Hasil Penelitian, Meninggalkan Facebook Ternyata Bisa Meningkatkan Kebahagiaan

Penulis Unknown | Ditayangkan 13 Nov 2015


Meski berbagai media sosial baru bermunculan dan bertebaran, namun itu semua tak membuat Facebook ditinggalkan oleh penggunanya. Facebook masih menjadi media sosial terfavorit serta terpopuler di seluruh dunia. Bahkan, Alexa.com menempatkan situs ini peringkat dua dari semua situs yang ada di dunia, berada satu tempat di belakang google.com.
 
Hasil Penelitian, Meninggalkan Facebook Ternyata Bisa Meningkatkan Kebahagiaan
Ilustrasi salah satu pengguna media sosial Facebook

Banyak hal positif bisa diperoleh dari sini, tulisan-tulisan yang membangun, inspiratif dan mendorong kepada kebaikan bertebaran di beranda Facebook. Tapi, tak sedikit pula hal-hal negatif yang dihadirkan situs pertemanan yang hadir sejak Februari 2004 ini. Diantaranya adalah banyaknya postingan yang menyinggung Suku, Agama, Ras, Antar golongan (SARA) serta ajakan pertikaian antar kelompok.

Dampak buruk yang lain adalah seperti yang dipaparkan dalam penelitian berjudul 'Eksperimen Facebook: Apakah media sosial mempengaruhi kualitas hidup kita?' oleh Happiness Research Institute berikut ini.

Dikutip dari independent.co.uk, Jumat (13/11), sebanyak 1.095 orang yang setiap hari membuka Facebook yang dilibatkan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua. Kelompok pertama dibiarkan menggunakan Facebook seperti biasa sedangkan kelompok kedua off dari Facebook selama satu pekan. Mereka diberikan penilaian dengan angka sebelum dan sesudah percobaan.

Hasilnya, kelompok yang terus menggunakan Facebook awalnya memiliki skor 7,67, kemudian meningkat menjadi 7,75 setelah seminggu menggunakan Facebook. Sedangkan kelompok yang off dari Facebook skor awalnya tercatat 7,56, setelah seminggu meningkat menjadi 8,12. Semakin tinggi angka maka semakin besar kebahagiaan.

Mereka yang meninggalkan Facebook menjadi lebih tegas dan antusias serta memiliki tingkat khawatir, kesepian dan tertekan yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tetap aktif di Facebook.

Meik Wiking, CEO Happiness Research Institute mengatakan, "Facebook mendistorsi persepsi kita tentang realitas dan dari apa yang sebenarnya orang lain alami," ujarnya.

"Jika kita terus-menerus memperoleh berita baik, kita evaluasi terhadap hidup kita sendiri akan menjadi kurang baik."

Studi ini muncul setelah seorang bintang Instagram Essena O'Neill yang membuat posting emosional mengungkapkan bahwa kehidupan media sosial penuh dengan kepalsuan, sebelum dia undur diri dari semua akun media sosial.
 
Hasil Penelitian, Meninggalkan Facebook Ternyata Bisa Meningkatkan Kebahagiaan
Ilustrasi bahwa Facebook dapat mengganggu konsentrasi bekerja dan belajar

So, apa pilihanmu? Akan meninggalkan Facebook dan hidup lebih bahagia, atau menghabiskan separuh waktu dari harimu untuk menggunakan media sosial ini? Semua itu tergantung pilihan dari masing-masing orang. Memang nggak ada larangan, tapi alangkah lebih bijak jika media sosial seperti Facebook ini digunakan untuk berbagai hal positif dan menjauhkan diri dari sisi negatifnya. So, lets be smart guys…

Sumber : brilio.net


SHARE ARTIKEL