Karena Tidak Shalat 78 Prajurit Samapta Bhayangkara Dihukum di Depan Barak Dalmas Mapolrestabes Surabaya

Penulis Vikky | Ditayangkan 11 Feb 2016

Banyak orang yang lalai untuk beribadah padahal menunaikan shalat sangatlah penting tapi mengapa harus di tinggalkan. Tak hanya masyarakat bahkan penegak hukum(polisi) tidak melaksanakan shalat apa susahnya menyempatkan waktu 5 menit saja.

Karena Tidak Shalat 78 Prajurit Samapta Bhayangkara Dihukum di Depan Barak Dalmas Mapolrestabes Surabaya

Sekitar 78 prajurit Samapta Bhayangkara (Sabhara) begitu kompak  push up, scout jump, berguling-guling dan dijemur di tengah teriknya matahari di lapangan depan barak dalmas di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (9/2). Ternyata mereka bukan sedang latihan. Lalu apa? Mereka telah di berikan sanksi karena tidak menunaikan shalat.

Karena Tidak Shalat 78 Prajurit Samapta Bhayangkara Dihukum di Depan Barak Dalmas Mapolrestabes Surabaya

Mereka hanya bisa mengatakan “siap” saat Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya AKBP Toni Sugiyanto tiba-tiba memerintahkan mereka untuk push up dan lain sebagainya. Toni sengaja memberikan sanksi tersebut kepada anggotanya lantaran mereka dianggap tidak disiplin dan mengabaikan perintah. Ini merupakan langkah yang sangat tepat yang dilakukan oleh Toni. Lebih baik sengasara di dunia daripada di akhirat.

Karena Tidak Shalat 78 Prajurit Samapta Bhayangkara Dihukum di Depan Barak Dalmas Mapolrestabes Surabaya

Personel kepolisian yang biasa dikerahkan untuk pengamanan demo massa tersebut memang diberi sanksi tegas lantaran mereka absen dari kegiatan salat berjamaah di Masjid Polrestabes Surabaya, Selasa. Apa susahnya menyempatkan diri untuk shalat saja tidak mau! Mungkin karena godaan setan yang lebih kuat kali ya. Para Personil dalmas ini tidak sedang bertugas. Mereka hanya bersantai duduk-duduk dan tiduran saat salat jamaah dhuhur digelar di Masjid Baiturrahman, Polrestabes Surabaya.

“Minimal mereka (anggota Sabhara) ikut salat berjamaah pada dhuhur dan ashar. Mereka juga bisa salat di barak karena di sana juga sudah ada musholla. Tapi, itu tidak mereka lakukan,” kata Toni. Apakah azab Allah kurang jelas atau mungkin mereka kebanyakan amal ya.

Hal yang dilakukan oleh Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya AKBP Toni Sugiyanto sangatlah benar. Dia mendidik prajuritnya untuk berakhlak mulia. Percuma mengerti hukum tapi tidak tau tentang agama. Andai saja kalau hukuman ini di terapkan untuk semua prajurit yang berada di Indonesia khususnya yang beragama Islam. Toni tidak hanya mendidik fisik saja melainkan imannya juga. Semoga para prajurit dapat tersadar atas hukuman tersebut.

SHARE ARTIKEL