Heboh Kasus Status Perawat Suka Lihat Kelamin Lelaki

Penulis Unknown | Ditayangkan 18 Aug 2015


Heboh Kasus Status Perawat Suka Lihat Kelamin Lelaki
Status klarifikasi atas penghinaan terhadap profesi perawat

Menjadi seorang perawat merupakan tugas mulia. Pekerjaan ini pun tentunya bukan pekerjaan yang mudah. Perlu kesabaran dan ketelitian yang besar dalam menjalankan tugas dan merawat pasien. Meski begitu, tak sedikit orang yang menyepelehkan profesi seorang perawat, bahkan memberi kritikan pedas mengenai pekerjaan tersebut. Seperti yang dilakukan oleh seorang warga Malaysia ini.

Melalui akun facebooknya, salah seorang pasien lelaki bernama Cham Cham menulis sebuah status "Kalau ke rumah sakit sekarang, darurat rasanya, perawat itu suka lihat kemaluan lelaki". Tentu saja status tersebut menuai kegeraman dari para perawat di Malaysia.

Hingga salah seorang perawat bernama Putry Al Wafa kemudian memberikan komentarnya melalui facebook.
Heboh Kasus Status Perawat Suka Lihat Kelamin Lelaki
Status pasien yang menghina profesi perawat dan status balasan dari salah seorang perawat

"Assalamualaikum Tuan Cham-Cham yang kami hormati. Semoga saya dan kawan-kawan perawat yang lain diampuni segala dosa dan pekerjaan kami diterima dan diridhoi oleh Allah Ta'ala. Untuk pengetahuan bagi tuan, kami sebagai perawat wanita tak suka melihat kemaluan lelaki, itu hanyalah sebagian tugas kami. Mengenai tugas yang lain, saya tak mau cerita panjang. Ini hanya klarifikasi kami atas status tuan tempo hari. Sekali lagi, saya harap tuan paham apa yang saya sampaikan dan terima kasih atas hinaannya."

Status Putry ini pun kemudian banyak mendapat dukungan dari para netizen lainnya. Menurut mereka tak pantas seorang pasien menghina pekerjaan para perawat tanpa tahu beratnya tugas mereka, apalagi merendahkan kaum wanita.

"Mengapa orang suka berprasangka negatif? Tugas kami hanya merawat dan membantu serta berharap pasien dapat pulang dengan sehat," komentar MMa Aini Ahmad. "Biadapnya lelaki itu, kuharap nanti dia bisa sadar akan kebodohannya sendiri," tambah Fiena Annie.

Dari kasus ini bisa diambil hikmah bahwa kita tidak boleh sembarangan dalam menulis status di akun sosial media. Semua harus ada etika, aturan, serta batasan. Jangan sampai status yang kita buat terkesan menghina orang lain. Malah bisa jadi kita sendiri nantinya yang akan jadi bulan-bulanan para netizen lain akibat salah dalam membuat status. Ibarat senjata makan tuan. So, let’s be smart guys.


SHARE ARTIKEL