Terinspirasi Sinetron Anak Jalanan, Dua Bocah Ingusan Ini Ciuman dan Minta Belikan Motor Ninja

Penulis Unknown | Ditayangkan 01 Feb 2016

Kelakuan anak-anak zaman sekarang ini kian lama kian memprihatinkan. Tak sedikit yang sudah berani melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh anak-anak seumuran mereka yang masih sangat belia. Bahkan, mereka sudah tak segan dan tak malu dilihat oleh banyak orang. Hal ini disebabkan oleh beragam faktor. Mulai dari pergaulan yang tidak terkontrol, kurangnya perhatian orangtua, tontonan-tontonannya sekarang yang kian tidak mendidik dan tidak bisa dijadikan panutan.

Terinspirasi Sinetron Anak Jalanan, Dua Bocah Ingusan Ini Ciuman dan Minta Belikan Motor Ninja

Sinetron-sinetron di Indonesia memang sudah banyak mendapat banyak kritikan dari berbagai kalangan, namun nampaknya kritikan tersebut hanya dijadikan isapan jempol belaka dan tak mempan di telinga pemangkunya. Banyak sinetron yang mempertontonkan adegan yang tak seharusnya disaksikan oleh anak-anak, seperti adegan kekerasan dan adegan berpacaran misalnya. Bahkan, sinetron-sinetron tak mendidik tersebut mencekoki gaya berpikir anak kecil untuk tak fokus pada kewajibannya bersekolah dan belajar, tapi malah justru mementingkan hal lain yang tak ada hubungannya dengan pendidikan.

BACA JUGA : Fenomena Pacaran dan Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja, Ini Salah Siapa?

Sebut saja salah satunya, seinetron berjudul ‘Anak Jalanan’ yang kini tengah digandrungi para remaja dan anak-anak. Sinetron yang mempertontonkan anak-anak sekolah dengan perseteruan cinta dan geng motornya ini benar-benar membawa dampak yang tidak positif bagi generasi muda. Berbeda halnya jika yang menonton adalah orang dewasa yang mampu berpikir secara benar dan matang, sehingga menjadikan apa yang ditonton hanya sekedar hiburan semata. Namun di kalangan anak-anak, tontonan tersebut sangat mungkin mengubah pola pikirnya.

Simak saja aksi dua bocah ingusan yang masih bau kencur ini. Baru berusia belasan tahun, kedua bocah ini sudah menjalin asmara cinta monyet dan melakukan adegan ciuman. Tak hanya itu, bocah yang seharusnya sibuk dengan pelajaran sekolahnya ini berani mengunggah foto-foto tersebut di akun media sosialnya.

Tak ada yang memungkiri bahwa apa yang anak-anak lihat akan mereka tirukan. Istilah 'Monkey See Monkey Do' memang masih berlaku hingga saat ini. Kedua bocah ini mengaku ingin meniru adegan pacaran yang ada di sinetron Anak Jalanan.

Terinspirasi Sinetron Anak Jalanan, Dua Bocah Ingusan Ini Ciuman dan Minta Belikan Motor Ninja

"Sudah kayak Boy dan Reva. Tinggal minta (motor) Ninja sama mama," tulis bocah tersebut sebagai caption foto ciuman dan berpelukan yang mereka unggah.

Foto yang kemudian ramai di media sosial ini pun banyak membuat prihatin orang dewasa dan menuai banyak kecaman dari netizen. Banyak yang menyayangkan pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang dinilai tidak selektif dalam mengelola pertelevisian di Indonesia.

"Selamat datang di Indonesia, di mana tayangan orang pacaran di sinetron geng motor nggak disensor, giliran Sandy spong bob si tupai malah disensor. genius indonesia," ujar akun Ovick Kovacic.

"Yah mari kita berterima kasih sebanyak2nya kepada KPI yg telah membiarkan Sinetron tak mendidik dengan leluasanya tayang. Sedangakn kartun2 yang memang seharusnya dikonsumsi oleh mereka malah dikecam penayangannya, sekali lagi terimah kasih KPI atas kebodohan yang dilakukan," kata akun Rio Saputra dengan nada pedas menyindir KPI.

Tuh, parah banget nggak sih? Kalau menurut kamu gimana? Buat kalian yang masih anak sekolahan, sebaiknya hindari melihat sinetron-sinetron yang tidak bermutu dan tidak mendidik seperti itu. Kewajiban kalian yang utama sebagai seorang pelajar adalah belajar dengan rajin. Buatlah orangtua kalian yang telah membiayai sekolah kalian menjadi bangga, jangan justru membuat mereka malu dengan tindakan kalian. So, jangan pernah meniru adegan dalam sinetron yang nggak mendidik tersebut ya. Buat para orangtua, sebaiknya lebih bijak lagi dalam menyeleksi mana tontonan yang boleh dilihat oleh anak-anak dan mana yang tidak.
SHARE ARTIKEL