Selain Tak Ramah Lingkungan, Ini Bahaya Pakai Kantong Kresek Untuk Wadah Makanan

Penulis Dzikir Pikir | Ditayangkan 21 Jul 2016

Selain Tak Ramah Lingkungan, Ini Bahaya Pakai Kantong Kresek Untuk Wadah Makanan
Kebiasaan menggunakan kresek saat beli makanan
Ketika membeli makanan biasanya pembungkus yang digunakan oleh penjual atau pelayan toko adalah kantong kresek. Namanya kantong kresek biasanya ada banyak warna seperti hitam, putih, biru atau merah. Kepraktisan dan biayanya yang murah dianggap sebagai pilihan untuk wadah makanan. Untuk barang yang bukan jenis makanan, kantong kresek tidak menjadi masalah, yang berbahaya justru jika digunakan sebagai wadah makanan.

Kantong kresek dibuat dari bahan atau limbah yang diproses dan didaur ulang. Bahannya bisa diperoleh dari mana pun. Banyak industri pengolahan plastik yang mengolah produknya dari limbah atau sampah daur ulang dari bahan bebas tanpa seleksi standar. Apakah itu limbah logam, bahan pestisida, zat kimia atau yang lain? Berikut ini bahaya memakai kantong kresek untuk wadah makanan.

Bahaya Kantong Kresek untuk Wadah Makanan
Di dalam kantong kresek terdapat bahan atau zat kimia yang berbahaya jika tercampur atau menempel pada makanan. Pada makanan dan minuman yang masih panas atau hangat mudah sekali kandungan zat dalam plastik berpindah pada makanan dan minuman tersebut.

Kantong kresek adalah plastik dari bahan daur ulang yang tidak diketahui asal muasal bahannya. Biasanya para produsen plastik tidak peduli dengan bahan yang digunakan. Asal bisa dibuat menjadi plastik selesailah urusan. Bahan yang ada di dalamnya sangat beresiko. Kehigienisannya juga diragukan.

Jika bahan dari kantong kresek tercampur dengan makanan dan dikonsumsi maka resiko kesehatan seperti terkontaminasi zat-zat kimia yang berbahaya, memicu penyakit kanker, gangguan ginjal, gangguan sistem syaraf, gangguan sistem endokrin, pembengkakan liver, hepatitis, dan penyakit-penyakit lainnya akan menghinggapi tubuh. Bahaya kesehatannya sangat mematikan dalam jangka panjang.

Baca Juga : Kuatkan Tulang Lutut, Hanya Dengan Minuman Alami Ini!

Kandungan bahan zat adiktif, dioksidan, dan zat beracun dalam kantong kresek bisa merusak sistem dan organ tubuh jika terjadi penumpukan atau akumulasi zat tersebut. Zat-zat tersebut juga bisa memicu munculnya sel-sel kanker dan penyakit lainnya. Jika plastik kresek tersebut dibakar dan terhirup maka akan menyebabkan gangguan pernafasan dan gangguan penyakit. Bahkan bisa menurunkan sistem imunitas (kekebalan tubuh).

Pemerintah sebenarnya telah melarang penggunaan kantong kresek untuk wadah atau pembungkus makanan. Bagi lingkungan pun kantong kresek dikenal tidak ramah karena sulit terurai oleh unsur tanah. Sering disaksikan sampah-sampah plastik (kantong kresek hitam) yang bertebaran di tempat sampah atau tanah yang masih utuh meskipun sobek. Plastik juga tidak tahan terhadap suhu panas.

Bilapun ada makanan berkemasan dari bahan plastik, harusnya memenuhi syarat berikut ini.

Jenis Bahan Plastik untuk Kemasan Makanan dan Minuman
Pertama, plastik jenis high density polyethylene (HDPE). Plastik ini sering digunakan sebagai bahan pembuatan botol jus, susu, galon, dan sebagainya. Plastik ini sangat aman jika dipakai dan tahan lama serta mampu mencegah munculnya reaksi kimia.

Kedua, low density polyethylene (LDPE). Biasa digunakan sebagai tempat makanan dan botol yang lembut (lembek). Tetap aman digunakan sebagai pembungkus makanan karena bahan di dalamnya sukar menimbulkan reaksi kimia saat bersentuhan dengan makanan.

Ketiga, polyvinyl chloride (PVC). Plastik berbahan ini sulit didaur ulang. Bahannya cukup kuat dan tahan lama. Biasanya digunakan sebagai bahan untuk pelapis luar kabel, pipa, dan botol. Namun bahan ini jika digunakan sebagai bahan kantong kresek sangat berbahaya jika terkena atau mengenai makanan yang berminyak atau makanan panas. Bisa menimbulkan gangguna pada hati dan ginjal.

Keempat, polyethylene terephalate. Sering dipakai untuk minuman. Kemasannya biasa berwarna jernih dan transparan. Digunakan sebagai botol minuman. Plastik kemasan ini hanya baik jika digunakan sekali saja. Tidak dianjurkan menggunakannya terlalu sering karena polimer yang melapisinya dapat mengeluarkan zat seperi karsinogenik yang bisa memicu kanker. Lapisan polimer juga mudah meleleh.

Kelima, polystyrene. Bahan ini sering dipakai sebagai tempat minum, tempat kaset, tempat makan, dan tempat telur. Sifat bahan ini hanya sekali pakai. Jika digunakan sebagai pembungkus makanan panas atau berminyak bisa menimbulkan bahaya pada sistem reproduksi dan sistem syaraf.

Baca Juga : Rambut Anda Rontok? Ini Cara Mengatasi Mulai dari Yang Paling Mudah .

Keenam, plypropylene. Nah, bahan plastik jenis ini sangat cocok sebagai kemasan makanan atau minuman. Sulit terjadi reaksi kimia di dalamnya jika bercampur atau ditempatkan makanan atau minuman apa pun. Bahan ini bisa digunakan sebagai botol minum bayi, tempat obat, dan lain-lain.

Sebaiknya hindari menggunakan kantong kresek sebagai wadah makanan. Jika tidak ingin repot, gunakan wadah aman yang dibawa dari rumah. Harus selektif pula dalam menggunakan pembungkus makanan.
SHARE ARTIKEL