Kisah Pencuri Kelas Teri dan Pencuri Kelas Kakap

Penulis Unknown | Ditayangkan 24 Feb 2016

Kisah Berikut Hanya Fiktif, namun sarat hikmah.

Kisah Pencuri Kelas Teri dan Pencuri Kelas Kakap

Sewaktu perampokan di Guangzhou, China, perampok bank berteriak kesemua orang di bank:

"Jangan Bergerak. Uang ini Milik Negara, Hidupmu milikmu."
Semua orang di bank menunduk dengan tenang.
Ini yang disebut "Konsep Merubah Pikiran"
Merubah cara berpikir yang konvensional.

Ketika seorang wanita berbaring di meja secara profokatif.
Perampok berteriak padanya "Beradablah, Ini perampokan, bukan pemerkosaan!"
Ini yang disebut "Professional" fokus hanya kepada apa yang kamu dilatih untuk melakukan satu tujuan..

Ketika Perampok kembali kerumah.
Perampok yang lebih muda (lulusan S2) berkata kepada perampok yang tua (lulusan SD):
"Bang, ayo kita hitung berapa yang kita dapat."
Perampok yang lebih tua bilang "Bego banget lo. Duitnya banyak gitu lama pasti ngitungnya. Malem ini lihat aja di TV bakal bilang berapa yang kita rampok dari bank!"
Ini yang disebut "Pengalaman." Sekarang pengalaman lebih penting dari gelar..!


Setelah perampok pergi, manajer bank bilang pada supervisor bank untuk menelpon polisi secepatnya. Tetapi supervisor berkata: "Tunggu! Ayo kita ambil $10juta dollar dari bank untuk kita dan tambahkan ke $70juta dollar yang sudah diambil dari bank".
Ini yang disebut "Sambil Berenang Minum Air." Merubah keadaan tak baik menjadi keuntungan Anda!

Supervisor berkata: " Akan sangat bagus bila ada perampokan setiap bulan."
Ini yang disebut "Membunuh Kebosanan" Kebahagiaan personal lebih penting dari pekerjaan anda.

Keesokan harinya, Berita TV melaporkan bahwa $100juta telah dicuri dari bank.
Perampok menghitung dan menghitung, tetapi mereka hanya dapat $20juta dollar.
Perampok sangat marah dan komplain "Kita meresikokan hidup kita dan hanya dapat $20juta dollar.
Pekerja Bank mengambil $80juta dollar dengan santai.

Sepertinya mendingan menjadi teredukasi daripada perampok!"
Ini yang disebut "Pengetahuan bernilai lebih banyak dari emas"

Manajer bank tersenyum dan bahagia karena kekalahan di main saham dapat dibayarkan oleh perampokan yang terjadi.
Ini yang disebut "Mengambil kesempatan." Berani mengambil resiko.

Jadi siapakah pencuri Sejati dan lebih professional disini?


Semoga kalian bisa merubah cara pemikiran menjadi lebih maju jangan mudah terpuruk dalam masa lalu yang kelam, Karena kalian selalu dituntut profesional dalam setaip hal yang sedang kalian kerjakan, maka dari itu belajarlah dari setiap pengalaman yang sudah kalian lakukan selama ini karena pengalaman adalah guru yang mulia, kalian sesekali boleh "Berenang sambil Minum Air" guna membunuh kebosanan yang terkadang melanda pada diri kita, kalau kalian beranni mengambil kesempatan kalian juga harus berani mengambil resikonya juga. Namun, bukan berarti kita harus jadi perampok/pencuri atau seperti manajer bank yang curang lho. Kisah di atas hanya sebuah perumpamaan atau kiasan tentang keprofesionalan dalam sebuah pekerjaan.

Sumber : Cerminan
SHARE ARTIKEL