Allahu A’lam, Rahasia Allah Dibalik Sebuah Peristiwa

 27 Mar 2015  Unknown
Allahu A’lam, Rahasia Allah Dibalik Sebuah Peristiwa
Allahu A’lam, Hanya Allah yang Tahu

Arti Dibalik Sebuah Peristiwa

Musibah dalam Hidup Manusia

Terkadang kita teramat sangat sedih dan frustasi ketika sebuah musibah menimpa dalam hidup kita. Tak jarang pula kita marah pada keadaan dan mencari-cari kesalahan mengapa musibah itu bisa datang menimpa kita. Hingga tak sedikit diantara kita bahkan berburuk sangka dan marah kepada Allah karena memberikan musibah yang terlalu berat pada kita. Sesungguhnya dibalik semua peristiwa dan musibah yang terjadi pada manusia, tidak lain hanyalah karena Allah ingin menguji kita dan hanya Allah pula yang tau maksud dari sebuah peristiwa tersebut.

Kisah Raja Dzalim dan Raja Bijaksana

Pada suatu waktu, Rasulullah SAW berkisah. Pada zaman dahulu, pernah ada seorang raja yang sangat dzalim. Hampir semua orang pernah merasakan kedzalimannya. Hingga pada suatu hari, raja dzalim ini menderita penyakit yang sangat berat. Seluruh tabib kerajaan dikumpulkan dan diperintahkan untuk dapat menyembuhkan sang raja di bawah ancaman sebuah pedang. Namun, sayangnya tak ada seorang tabib pun yang berhasil untuk menyembuhkan sang raja.

Sudah banyak tabib yang berusaha menyembuhkan penyakit sang raja, namun raja tak kunjung sembuh juga. Hingga akhirnya, ada seorang Rahib yang mengatakan bahwa penyakit sang raja hanya bisa disembuhkan dengan memakan sejenis ikan tertentu. Namun sayang, ikan itu hanya akan muncul ke permukaan pada musim tertentu, dan saat itu bukanlah musimnya.

Meskipun menyadari bahwa saat itu bukanlah musim ikan itu muncul ke permukaan, tapi betapa gembiranya raja mendengar kabar itu. Maka, disuruhnya semua orang untuk mencari ikan tersebut. Sungguh di luar dugaan alias aneh bin ajaib, ternyata ikan itu begitu mudah ditemukan. Dan raja pun akhirnya sembuh dari penyakitnya.

Di lain waktu dan tempat, ada seorang raja yang bijak. Ia sangat terkenal karena kebijakannya itu. Ia juga sangat dicintai oleh rakyatnya. Pada suatu hari, raja yang bijaksana itu jatuh sakit. Dan tabib yang memeriksanya menyimpulkan bahwa sang raja hanya bisa sembuh jika memakan ikan tertentu. Dan kebetulan, saat itu adalah musim di mana ikan jenis itu biasanya muncul ke permukaan laut. Mereka yang mendengar kabar itu merasa sangat optimis bahwa rajanya akan segera sembuh dari penyakitnya dan pulih seperti sediakala.

Namun, yang terjadi tak seperti yang dibayangkan. Benar-benar diluar dugaan. Ikan yang seharusnya banyak dijumpai di permukaan laut pada musimnya, justru tidak ada satupun yang nampak. Pihak kerajaan sampai mengirim para ahli selam untuk mencari ikan tersebut. Tetap saja tak satupun dapat ditemukan. Hingga akhirnya, sang raja pun tak dapat disembuhkan dan kemudian meninggal.

Dikisahkan para malaikat pun kebingungan dengan peristiwa itu. Akhirnya mereka menghadap Allah dan bertanya, “Ya Tuhan kami, apa sebabnya Engkau menggiring ikan-ikan itu sehingga raja yang dzalim itu selamat, sementara pada waktu raja yang bijaksana itu sakit, Engkau menyembunyikan ikan-ikan itu ke dasar laut sehingga akhirnya raja yang baik itu meninggal?”

Allah pun berfirman, “Wahai para malaikat-Ku, sesungguhnya raja yang dzalim itu pernah berbuat suatu kebaikan. Karena itu kubalas kebaikannya itu, sehingga pada waktu dia menghadap-Ku, tidak ada lagi kebaikan sedikitpun yang dibawanya. Dan Aku akan tempatkan ia pada neraka yang paling bawah…!”

“Sementara raja yang baik itu pernah berbuat salah kepada-Ku, karena itu aku hukum dia dengan menyembunyikan ikan-ikan itu, sehingga nanti dia akan datang menghadap-Ku dengan seluruh kebaikannya tanpa ada sedikitpun dosa padanya, karena hukuman atas dosanya telah Ku tunaikan seluruhnya di dunia…!”

Hikmah-hikmah

Dari kisah Rasulullah SAW di atas, ada beberapa hikmah pelajaran berharga yang dapat kita ambil.

Hikmah Pertama : Ada kesalahan yang hukumannya langsung ditunaikan Allah di dunia ini juga, sehingga dengan demikian, di akhirat nanti dosa itu tidak diperhitungkan-Nya lagi. Keyakinan akan hal ini dapat menguatkan iman kita bila sedang tertimpa musibah.

Hikmah Kedua : Jangan terlena terlebih dahulu jika kita merasa tidak pernah mendapatkan musibah dari Allah. Karena bisa jadi Allah ‘menghabiskan’ celengan atau tabungan amal kebaikan kita selama di dunia. Keyakinan akan hal ini dapat menjaga kita untuk tidak terbuai dengan lezatnya kenikmatan duniawi sehingga melupakan urusan akhirat.

Hikmah Ketiga : Musibah yang menimpa seseorang belum tentu karena orang itu telah berbuat kesalahan. Keyakinan ini kan dapat mencegah kita untuk tidak berprasangka buruk dan menyalahkan orang tersebut. Justru kita harus membantu meringankan beban penderitaannya.

Hikmah Keempat : Wallahu A’lam… Hanya Allah yang tau maksud dan arti dari sebuah peristiwa yang terjadi pada manusia. Kita sebagai manusia hanya harus selalu memiliki prasangka baik kepada Allah. Karena, apa yang menurut manusia baik, belum tentu baik di mata Allah, dan apa yang menurut manusia buruk, belum tentu pula buruk di mata Allah. Allah selalu memiliki maksud dibalik setiap peristiwa dan musibah yang Ia berikan kepada manusia. Mungkin manusia sulit mengerti akan hal ini. Karena pada dasarnya ilmu manusia itu terbatas, sedangkan ilmu Allah tak ada batasnya.

Semoga dengan membaca kisah di atas sobat wajibbaca.com bisa mengambil hikmah yang terkandung di dalamnya. Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik dan dicintai oleh Allah SWT. Amiin…