True Story Tentang Bahaya Bermain Mandi Bola, Wajib Baca!

Penulis Unknown | Ditayangkan 11 Jun 2015



Akhir pekan adalah waktu yang paling tepat untuk dihabiskan bersama keluarga dan anak-anak tercinta setelah melewati waktu seminggu penuh untuk bekerja dan rutinitas sehari-hari. Saat akhir pekan, para orang tua biasanya akan mengajak anak-anak mereka pergi ke tempat bermain.

Namun, para orang tua sebaiknya lebih berhati-hati dalam memilih tempat bermain yang tepat untuk sang buah hati. Karena jika salah memilih, bukannya akan membuat buah hati kit menjadi bahagia, tapi justru akan mendatangkan bagi mereka.
True Story Tentang Bahaya Bermain Mandi Bola, Wajib Baca!

Di sini kami akan mencoba share beberapa pengalaman yang didapat dari beberapa sumber tentang bahaya salah satu permainan yang menjadi favorit anak-anak, yaitu bahaya mandi bola. Semoga dengan membaca pengalaman dari beberapa orang ini membuat anak-anak kita terhindar dari hal-hal buruk yang sebelumnya telah dialami oleh beberapa anak setelah mereka bermain mandi bola.

1. Aku mau sharing aja ini kejadian baru menimpa anak tetangga di Bandung.
Tapi aku cuma cerita garis besarnya aja karena secara detil nggak banyak tanya karena ibunya masih stress .. jadinya gak tega.

Pas hari libur, sabtu/minggu pasti seperti biasa pasti orang tua ingin ajak anaknya main.. tetanggaku dia ajak anak perempuannya umur 3,5th mandi bola di BSM ( Bandung ).
Nggak ada feeling apa-apa.. anaknya senang main-main.

Setelah itu besoknya dia masih sekolah (Pre-School) seperti biasa..
nggak ada tanda-tanda apapun.
Tapi tiba-tiba hari ke 4 setelah dia mandi bola itu, tanpa gejala apapun,
anak itu dia nggak bisa jalan.. anak-nya pun nggak mengeluh ada gejala sakit apapun.. dia cuma nanya dengan polosnya ke ibunya
"Mama.. kok Riska ngga bisa jalan ya Ma"...

Akhirnya sama ibunya dia langsung dibawa ke RS.Boromeus Bandung ..
dan itupun setelah diperiksa sama DSA,
nggak langsung ketahuan sebabnya kenapa tiba-tiba lumpuh...
Sampai akhirnya setelah pemeriksaan dokternya,Riska dikasih
macam-macam antibiotik yang memungkinkan buat ngobatin sakitnya itu..karena menurut dokternya ini kena kuman.

Akhirnya, besoknya Riska dirujuk ke RS.Hasan Sadikin karena ada DSA (dokter spesialis anak) yang menangani kasus seperti ini.
Selidik punya selidik, akhirnya DSA di Hasan Sadikin menemukan bahwa Riska kena virus, yang menyebarnya virus melalui sumsum tulang belakang..
sampai akhirnya akan merambat ke otak.

Karena itu, Riska disuntik setiap hari yang harga suntikannya 6jt/suntik.
Untuk mencegah virus itu berhenti menyebar agar tidak ke otak.
Menurut dia, memang virus ini masih jarang di indonesia dan belum diwajibkan sama IDAI.
Tapi mulai ada penyebaran virus ini yang menyerang terutama pada balita dan orang tua di atas 60.

Saat ini Riska masih dalam perawatan, dan masih disuntik tiap hari 6jt itu.
Tapi menurut Riska (untung anaknya masih bisa komunikasi), sekarang
Kakinya mulai kerasa kesemutan biarpun dia masih lumpuh..

Dokternya tidak bisa menjamin apa-apa, tapi hanya berusaha untuk mencegah penyebaran virusnya.
Ibunya bingung dan tanya darimana virusnya berasal..
dokternya pun nggak bisa bilang kalo itu karena mandi bola.

Tapi saat aku cerita ke kakak iparku, dia ternyata ada pengalaman anak temen kantornya yang kena virus yang sama,
dan persis kejadiannya setelah mandi bola juga.

Menurut DSA temen kakakku itu, tempat mandi bola memang merupakan lokasi penularan paling bagus untuk virus apapun,
terutama di tempat-tempat umum.Karena jarang sekali pihak taman bermain itu mencuci bola tersebut, dan dengan ruangan yang tertutup dan lembab,
tidak kena sinar matahari, tempat mandi bola jadi tempat bersemayam-nya virus.

So, kita semua wajib memperhatikan tempat2 hiburan, tempat bermain buat anak2 kita, jgn sampe' memilih tempat bermain yg tidak sehat spt kolam bola
(yg tentunya tidak pernah disterilkan. ..),...
bnyk anak2 ngompol di dlmnya, muntah, buang2 ludah, dsb...
apalagi ada bnyk telor nyamuk, dan serangga lain yg ngumpet disitu....hii

2. Ini adalah true story, aku dapat dari milis HIMASAD (HIMA Sastra Jerman UNPAD). Berdasarkan pengalaman salah satu temannya, yang harus kehilangan putranya yg berusia 3 tahun.
Tempat yg sangat mengasyikkan bagi anak-anak bermain dengan bola2.
Dimana biasanya disebut kolam bola atau mandi bola....

