Manfaat Ilmiah dari Membaca Al Qur'an yang Belum Banyak Orang Menyadari

 16 Feb 2016  Unknown
Manfaat Ilmiah dari Membaca Al Qur'an yang Belum Banyak Orang Menyadari

Pastinya kebanyakan umat muslim sudah tau dan paham bahwa Al Quran sebagai kitab suci memiliki berbagai macam manfaat dan keutamaan. Jika ditelaah secara lebih dalam, Al Quran memiliki solusi untuk hampir seluruh kehidupan manusia.

Manfaat membaca Al Quran bagi kesehatan sangat banyak, bahkan sudah banyak peneliti kesehatan yang menyatakan bahwa membaca atau mendengarkan lantunan ayat Al-Quran dapat memberikan perubahan fisiologis yang besar.

Maka dari itulah kita sebagai umat islam maka sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk mempelajarinya, memahami dan mengamalkannya. Agar mendapatkan berbagai manfaat membaca Al Quran bagi kesehatan sebagai berikut ini

Fakta Ilmiah Mengenai Manfaat Al-Quran

“Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang kuat ingatan atau hafalannya. Di antaranya, menyedikitkan makan, membiasakan melaksanakan ibadah salat malam, dan membaca Alquran sambil melihat kepada mushaf”. Selanjutnya ia berkata, “Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Alqur’an”.

Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.

Baca Juga : Penjelasan tentang mengadzani bayi baru lahir dan mayat yang mau dikuburkan

Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan.

Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji coba nya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.

Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Alquran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.

Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita.

Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan di perdengarkannya adalah Alqur’an.

Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Alquran dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Alquran dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an.

Alquran memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997.

Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Alquran dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.

Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Al quran. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita.

Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Alquran lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Alquran memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).

Maha benar Allah yang telah berfirman, “Dan apabila dibacakan Alquran, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (Q.S. 7: 204).

Manfaat Ilmiah Membaca Al Quran

1. Membaca Al Quran efektif meredakan stres 

Hal ini sudah dibuktikan bahwa manfaat langsung yang bisa dirasakan saat membaca Al Quran adalah ketenangan jiwa. Sebuah studi di Universitas Salford, Inggris yang telah membuktikan bahwa orang yang membaca ayat Al Quran menjadi lebih rileks dan tenang dibandingkan dengan membaca buku biasa.

2. Menstabilkan tekanan darah dan denyut jangtung

Membaca ayat Al Quran memberi efek relaksasi bagi mereka yang membaca atau pun mendengarkannya. Hal ini terbukti menjadi solusi yang paling jitu untuk menormalkan tekanan darah dan denyut jantung yang sedang tidak stabil.

Proses relaksasi mengaktifkan sekaligus mengendalikan saraf otonom (saraf simpatis dan parasimpatis), sehingga akan menciptakan tekanan darah dan membuat denyut jantung stabil.

3. Daya ingat lebih meningkat

Bagi anda yang rajin membaca Al Quran terbukti memiliki daya ingat yang lebih baik. Selain itu membaca Al Quran, juga secara otomatis mampu membuat otak lebih fokus.

Sehingga membuat lebih mudah untuk berkonsentrasi. Karenanya, sangat disarankan bagi anda yang bekerja di kantor untuk membiasakan diri membaca Al Quran selama 10 hingga 15 menit di pagi hari.

4. Membantu menghancurkan sel-sel kanker

Dari hasil penelitian Dr Ahmed Al Qadhi mengatakan, lantunan ayat suci Al Quran mampu mengembalikan keseimbangan sel-sel sehat dalam tubuh.

Sehingga dapat melawan sel-sel kanker, membaca dan mendengarkan lantunan ayat Al Quran juga sangat baik untuk meningkatkan sel-sel imun, jadi kita dapat terhindar dari berbagai macam penyakit yang disebabkan virus dan bakteri

MasyaAllah ternyata membaca dan mendengar ayat-ayat suci Al Qur'an dapat memberikan dampak yang sangat besar terhadap kejiwaan kita.

Semoga sedikit kajian di atas bisa menjadikan kita lebih sering lagi membaca kitab suci Al Qur'an yang belum banyak orang menyadari akan keistimewaan membaca Al Qur'an. Wallahu A'lam Bishawab.