Mak Darmi, Tetap Semangat Bekerja Sebagai Penambal Ban di Usia Senja

Penulis Unknown | Ditayangkan 13 Aug 2015



Mak Darmi, begitulah panggilan akrab nenek ini. Tidak seperti wanita lansia pada umumnya, di usianya yang sudah menginjak 88 tahun ini Mak Darmi masih semangat bekerja dan tak mengenal lelah. Bahkan, pekerjaan yang ia lakukan adalah pekerjaan yang umumnya dikerjakan oleh orang laki-laki, yaitu sebagai tukang tambal ban.
Mak Darmi, Tetap Semangat Bekerja Sebagai Penambal Ban di Usia Senja
Mak Darmi sedang menambal ban motor milik pelanggan yang bocor

Pekerjaan tersebut sudah puluhan tahun ditekuni oleh Mak Darmi. Awalnya ia membangun usaha bengkel kecil miliknya bersama suaminya di daerah Berbah, Yogyakarta sejak tahun 1963. Namun, sejak suaminya meninggal, ia terpaksa melanjutkan usahanya tersebut sendirian.

Bengkel milik Mak Darmi ini biasa buka dari pagi hingga sore hari. Mak Darmi bekerja di bengkel tersebut seorang diri saja karena kelima anaknya sudah menikah semua dan beberapa diantaranya bekerja di luar kota untuk mengubah nasib.

"Kadang-kadang ya dibantu cucu tapi ini cucu saya lagi sekolah. Cucu saya banyak ada belasan, wah sampai lupa ada berapa jumlahnya," ujar Mak Darmi.

Sebenarnya bisa saja Mak Darmi berhenti jadi tukang tambal ban karena beberapa anak Mak Darmi sering membantu keuangan untuk kebutuhan sehari-harinya. Namun hal itu tak dilakukannya, baginya menjadi tukang tambal ban sudah menjadi bagian dari hidupnya.

Menurutnya, selama ia masih kuat melakukan pekerjaan itu, maka ia akan melakukannya. Meski tangannya sudah keriput, namun ia begitu terampil mengeluarkan ban dalam kemudian menambal ban motor yang bocor milik pelanggannya.
Mak Darmi, Tetap Semangat Bekerja Sebagai Penambal Ban di Usia Senja
Dengan terampil Mak Darmi melakukan pekerjaannya sebagai tukang tambal ban

Mak Darmi juga berkata bahwa jika dirinya tidak bekerja dan hanya berdiam diri di rumah saja, dia takut malah menjadi sakit-sakitan karena kurang gerak. Meski ia harus bekerja dari siang hingga sore serta tangan jadi kotor penuh oli, namun Mak Darmi mengaku jarang sakit.

Sungguh semangat luar biasa yang bisa diambil contoh dari Mak Darmi. Usia senja tak menghentikan semangatnya untuk tetap bekerja. Bagaimana dengan kita yang masih muda? Terkadang yang muda saja untuk berangkat sekolah, kuliah atau bekerja sering malas-malasan. Yuk, jangan mau kalah semangat sama Mak Darmi yang udah 88 tahun sob. Always keep spirit ya…


SHARE ARTIKEL