Tuntunan dan Ketentuan Membayar Zakat Fitrah

 31 May 2016  Unknown
Pengertian zakat terbagi atas dua yaitu pengertian zakat menurut bahasa dan pengertian zakat menurut istilah. Pengertian zakat menurut bahasa adalah membersihkan diri atau mensucikan diri. Sedangkan pengertian zakat menurut istilah adalah ukuran harta tertentu yang wajib dikeluarkan kepada orang yang membutuhkan atau yang berhak menerima dengan beberapa syarat sesuai dengan syariat islam.

Sedangkan Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan umat Islam baik laki-laki, perempuan, besar atau kecil, merdeka atau budak, tua dan muda, pada awal bulan ramadhan sampai menjelang idul fitri. Zakat fitrah dikeluarkan berupa makanan pokok  yang dibayarkan sebanyak 3,2 liter, atau 2,5 kg. Tujuan zakat fitrah adalah untuk membersihkan jiwa atau menyucikan diri dari dosa-dosanya dan memberikan makan bagi fakir miskin.

Tuntunan dan Ketentuan Membayar Zakat Fitrah
Tuntunan dan Ketentuan Membayar Zakat Fitrah

BACA JUGA : Ketentuan dan Tata Cara Membayar Fidyah Bagi yang Meninggalkan Puasa Ramadhan Karena Udzur Tertentu

Hukum Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah adalah salah satu kewajiban yang ditetapkan Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam ketika selesai melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan.

Berkata sahabat Abdullah bin Umar –Radhiallahu ‘Anhuma: “Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam mewajibkan zakat fitrah dari bulan Ramadhan atas hamba sahaya, orang merdeka, laki-laki, perempuan, anak kecil dan orang dewasa diantara kaum muslimin.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jenis dan Kadar yang Dikeluarkan

Zakat fitrah adalah mengeluarkan satu shaa’ (sekitar 2,5 kg) makanan pokok manusia. Berkata sahabat Abu Sa’id Al-Khudri –Radhiallahu ‘Anhu: “Kami mengeluarkan pada hari raya iedul fitri pada masa Nabi –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam satu shaa’ daripada makanan. Dan makanan kami saat itu adalah gandum sya’ir, anggur kering (kismis), susu yang dikeringkan dan kurma.” (HR. Bukhari).

Selain Makanan Pokok Tidak Sah

Tidak sah mengeluarkannya dalam bentuk nilai makanan seperti: uang, pakaian, makanan pokok binatang dan barang-barang lainnya karena hal ini menyalahi perintah Nabi –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, beliau bersabda: “Barangsiapa menciptakan hal-hal baru dalam urusan kami ini (dalam urusan agama dan syari’at) apa yang bukan (berasal) darinya, maka ia tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat Muslim: “Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang tidak atas dasar urusan kami, maka ia (amalan tersebut) tertolak.”

Yang Wajib Mengeluarkan Zakat Fitrah

Yang wajib mengeluarkan zakat fitrah adalah orang yang mempunyai kelebihan dari nafkah kebutuhannya untuk hari ied dan malamnya.

Seseorang wajib mengeluarkannya untuk dirinya sendiri dan untuk orang-orang yang berada dalam tanggungannya seperti isteri dan kerabat jika mereka tidak mampu mengeluarkannya untuk diri mereka sendiri, namun jika mereka mampu maka yang lebih afdhal adalah mereka mengeluarkannya sendiri.

Syarat-Syarat Wajib Membayar Zakat Fitrah 

- Orang Islam. sedangkan bagi orang yang bukan islam tidak diwajibkan

- Membayar zakat fitrah dilaksanakan setelah terbenamnya matahari dari bulan ramadhan sampai akhir bulan ramadan.

- Memiliki harta yang berlebih dengan ketentuan kelebihan harta untuk dirinya sendiri dan untuk keluarganya. Sedangkan bagi yang kekurangan tidak diwajibkan untuk membayar zakat fitrah.

Rukun-Rukun Zakat Fitrah

- Niat untuk menunaikan zakat fitrah dengan ikhlas semata-mata karena Allah SWT

- Terdapat pemberi zakat fitrah atau musakki

- Terdapat penerima zakat fitrah atau mustahik

- Terdapat makanan pokok yang dizakatkan

- Besar zakat fitrah yang dikeluarkan sesuai agama islam

Waktu Mengeluarkan dan Hikmahnya

Zakat fitrah wajib dikeluarkan sebelum shalat ied dan yang afdhal mengeluarkannya pada hari ied sebelum melaksanakan shalat ied. Diperbolehkan mengeluarkannya pada satu atau dua hari sebelum ied sebagaimana dilakukan oleh Ibnu Umar –Radhiallahu ‘Anhuma. Tidak sah apabila dikeluarkan setelah shalat ied berdasarkan hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas –Radhiallahu ‘Anhuma, bahwasanya Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perkataan yang tidak berguna dan kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Maka barangsiapa yang mengeluarkannya sebelum shalat (ied), ia menjadi zakat yang diterima dan barangsiapa yang mengeluarkannya setelah shalat (ied), ia menjadi sedekah biasa.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dll dengan sanad sahih).

Yang Berhak Menerima Zakat Fitrah

Yang berhak menerima zakat fitrah adalah fakir miskin saja dan bukan delapan golongan sebagaimana zakat-zakat lainnya berdasarkan hadits diatas, “Sebagai makanan bagi orang-orang miskin”.

Boleh diberikan beberapa zakat fitrah kepada seorang miskin dan boleh pula zakat fitrah yang diterimanya dipergunakan untuk membayarkan zakat fitrahnya sendiri dan orang-orang yang dalam tanggungannya.

Masalah

Waktu wajibnya zakat fitrah adalah terbenamnya matahai malam ied karena saat itu adalah waktu seseorang berbuka dan selesai (tuntas) mengerjakan ibadah puasa bulan Ramadhan. Oleh sebab itu:

– Apabila seseorang meninggal dunia sebelum matahari terbenam malam ied maka tidak diwajibkan atasnya zakat fitrah.

– Jika seseorang meninggal dunia setelah matahari terbenam malam ied maka wajib atasnya zakat fitrah.

– Jika bayi lahir setelah matahari terbenam malam ied maka tidak wajib atasnya zakat fitrah.

– Jika bayi lahir sebelum matahari terbenam malam ied maka wajib atasnya zakat fitrah.

BACA JUGA : Peringatan Bagi Orang yang Enggan Berpuasa atau Dengan Sengaja Membatalkan Puasanya

Akibat Tidak Mengeluarkan/Membayar Zakat Fitrah

• Bagi orang yang bercukupun lantas tidak membayar zakat fitrah atau fitri akan menerima berbagia akibat antara lain sebagai berikut...

• Berdosa karena zakat fitrah wajib dilakukan bagi orang yang bercukupan

• Puasa yang dikerjakan kurang sempurna

• Menjadi orang yang kupur nikmat

• Seperti memakan hak orang lain

• Terbentuk sifat kikir (bakhil) dan egois.

• Rezeki akan sempit

Rujukan

– “Majalis Syahr Ramadhan” Karya Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin.

– “Fhushul fi Ash-Shiyam wa At-Tarawih wa Az-Zakah” Karya Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin.

– “Shifat Shoum Nabi Fi Ramadhan” Karya Salim bin Ied Al-Hilali dan Ali Hasan Ali Abdul Hamid.

– “Zaadul Ma’aad” Karya Ibnul Qayyim.

– “Bulughul Maraam” Karya Ibnu Hajar, dll.