Status Facebook 2015 Pria Ini Ramal Peristiwa Kematian Muhamad Ali dan Calon Presiden Perempuan Amerika Hingga Pembantaian Komunitas Gay

Penulis Penulis | Ditayangkan 17 Jun 2016
Status Facebook 2015 Pria Ini Ramal Peristiwa Kematian Muhamad Ali dan Calon Presiden Perempuan Amerika Hingga Pembantaian Komunitas Gay

Sebuah postingan Facebook yang memuat ramalan sejumlah insiden penting di tahun 2016 menyebar di dunia maya dan memicu kehebohan. Si pembuat postingan, dalam postingannya, meramalkan kematian musisi Prince, petinju Muhammad Ali, serta peristiwa pembantaian klub gay di Orlando.

Di lansir dari media.suara.com Postingan bertanggal 27 Desember 2015 itu dibuat oleh seorang pengguna Facebook bernama Pablo Reyes. Selain menuliskan sejumlah prediksi peristiwa yang bakal terjadi pada tahun 2016, Pablo juga menyebut "kalian akan mengingat nama saya".

Pablo juga meramalkan bahwa Hillary Clinton, kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat, akan menjadi presiden perempuan AS pertama. Disinggung pula soal kematian seekor gorila yang bakal menghebohkan masyakarat.

"Sebut saja saya gila namun pada tahun 2016, Hillary Clinton akan menjadi presiden perempuan pertama (AS), dunia akan dihebohkan dengan kematian seekor gorila, Prince akan meninggal, Muhammad Ali akan meninggal, Kimbo Slice akan meninggal, Donald Trump akan meninggal. Amerika Serikat akan mengalami kasus penembakan massal terbesar... Saya tidak bermaksud menakuti siapapun, namun kalian akan mengingat nama saya," tulis Pablo di postingan tersebut.

Status Facebook 2015 Pria Ini Ramal Peristiwa Kematian Muhamad Ali dan Calon Presiden Perempuan Amerika Hingga Pembantaian Komunitas Gay

Postingannya mendapat lebih dari 174.000 reaksi (komentar dan like), serta dibagikan lebih dari 229.000 kali.

Namun, banyak orang yang tertipu dan menganggap Pablo benar-benar bisa meramal. Mereka tidak menyadari bahwa ternyata Pablo hanya mengedit sebuah postingan lama dan mengisinya dengan insiden-insiden yang sudah terjadi, membuatnya seolah-olah amat handal meramal masa depan.

Banyak yang memuji kehebatan Pablo. Namun, banyak juga yang tidak gampang tertipu dan langsung menyebut semua hanyalah "hoax".

Setelah postingannya menyebar, Pablo pun mengakui bahwa itu memang "hoax". Tujuannya, Pablo ingin memancing orang-orang yang mudah tertipu untuk menyebarkannya.

"Ini hanyalah hoax. Tipu-tipu... Tujuan saya adalah supaya postingan ini disebar oleh para idiot yang mempercayai segala sesuatu yang mereka lihat di dunia maya. Saya tidak terkejut pada seberapa banyak postingan saya dibagikan, ini bukan hoax pertama yang saya buat," kata Pablo.

Dalam wawancara dengan Buzzfeed, Pablo membuat postingan itu sebagai pelajaran agar orang-orang tak langsung percaya dengan apapun yang mereka baca di Facebook.

"Saya merasa orang-orang - Saya tidak ingin menyebut mereka bodoh - namun saya berpikir, adalah suatu kebebasan bagi orang-orang untuk membuat keputusan terhadap apa yang mereka dengar dan apa yang dikatakan kepada mereka, " kata Pablo.

Usut punya usut, Pablo ternyata sudah berpengalaman membuat berita "hoax". Pablo pernah bekerja untuk situs Huzlers, sebuah situs populer berisi berita-berita bohong. (Asia One)

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb