Racun Ikan Buntal Tewaskan 4 Orang Anak Di Malang

 08 May 2016  Penulis
Empat anak di Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, meninggal setelah memakan ikan buntal. Ikan itu mereka tangkap di Pantai Licin, Desa Lebak, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

Racun Ikan Buntal Tewaskan 4 Orang Anak Di Malang

Indrayudi, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr Haryoto, mengatakan ikan buntal memang memiliki kandungan racun yang sangat kuat. Sebab, ikan ini memang berbeda dengan ikan-ikan pada umumnya. "Bila ikan lain membuang bakteri atau racun dari dalam tubuhnya, ikan buntal menyimpan bakteri di limpa, tempat telur, dan empedu," ucapnya.

Menurut Indrayudi, tetrodotoxin dalam ikan buntal yang antidotum saat ini belum ada. "Belum ada penangkal atau penawarnya," ujar Indrayudi.

Karena itu, paramedis di RSUD dr Haryoto kaget ketika mengetahui empat bocah yang dibawa ke rumah sakit tersebut telah mengkonsumsi ikan buntal. "Racun dalam ikan buntal sangat kuat, sianida kalah, bisa 20 kali sianida," tutur Indrayudi. Orang yang terkontaminasi racun ikan buntal akan muntah, mencret, serta mengalami disfungsi otot napas.

"Ini berpengaruh pada organ pernapasan yang terganggu. Artinya, ada gagal napas dan gagal jantung karena, selain menyerang otot pernapasan, otot jantung terserang," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tujuh orang keracunan ikan buntal. Mereka adalah Choirul Zikin, 13 tahun, Dani Sukmana (11), Edi Eka Pratama (16), Angga Anggita Pratama (17), Suprianto (17), Choirul Huda (17), dan Wakhid (47). Empat di antaranya meninggal, yakni Choirul Zikin, Dani Sukmana, Edi Eka Pratama, dan Choirul Huda.

Kejadian ini bermula ketika enam anak berusia belasan tahun ini pergi memancing untuk mengisi waktu libur di Pantai Licin, Jumat pagi, 6 Mei 2016. Mereka mendapati ikan buntal sekitar 8 kilogram. Ikan itu dibawa pulang. Mereka tidak tahu ikan tersebut beracun.

Sesampainya di rumah, ikan tersebut dimasak untuk dimakan bersama-sama. Sore harinya, mereka muntah-muntah, dan satu di antaranya meninggal. Sabtu pagi, 7 Mei 2016, dilaporkan dua anak lagi menyusul, dan korban bertambah satu anak pada Sabtu siang.

Semoga dengan kejadian seperti ini, diharapkan kita agar lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan. Sebaiknya kita juga membekali diri kita dengan pengetahuan tentang apa saja makanan yang aman untuk dikonsumsi dan makanan yang mengandung racun. Semoga bermanfaat.

Sumbern : m.tempo