Sulitnya Mencari Jodoh di Jepang, Apa Penyebabnya?

Penulis Unknown | Ditayangkan 24 Jun 2015



Jepang dikenal dengan negara yang memiliki penduduk yang sangat giat bekerja. Namun, beban kerja yang berat menyebabkan penduduk Jepang, baik pria maupun perempuan dewasa menjadi sulit untuk menemukan jodohnya, walaupun sebagian besar dari mereka menginginkan untuk menikah.

Sulitnya Mencari Jodoh di Jepang, Apa Penyebabnya?

Laporan dari Pemerintah Jepang menunjukkan tingkat kelahiran yang rendah di Negeri Sakura tersebut. Pemerintah pun telah melakukan survei terhadap kaum pria dan wanita yang berusia antara 20 – 30 tahun.

Dari hasil survey, didapatkan 54,1 persen responden mengaku hidupnya lebih baik jika menikah dan sebanyak 14 persen menginginkan ingin segera menikah. Sebaliknya, 29,4 persen responden menyatakan tidak perlu segera menikah, dan sisanya 1,7 persen mengatakan bahwa menikah tidak penting.

Dari responden yang menyatakan setuju untuk menikah, mereka mengatakan kesulitan untuk mendapatkan pasangan hidupnya. Alasannya bermacam-macam, mulai dari kesibukan bekerja, ingin mengejar karir, atau ingin menyelesaikan pendidikan dulu.

Pemerintah Jepang pun tak tinggal diam dan turut berupaya untuk menaikkan kembali angka kelahiran di Negeri Sakura tersebut. Pasalnya, angka kelahiran yang rendah akan menyebabkan Jepang bisa kehilangan generasi di masa depan.

Saat ini Jepang memasuki periode usia tua, di mana presentase jumlah penduduk yang berusia lanjut lebih banyak jika dibandingkan dengan usia produktif.

SHARE ARTIKEL