Ini Dampak Buruk Mendidik Anak Dengan Pola Asuh Mengancam!

Penulis Dzikir Pikir | Ditayangkan 12 Jul 2016

Ini Dampak Buruk Mendidik Anak Dengan Pola Asuh Mengancam!
Bahaya pola asuh dengan mengancam
Memang terkadang banyak orangtua yang kurang bersabar melihat anaknya yang membandel. Dua hal yang bakal terjadi jika anak tak mendengar nasehat orangtua, yaitu memarahi dengan mengancam dan lebih parah lagi dengan kekerasan. Mungkin ini beberapa wujud ancaman yang sering terlontar dari mulut orangtua kepada anaknya,

“Awas ya kalau makanannya tidak habis, nanti mama cubit!”

“Kalau kamu malas belajar nanti papa bawa ke dokter biar kamu disuntik!”


Ancaman-ancaman seperti itu sebaiknya dihindari oleh para orang tua. Pola asuh dengan cara mengancam hanya akan memberikan dampak yang buruk bagi pertumbuhan anak. Anak adalah makhluk yang sangat pandai dalam mempelajari pola asuh yang diterapkan oleh orang tuanya. Anak bisa membelokkan atau bahkan mengendalikan pola itu. Mengancam kerap dilakukan oleh orang tua agar anaknya patuh. Padahal, masih banyak cara yang bisa diterapkan tanpa harus mengancam dan menakut-nakuti anak.

Baca Juga : Anak Usia 4 Tahun Seharusnya Sudah Bisa Lakukan Hal Hal Ini.

Berikut hal-hal yang bisa anda lakukan:

Buat Aturan Agar Anak Tahu Apa Saja yang Menjadi Kewajibannya dan Konsekuensi Apabila Ia Tidak Mau Melakukannya

Anda bisa membuat aturan yang berisi mengenai apa saja tugas dan kewajiban anak. Anda juga harus menjelaskan apa akibatnya apabila ia melanggarnya. Jelaskan pada anak apabila ia mau menaati aturan itu maka akan mendapatkan hasil yang baik, misalnya ketika ia mau membereskan dan mengembalikan semua mainannya ke tempat semula maka ia akan mudah menemukan mainannya ketika ingin digunakan keesokan harinya.

Memberikan Penjelasan Apabila Anak Berbuat Salah Adalah Cara yang Lebih Baik Dibandingkan Mengancamnya

Ketika anak berbuat salah dan tidak mau menuruti ucapan anda, sebaiknya berikan mereka penjelasan mengenai hal itu agar ia tidak mengulanginya lagi. Jelaskan padanya secara baik-baik tanpa harus marah.

Perbaiki Sikap Anda dan Gunakan Bahasa yang Lebih Baik Ketika Sedang Berhadapan dengan Anak

Mulai sekarang anda sebaiknya bisa memperbaiki sikap ketika menghadapi anak. Bersikaplah lebih bijaksana, sopan, dan tidak perlu marah. Dengan begitu, anda akan menjadi contoh sekaligus teladan bagi anak. Selain itu, ucapkan kata-kata yang tidak kasar ketika sedang berbicara pada anak.

Baca Juga : Ternyata Sangat Mudah, Mengobati Penyakit Amandel Tanpa Operasi

Fokus pada Tingkah Laku Positif Anak Dibandingkan Selalu Menyoroti Kesalahannya

Selalu mengancam anak bukan berarti ia akan langsung patuh pada anda. Dibandingkan selalu mengancam anak, anda lebih baik focus pada perilaku positifnya. Berikan respon yang baik dan juga pujian ketika mereka melakukan hal yang positif.

Ingat, mengancam anak hanya akan menjadikannya tumbuh menjadi penakut, tidak percaya diri, dan juga tidak mandiri. Jadi bila anda saat ini menjadi salah satu orangtua yang mempunyai pola asuh anak dengan mengancam, maka rubahlah pola asuh anda.
SHARE ARTIKEL