MISTERIUS Wanita 48 Tahun Ini Tiba" terserang Penyakit Aneh Menyebabkan Ribuan Tahi Lalat Mendadak Muncul

 26 May 2016  Penulis
MISTERIUS Wanita 48 Tahun Ini Tiba

Tahi lalat bukan sesuatu yang aneh dan normal bagi seseorang untuk sesekali menyadari tubuhnya punya tahi lalat baru. Tapi ketika seorang wanita berusia 48 tahun tiba-tiba saja dalam hitungan bulan mengembangkan ribuan tahi lalat tanpa sebab jelas, hal ini tentu akan membuat dokter kebingungan.

Baca Juga : HEBOH !!Musa Bocah Umur 5.5 Tahun Hafal 29 Juz, Pak Pendeta, Kenapa Tidak Ada Yang Hafal Kitab Suci Kristen ? Dan Pendeta Menjawab....

Adalah dokter dari Massachusetts General Hospital, Amerika Serikat, yang melaporkan kasus tersebut di jurnal JAMA Dermatology. Dokter mendeskripsikan tahi lalat sang pasien berbentuk bintik coklat atau hitam dan menyebar mulai dari area punggung, perut, kaki, hingga tangan dalam pola simetris.

Baca Juga : Heboh !!! Di Duga Kelaparan, Babi Raksasa Ini Makan Majikannya

Menurut dermatolog dr Hensin Tsao yang menangani kasus pada Maret 2014, pasien juga menunjukkan adanya gejala eksim (peradangan pada kulit yang gatal) pada area di mana tahi lalat tumbuh.

dr Tsao mengatakan kasus ini spesial karena kondisinya berbeda dari gejala pertumbuhan mendadak tahi lalat umumnya yang disebut juga eruptive nevi. Pada kasus eruptive nevi tahi lalat tumbuh karena perubahan hormon, efek obat-obatan, atau masalah imunitas yang semuanya tak dialami pasien.

Baca Juga : SADIS!!! INILAH FOTO SAAT ENO PARINAH KORBAN PEMBUNUHAN GAGANG CANGKUL DI TEMUKAN DI KAMAR KOST

Sampel jaringan diambil dan dr Tsao menemukan bahwa beberapa tahi lalat tersebut adalah melanoma, sejenis kanker kulit yang berbahaya. Pengobatan dilakukan tapi dokter tak mengangkat semua tahi lalat, hanya beberapa tahi lalat yang dianggap besar dan abnormal saja yang diterapi.

dr Tsao mengatakan terakhir melihat sang pasien beberapa bulan lalu dan sehat-sehat saja. "Tapi kemungkinan dia tetap butuh pengawasan kulit sepanjang umurnya untuk melanoma," kata dr Tsao seperti dikutip dari Live Science,