INSPIRASI : Putra Presiden Jokowi Berjualan Martabak Dengan Gerobak Kaki Lima di Manado

Komentar


Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, membuka cabang tempat penjualan martabak di Manado, Sulut. Saat grand opening di gerai Markobar, Tikala Manado, beberapa waktu lalu, Gibran mengaku tak menyangka sambutan masyarakat sangat antusias.

Baca Juga : Video : Sadis hukuman bagi pemerkosa di pedalaman papua dengan menarik alat vital

“Saya tidak menyangka animo masyarakat sebesar ini. Jujur saja, Markobar Manado merupakan cabang pertama di luar Pulau Jawa. Secara bisnis baru dirintis, belum terlalu kuat brandnya. Namun sudah diterima masyarakat,” katanya, seperti diberitakan Manado Post (Jawa Pos Group).

Disinggung soal statusnya sebagai anak presiden, Gibran tidak terlalu berkomentar banyak. Ia hanya mengatakan, bisnis ini tidak ada hubungan dengan sang ayah. Ia pun tidak gengsi merintis usaha yang menurutnya kecil-kecilan.

Baca Juga : HEBOH! Anak Gauli Ibu Kandung, Bayinya Dibuang di Pantai, JANGAN DITIRU !

“Tidak apa-apa dibilang penjual martabak. Yang presiden itu kan ayah saya bukan saya. Jadi tidak ada alasan bagi saya untuk tidak kerja keras,” kata pria 28 tahun ini.



Ditambahkan Co Owner Markobar Manado Andre Sumual, Markobar memiliki dua varian. “Yakni empat dan delapan rasa. Harganya Rp 80 ribu. Kami sajikan mirip pizza, dengan berbagai toping. Mulai dari silverqueen, nutella, tobleron, milo, ovaltine, oreo, keju, coco crunch, dan masih banyak
lagi,” terangnya.

Baca Juga : Bikin Iri Banyak Wanita dan Banyak Pria Kepincut, Tamara Niesha Ternyata Bukan Wanita

Ditambahkan Co Owner Veldy Umbas, bukan tidak mungkin ke depan ada rasa tuna, cakalang, roa, dan makanan khas Manado lainnya. ‘’Tiap beberapa bulan, harus ada varian terbaru,’’ kata Veldy.

Markobar Manado mulai dibuka Pukul 17.00-23.00 Wita, dan ditutup Pukul 00.00 Wita. Namun menurut Sumual, hingga pukul 01.00 Wita, masih ada pelanggan yang mengantri.

“Sejak dibuka tanggal 5 Mei silam, Markobar tidak pernah sepi pembeli. Tiap hari, meski antrian panjang, konsumen tidak pantang menyerah,” katanya.

Sumual menjamin, Markobar Manado tidak pernah menjual nama besar Gibran. Menurutnya, kualitas dan cita rasa merupakan alasan kenapa masyarakat menggandrunginya. “Sejak awal dibuka, kami selalu komit dengan kualitas. Karena, kalau tidak, Markobar akan ditinggalkan. Tapi apa sekarang? Silahkan nilai sendiri,” .

Baca Juga : Vhia Valenvhi Angkat bicara mengenai status dirinya yang mencela suku jawa

Lanjut Veldy, Markobar atau Martabak Kota Barat ini mulai dirintis oleh Gibran di Solo pada 2015. Di Solo ada tiga cabang. Yang lain ada di Semarang, Jakarta, dan Yogyakarta.

Menariknya, menurut Co Owner Michael Umbas, di Manado paling banyak laku. ‘’Penjualan Markobar di Manado salah satu tertinggi dibanding yang ada di Pulau Jawa. Gibran setuju buka di Manado karena ia tahu dari kami bahwa warga Manado pecinta kuliner yang manis seperti martabak. Dan yang penting juga, warga Manado punya daya beli yang cukup tinggi,’’ jelas Michael.

Pantauan wartawan, tiap hari selalu ada antrean. Dan bukan hanya masyarakat. Kehadiran Markobar ternyata juga mendapat sambutan hangat pemerintah. Wakil Wali Kota Manado Mor D Bastiaan mengaku juga suka Markobar. Ia juga mengapresiasi kerja keras Gibran yang mulai berbuah manis.

Baca Juga : VIDEO : Lucu Atau Kasihan, Anak Ayam Menetas di Atas Penggorengan

“Sepak terjang Mas Gibran boleh dijadikan inspirasi dan motivasi anak muda Manado. Di usia muda, sudah bisa memiliki usaha yang kreatif seperti ini,” ujarnya saat ditemui di lokasi grand opening.

Mor yang juga pengusaha kuliner di Manado, berterima kasih pada putra presiden ini. Sebab, mengurangi pengangguran di Manado.

“Jangan selalu berpikir untuk jadi pegawai. Coba ubah mind set. Bagaimana kalau kita menjadi pencipta lapangan kerja. Itu baru anak muda kreatif. Saya berharap, keberanian Mas Gibran menjadi pemicu lahirnya generasi kreatif di Manado,” tandasnya.
Top