Waspada! Inilah 5 Bahaya Dari Kebiasaan Tidur Setelah Makan

Penulis Vikky | Ditayangkan 04 Apr 2016

Semakin banyak makanan yang kita konsumsi maka semakin banyak darah yang mengalir ke saluran pencernaan kita. Hal ini juga menyebabkan pasokan oksigen untuk otak dan organ-organ lain berkurang sehingga kita menjadi lemas dan mengantuk. Meski tidur sangat baik untuk kesehatan, namun bila kita tidur setelah makan ternyata akan sangat berbahaya untuk kesehatan. Karena itu disarankan sebaiknya makan 3 jam sebelum tidur.


Waspada! Inilah 5 Bahaya Dari Kebiasaan Tidur Setelah Makan

Inilah 5 bahaya tidur setelah makan.

1. Tenggorokan terasa seperti terbakar.

Waspada! Inilah 5 Bahaya Dari Kebiasaan Tidur Setelah Makan

Bahaya pertama bila tidur setelah makan adalah tenggorokan terasa seperti terbakar. Hal ini karena dipicu oleh refluk asam. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) yang merupakan nama lain dari refluk asam adalah tidak menutupnya katup antara perut dan kerongkongan. Hal ini memungkinkan asam lambung menjalar ke tenggorokan dan menyebabkan tenggorokan terasa panas seperti terbakar. Gejala ini merupakan gangguan dimana asam di lambung terdorong ke kerongkongan karena katup yang memisahkan perut dan kerongkongan tidak berfungsi dengan baik. Refluk asam juga biasa terjadi pada orang yang mengalami obesitas. Hal itu karena pada orang bertubuh gemuk mengalami kelebihan beban sehingga ada tekanan pada perut yang membuat katup otot di antara kerongkongan dan perut terbuka. Pada orang normal katup ini otomatis tertutup mencegah naiknya asam dari lambung ke kerongkongan. Refluk asam tidak terkontrol dapat menyebabkan peradangan, luka di perut dan kerongkongan hingga mengalami pendarahan.

2. Rasa panas di dada.


Waspada! Inilah 5 Bahaya Dari Kebiasaan Tidur Setelah Makan

Bahaya kedua bila tidur setelah makan adalah rasa panas di dada. Pada awalnya berbaring setelah makan mungkin akan membuat anda merasa lebih baik. Namun sementara tubuh kita beristirahat, sistem pencernaan akan bekerja keras. Hal tersebut bisa meningkatkan kadar asam lambung dan memicu sakit magh. Terkadang juga bisa menimbulkan rasa panas pada perut, dada dan tenggorokan. Normalnya isi lambung atau magh akan kosong kembali sekitar 2 jam setelah kita makan tapi kalau tubuh kita berada pada posisi berbaring maka proses pengosongan lambung akan terhambat atau terlambat. Hal ini akan menyebabkan timbulnya gangguan pencernaan seperti mencret atau sembelit tergantung bahan makanan yang kita makan. Jadi sebaiknya jangan segera berbaring setelah makan, tunggu setidaknya hingga satu jam agar sebagian besar makanan di lambung sudah menuju usus.

3. Berat badan naik.


Waspada! Inilah 5 Bahaya Dari Kebiasaan Tidur Setelah Makan

Bahaya selanjutnya tidur setelah makan adalah berat badan menjadi naik. Hal itu terutama bila anda terbiasa makan larut malam sebelum tidur. Selama tidur kecepatan sistem pencernaan akan melambat. Karenanya makan larut malam tidak dianjurkan karena enzim dan asam lambung yang berfungsi untuk mengubah makanan menjadi energi tidak aktif sehingga bisa menumpuk kalori di dalam tubuh. Padahal untuk menurunkan berat badan tubuh kita harus membakar kalori lebih banyak dari kalori yang kita konsumsi. Tidur setelah makan akan menyebabkan penimbunan sebagian kalori di bagian perut sehingga biasanya perut akan menjadi buncit. Untuk menghindari rasa kantuk setelah makan maka sebaiknya jangan makan terlalu kenyang. Perbanyaklah jumlah asupan protein dan kurangi jumlah asupan karbohidrat. Kurangi makanan berbahan tepung dan yang mengandung gula seperti roti, pay, pasta dan cake. Pilihlah sumber protein dengan lemak rendah seperti tahu, tempe, kacang-kacangan, ikan dan dada ayam tanpa kulit.

4. Serangan stroke.


Waspada! Inilah 5 Bahaya Dari Kebiasaan Tidur Setelah Makan

Bahaya bila tidur setelah makan yang selanjutnya adalah bisa menyebabkan serangan stroke. Mungkin ini merupakan resiko paling berbahaya dari tidur setelah makan. Hasil sebuah penelitian menemukan bahwa perilaku segera tidur setelah makan dapat meningkatkan resiko kita mengalami serangan stroke. Orang yang memiliki jeda paling lama antara makan dan tidur memiliki resiko terndah untuk mengalami stroke. Ada dua teori yang bisa menjelaskan hasil penelitian tersebut. Pertam stroke bisa terjadi disebabkan oleh kerasnya kerja sistem pencernaan kita yang berdampak pada meningkatnya tekanan darah, kadar gula darah dan kolesterol yang nantinya bisa memicu terjadinya stroke. Teori kedua mengemukakan refluk asam yang terjadi bila kita segera tidur setelah makan mungkin meningkatkan terjadinya napas terhenti selama tidur yang bisa menyebabkan serangan stroke.

5. Sariawan.


Waspada! Inilah 5 Bahaya Dari Kebiasaan Tidur Setelah Makan

Dan bahaya terakhir bila tidur setelah makan adalah dapat menyebabkan sariawan. Hal itu terjadi karena bila kita tidur setelah makan akan menyebabkan sistem pencernaan kacau dan berakibat juga panas dalam yang akhirnya terkena sariawan. Jadi orang yang terkena sriawan bukan semata-mata akibat kekurangan vitamin C, tetapi juga karena makan yang tidak teratur dan kebiasaan buruk tidur setelah makan.

Panas dalam adalah suatu keadaan dimana tubuh manusia mengalami panas yang berlebihan terutama di sistem pencernaan. Panas dalam bisa disebabkan oleh tidak seimbangnya makanan yang bersifat panas dan dingin. Demikianlah beberapa bahaya tidur setelah makan, semoga setelah mengetahui bahaya yang mungkin bisa ditimbulkan akibat tidur setelah makan kita bisa menghilangkan kebiasaan buruk ini.

(Sumber: satujam)
SHARE ARTIKEL