
"Betul ada laporan tersebut. Baru tadi siang melaporkan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono dikutip dari detikcom, Minggu (4/12/2016).
Argo tidak membeberkan lebih jauh laporan ini. Berdasarkan salinan surat laporan polisi yang diperoleh detikcom, laporan itu tertuang dalam surat laporan Nomor: LP/5948/XII/2016/PMJ/Dit Reskrimsus.

Foto detikcom
Baca Juga : Peserta Aksi 212 Jutaan Muslim, Aksi 412 Dibilang Tandingan
Fahd dilaporkan atas dugaan pengeroyokan dan penganiayaan yang terjadi Fointain Cafe Grand Hyatt Hotel Jakarta Pusat, Minggu (4/12). Dalam laporannya, Fayakhun menyebut dirinya mengalami gangguan telinga kiri dan luka pada sekitar mata kiri.
Dilansir detikcom, Korbid Polhukam DPP Golkar Yorrys Raweyai mengaku sempat mendengar keributan saat jajaran pengurus Golkar, NasDem, dan sejumpah panitia beristirahat sejenak di Fountain Lounge Hotel Grand Hyatt, Jakarta, usai Parade Bhinneka Tunggal Ika.
Yorrys yang duduk agak berjauhan mengaku mendengar keributan sesama kader Golkar. Yorrys pun sempat menegur agar keributan disudahi. Yorrys mengaku tak paham persis apa penyebab keributan tersebut.
"Setelah parade kan kita mau makan di Grand Hyatt ternyata tempatnya belum buka. Jadi ya kita duduk-duduk di Fountain. Terus ada yang ribut-ribut mulut. Saya tak paham apakah itu antara mereka (Fayakhun dan Fahd), karena kan banyak orang. Saya bilang janga ribut-ribut malu ini kan hotel. Terus setelah itu tenang dan selesai," kata Yorrys yang mengaku tak tahu menahu kalau persoalan itu berujung ke laporan polisi.
Fayakhun sendiri saat dikonfirmasi detikcom tidak mengangkat telepon. Lalu apa ujung keributan dua kader muda Golkar ini? Berakhir islah atau berujung ke pengadilan?