Kejadiannya bertepatan dengan pesta perayaan ULTAH sang anak di restaurant cepat saji ...setelah selesai makan,anaknya minta bermain di kolam bola tersebut. Namun tak lama kemudian terdengar si anak melolong kesakitan.....
Katanya pantatnya terasa sakit sekali, seperti tertusuk sesuatu benda.
Lalu setelah di lihat oleh ibunya, ternyata terdapat bilur merah kecil....

Dan beberapa hari kemudian sang ibu mulai curiga akan memar di pantat anaknya yg semakin membengkak.
Dan yg lebih mengagetkan sang ibu ketika si anak mulai menggigil gemetar dan muntah-muntah, dan matanya berputar ke belakang......

Segera anak tersebut dibawa ke rumah sakit dan harus di rawat di ICU,dan anak yg malang itu harus meninggal pada malam itu juga......
Ketika dokter menyatakan bahwa kematian anak itu dikarenakan overdosis heroin. Tentunya sang ibu sungguh tidak percaya....Bagaimana mungkin???!!!....
Ternyata setelah polisi memeriksa kolam mandi bola di restoran fast food tersebut, mereka menemukan beberapa jarum suntik ;
sebagian sudah digunakan,dan beberapa ada yg masih dosis penuh.
Dan di tumpukan bola2 itu ternyata banyak sekali bekas2 makanan, muntah, diapers kotor,genangan air kencing bahkan ada pisau2 kecil.....

Kemudian setelah ditanyakan ke Manager restoran tsb, barulah diketahui bahwa kolam bola itu hanya dibersihkan beberapa kali dalam setahun.
Jadi mereka sendiri juga tidak tahu pasti apa yang terdapat di dasar kolam mandi bola tersebut.

Coba bila kamu seorang ibu,yg harus mengalami tragedi ini....sungguh memilukan.....Nah teman2,makanya berhati-hatilah mulai sekarang bila membawa anak, ponakan atau adik kamu yg ingin bermain mandi bola....
Memang bagi anak2 itu hal yg sangat menyenangkan,tapi kita kan tidak mau anak2 kita harus bermain di tempat yg kotor dan sangat berbahaya itu.
Apalagi harus sampai kehilangan nyawa...... HATI-HATI !!!!!..

3. Kita tidak tahu kebersihan dasar kolamnya, dari atas sih bagus.
Berikut beberapa pengalaman serupa yang saya ambil dari berbagai sumber :Satu diantara putraku kehilangan jam tangannya dan karenanya dia sangat kecewa. Kami menggali di antara bola2 untuk mencarinya.
Bukannya menemukan jam tersebut, kami malah menemukan muntahan, makanan, kotoran, dan sesuatu yang tidak ingin saya sebutkan.
Saya pergi ke manager dan memprotes hal tersebut, dan baru saya mengetahui ternyata kolam bola hanya dibersihkan satu kali setiap bulannya.
Saya bahkan ragu kalau hal itu juga dilakukannya.
Anak2ku tidak akan pernah bermain lagi di kolam bola manapun.
Beberapa di antara pembaca mungkin bukan orang tua, tapi mungkin anda punya keponakan, cucu, atau berteman dengan anak-anak.

4. Saya termasuk yang agak keberatan anak_anak bermain mandi bola.
Tahun 1998 ketika kita tinggal di Plano , Texas ada beberapa kejadian anak2yang main mandi bola di restoran/ mall digigit Rattler Snake yang nggak keliatan telah bertelur dan beranak pinak dibawah bola-bola tersebut.
Belum lagi kejadian yang digigit serangga dll.
Kan masih banyak tempat bermain anak yang safe. misalnya Taman Bermain..

5. Seorang anak kecil lainnya telah bermain di kolam bola Burger King dan mulai mengeluh lengannya terluka.
Dia juga meninggal kemudian. Ditemukan bahwa dia mendapat gigitan ular di sekitar lengan dan pantatnya.
Ketika mereka membersihkan kolam bola itu, mereka menemukan sarang ular berbisa di dasar kolam bola tersebut.
Anak kecil itu telah menderita sejumlah gigitan dari ular2 yang sangat berbisa.

Semoga dengan membaca artikel ini para orang tua bisa lebih cermat lagi dan berhati-hati dalam memilihkan permainan untuk buah hati mereka, khususnya saat sedang bermain di tempat umum. Tolong bagikan juga kisah ini pada yang lain agar mereka juga memahami bahaya mandi bola. Selamatkan anak, ponakan, sepupu, atau cucu kita dari bahaya permainan mandi bola ini. Semoga bermanfaat untuk kita semua.


SHARE ARTIKEL