Ketakjuban Penyair Madinah Yang Berfikir Secara Cerdas
Penulis Unknown | Ditayangkan 23 Dec 2015Suwaid bin Shamit adalah pendudukYatsrib (Nama Madinah saat itu). la merupakan orang yang terkemuka dari kaumnya. Bernasab mulia dan mempunyai kedudukan tinggi. la juga seorang penyair yang cerdas sehingga memperoleh gelar Al Kamil (Sang Sempurna) dari penduduk Yatsrib. Ia termasuk sahabat yang memeluk Islam pada masa awal, yakni ketika beliau bertemu Rasulullah di Makkah, tetapi sayangnya ia tidak sempat bergaul lebih lanjut dengan Nabi SAW dan mengalami masa keemasan Islam di Madinah.
Ketika Suwaid sedang melaksanakan Ibadah Haji dan Umrah di Makkah waktu jaman jahiliyah (tentunya dengan cara dan tradisi atau kebiasaan Jahlliyah), Nabi SAW mendatangi dirinya dan mengajaknya memeluk lslam. Sebagai seorang yang cerdas dan memiliki pengetahuan luas, Suwaid justru berkata,"Boleh jadi apa yang ada padamu itu sama dengan yang ada padaku...!!"
Nabi SAW bersabda, "Apa yang ada padamu?"
"Hikmah al Luqmanll" Kata Suwaid.
"Coba tunjukkan padaku Hikmah al Luqman itu," lanjut Nabi.
Suwaid mulai melantunkan apa yang dimiliki dan diketahuinya dengan rangkaian syair- syair yang sangat indah dan memikat perhatian. Setelah la selesai, Nabi SAW berkata, "Sungguh suatu kata-kata yang sangat indah, namun yang ada padaku jauh lebih baik dan utama dari kata-katamu itu. lni adalah Al Qur‘an yang diturunkan Allah kepadaku. Petunjuk dan cahaya. .
Kemudian Nabi SAW mulai membacakan beberapa ayat—ayat Al Qur‘an kepada Suwaid. la tampak sangat terpesona dan khusyu‘ dalam ketakjubannya saat mendengar bacaan Rasulullah. Sebagai seorang ahli syair yang cerdas, Suwaid tahu betul bahwa rangkaian kata dan kalimat seperti itu tidak mungkin disusun dan dibuat oleh manusia, sehebat apapun kemampuan dan kecerdasannya.
Dan setelah Nabi SAW selesai membacakan Al Qur‘an, Suwaid berkata, "lni adalah kata-kata yang benar-benar bagus. Jauh lebih bagus daripada yang ada padaku..!!" Setelah itu Suwaid menjabat tangan Nabi SAW dan berba'iat memeluk lslam. Suwaid pulang ke Madinah (Yatsrib saat itu). Dan tak lama setelah kepulangannya itu terjadilah perang Bu'ats, perang saudara antara Suku Aus dan Khazraj, dan Suwaid terbunuh dalam peperangan tersebut.
Dan setelah Nabi SAW selesai membacakan Al Qur‘an, Suwaid berkata, "lni adalah kata-kata yang benar-benar bagus. Jauh lebih bagus daripada yang ada padaku..!!" Setelah itu Suwaid menjabat tangan Nabi SAW dan berba'iat memeluk lslam. Suwaid pulang ke Madinah (Yatsrib saat itu). Dan tak lama setelah kepulangannya itu terjadilah perang Bu'ats, perang saudara antara Suku Aus dan Khazraj, dan Suwaid terbunuh dalam peperangan tersebut.