Hal-hal yang Menjadi Pembatal Puasa dan yang Tidak Membatalkan Puasa

 30 May 2016  Unknown
Bagi kita seorang muslim dan muslimah, penting kiranya untuk mempelajari ilmu-ilmu agama sebagai bekal kehidupan kita sehari-hari. Seperti tata cara beribada wajib ataupun sunnah, hal-hal yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah SWT, dan segala aspek kehidupan di mata Islam.

Seperti halnya ibadah Puasa Ramadhan, banyak sekali hal-hal yang perlu kita ketahui tentang bagaimana menjalankan ibadah puasa yang benar dan sempurna sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SWT.

Meski ilmu puasa sudah diajarkan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, namun penting kiranya kita untuk memperdalam ilmu tersebut demi kesempurnaan ibadah puasa kita. Dan masih banyak orang yang belum sepenuhnya memahami dan mengerti tentang berbagai hal mengenai puasa Ramadhan, salah satunya mengenai hal-hal yang dapat membatalkan puasa dan yang tidak membatalkan puasa.

Hal-hal yang Menjadi Pembatal Puasa dan yang Tidak Membatalkan Puasa
Hal-hal yang membatalkan puasa dan tidak membatalkannya

BACA JUGA : Tata Cara Berpuasa yang Benar Sesuai Petunjuk Rasulullah SAW

Berikut dijelaskan mengenai hal-hal yang dapat membatalkan puasa serta hal-hal yang diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa Ramadhan, diantaranya sebagai berikut :

Inilah Hal-Hal yang Dapat Membatalkan Puasa Ramadhan

a. Makan dan minum.

b. Jima’ (bersetubuh).

c. Mengeluarkan mani dengan sengaja.

d. Murtad (keluar dari Islam).

e. Memasukkan sesuatu yang berfungsi sebagai makanan dan minuman ke dalam tubuh, seperti transfusi darah, injeksi atau infus.

f. Keluarnya darah haidh dan nifas pada wanita.

Hal-hal yang Menjadi Pembatal Puasa dan yang Tidak Membatalkan Puasa

g. Muntah dengan sengaja.

Hal-hal yang Menjadi Pembatal Puasa dan yang Tidak Membatalkan Puasa

BACA JUGA : Peringatan Bagi Orang yang Enggan Berpuasa atau Dengan Sengaja Membatalkan Puasanya

Hal-Hal yang Diperbolehkan dan Tidak Membatalkan Puasa

Hal-hal yang boleh dilakukan oleh orang yang puasa dan tidak membatalkan puasa, antara lain :

a. Makan dan minum karena lupa atau mengira fajar belum terbit. Sabda Rasulullah SAW :

مَنْ نَسِيَ وَ هُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ فَلْيُتِمََّ صَوْمَهُ ، فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللهُ وَ سَقَاهُ

“Barangsiapa yang makan atau minum karena lupa sedangkan dia dalam keadaan puasa, maka sempurnakanlah puasanya karena itu adalah makanan dan minuman dari Allah .” (HR. Bukhary dan Muslim)

b. Memakai celak atau obat mata.

c. Mencicipi rasa makanan asal tidak tertelan.

d. Kemasukan sesuatu ke dalam perut tanpa disengaja, seperti debu, berkumur-kumur atau istinsyaq (mengisap air ke dalam hidung).

e. Memakai obat tetes mata, telinga atau luka meskipun terasa di tenggorokannya.

f. Mencium bau-bauan.

g. Berkumur-kumur atau istinsyaq (mengisap air ke dalam hidung) asalkan tidak berlebih-lebihan sehingga air tidak masuk ke perut.

h. Bersiwak atau sikat gigi.

i. Mendinginkan badan dengan cara mandi atau membasahi pakaiannya.

j. Mencium isteri.

k. Kop (berbekam).

Bagaiamakah Jika Puasa Saya Batal Dengan Sengaja?

بَيْنَمَا أَنَا نَائِمٌ أَتَانِي رَجُلاَنِ فَأَخَذَا بِضَبُعَيْ فَأَتَيَا بِيْ جَبَلاً وَ عرًّا فَقَالاَ : اصْعُدْ ، فَقُلْتُ : إِنِّيْ لاَ أُطِيْقُهُ فَقَالاَ :سَنُسَهِّلُهُ لَكَ فَصَعَدْتُ حَنَّى إِذَا كُنْتُ فِيْ سَوَادِ الْجَبَلِ إِذَا بِأَصْوَاتٍ شَدِيْدَةٍ قُلْتُ : مًا هَذِهِ اْلأًصْوَاتِ ؟ قَالُوْا : هَذَا عوَاءُ أَهْلِ النَّارِ ثُمَّ انْطَلَقَ بِيْ فَإِذَا أَنَا بِقَوْمٍ مُعَلَّقِيْنَ بِعُرَاقِيْبِهِمْ ، مُشَقَّقَةٌ أَشْدَاقُهُمْ ، تَسِيْلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا قَالَ : قُلْتُ : مَنْ هَؤُلاَءِ ؟ قَالَ : الَّذِيْنَ يُفْطِرُوْنَ قَبْلَ تِحْلَةِ صَوْمِهِمْ 

“Ketika aku tidur, datanglah dua orang pria kemudian memegang dua lenganku dan membawaku ke satu gunung yang kasar (tidak rata), keduanya berkata : “Naik”, aku katakan : “aku tidak sanggup”, keduanya berkata : “kami akan memudahkanmu”, akupun naik hingga ketika sampai ke puncak gunung, ketika itulah aku mendengar suara yang keras. Akupun bertanya : “Suara apakah ini ?” Mereka berkata : “Ini adalah teriakan penghuni neraka”, kemudian keduanya membawaku, ketika aku melihat orang-orang yang digantung dengan kaki di atas, mulut mereka rusak / robek, darah mengalir dari mulut mereka. Aku bertanya : Siapakah mereka ?” Keduanya menjawab : “Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum halal puasa mereka”. (HR. An Nasa’i, Ibnu Hibban, Al Hakim)

Demikian pembahasan mengenai hal-hal yang membatalkan puasa serta hal-hal yang diperbolehkan dan tidak membatalkan ibadah puasa Ramadhan kita. Semoga dengan sedikit penjelasan di atas, dapat menambah ilmu kita mengenai ibadah puasa Ramadhan dan menjadikan puasa kita lebih sempurna. Semoga bermanfaat.