Bukan Dicubit Setan, Ini 6 Alasan Tubuh Tiba-Tiba Memar! Anda Perlu Waspada

Komentar

Timbul memar tanpa sebab, waspadalah. (mediskus.com)

Memar yang muncul pada tubuh tanpa tahu penyebabnya tersebut seringkali dianggap biasa, bahkan terdapat mitos yang menyebutkan jika hal tersebut karena dicubit setan.

Namun Anda juga perlu waspada, karena hal tersebut bisa jadi tanda penyakit berbahaya.

Apakah Anda sering mengalami memar? Memar atau bercak berwarna biru lebam biasa muncul pada tubuh jika mengalami benturan.

Namun bagaimana jika memar muncul tiba-tiba padahal tidak mengalami benturan? Ada yang mengatakan hal tersebut adalah dicubit setan.

Ternyata memar tanpa sebab ini tak bisa dianggap enteng loh. Bisa jadi, bekas yang tertinggal tersebut mengindikasikan risiko yang serius jika tidak tertangani.

Pada dasarnya, memar biru yang tiba-tiba muncul di tubuh bisa jadi karena gejala penyakit lain atau terkena Purpura Simplex.

Purpura simplex disebabkan adanya penggumpalan darah akibat pecahnya dinding pembuluh darah. Purpura simplex lebih sering terjadi pada wanita akibat pengaruh hormonal.

Memar biru pun bisa muncul di bagian paha, tungkai kaki serta lengan.

Purpura simplex nggak hanya terjadi saat kita kelelahan. Jika kita suka mengonsumsi obat jenis aspirin, warfrafin, clopidogrel dan prasurgel juga berpengaruh pada peredaran darah.

Keempat obat tersebut dapat meningkatkan peredaran darah. Sehingga derasnya aliran darah membentuk bercak biru di tubuh kita. Biasanya purpura simplex nggak menyebabkan efek samping.

Meski begitu, penyakit ini tetap harus diwaspadai. Terlebih jika muncul keluhan lain seperti flu, demam dan sakit.

Jika terjadi, kamu harus segara berkonsultasi dengan dokter ahli penyakit dalam. Sebab bisa jadi bukan purpura simplex yang muncul, melainkan penyakit lain. Hal ini seperti yang dikatakan ahli Hermatologi, David John Kuter, MD, Dphil.

Namun selain akibat tersebut, ada beberapa pemicu lain sehingga memar bisa tiba-tiba muncul, seperti dilansir dari berbagai sumber.

1. Kekurangan Vitamin

Beberapa vitamin berperan penting dalam membuat darah, menutup luka dan menyembuhkan luka.

Kekurangan vitamin tersebut dalam jumlah sedikit mungkin tidak menimbulkan gejala apa pun, tetapi jika terus berlanjut, mulai muncul gejala, termasuk memar di tubuh.

Vitamin B12 bersama dengan folat membuat DNA sel darah merah. Kekurangan vitamin ini membuat memar terlihat jelas dibanding biasanya.

Vitamin K juga penting dalam pembekuan darah, sehingga jika kekurangan bisa membuat pembuluh darah bocor dan tampak di permukaan kulit sebagai memar.

Sementara itu, kekurangan vitamin C ternyata juga membuat pembuluh darah lemah dan mudah mengalami memar.

2. Waspada Hemofilia

Bercak biru atau memar atau lebam bisa hilang tanpa diobati.

Namun, lebih baik anda waspada jika bercak biru sering muncul disertai gejala seperti demam, terutama bila kondisi ini terjadi pada bayi dan anak-anak. Bisa jadi itu gejala hemofilia.

Darah pada pasien hemofilia tidak dapat membeku secara normal. Proses pembekuan darah terjadi tidak secepat pada orang normal.

Mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk proses pembekuan darah ketimbang orang normal akibat sel darah tidak bisa membeku dengan cepat.

Penderita hemofilia kebanyakan mengalami perdarahan di bawah kulit seperti luka memar. Terutama jika mereka mengalami benturan, meskipun hanya benturan ringan.

BACA JUGA: Wanita Ini Divonis 18 Bulan Penjara Karena Protes Volume Azan, Begini Kronologi Kejadian

Bercak biru seperti memar juga bisa timbul sendiri jika pasien melakukan aktivitas berat dan menguras tenaga.

Perdarahan ini berbahaya jika terjadi pada bagian tubuh yang vital, misalnya otak.

3. Angkat Beban

Olahraga berlebihan bisa jadi penyebab memar yang tidak bisa dijelaskan.

Tekanan atau stres juga dapat membuat pembuluh darah robek dan pecah.

Olahraga angkat beban yang terlalu intens juga dapat menyebabkan robekan di pembuluh darah sehingga muncul memar.

Kondisi tersebut tidak memerlukan bantuan dokter, kecuali jika dibarengi dengan rasa nyeri atau memar tak hilang dalam jangka waktu lama.

4. Stres Dan Kelelahan

Beberapa hal dapat menyebabkan penggumpalan darah. Yang paling mudah yakni trauma atau benturan secara fisik.

Tapi, tak menutup kemungkinan penggumpalan berlangsung lantaran faktor lain.

Banyak orang yang mengaku mengalami bercak biru jika sedang stres, terlalu lelah atau karena alergi.

Untuk mengatasinya, ya dikurangi saja tingkatan stresnya atau perbanyak istirahat.

5. Akibat Kekurangan Trombosit

Salah satu penyebab timbulnya bercak biru pada kulit adalah jumlah dan kondisi sel keping darah atau trombosit yang kurang baik.

Trombosit turut berperan dalam proses pembekuan darah. Sel darah yang sangat kecil ini bisa diibaratkan sebagai sumbat yang bertugas menutup setiap kebocoran yang terjadi pada pembuluh darah.

BACA JUGA: Astagfirullah! Pria Ini Tega Cabuli Calon Istri Anaknya 10 Kali, Alasannya Bikin Geram

Jumlah normal Trombosit dalam tubuh adalah 150 ribu hingga 400 ribu per milimeter kubik. Jika jumlahnya di bawah angka tersebut, disebut trombositopenia.

Orang yang mengalami trombositopenia sangat rentan mengalami bercak biru dan memar.

Gejala klinis yang biasa dijumpai berupa perdarahan tiba-tiba seperti bintik kemerahan bagai digigit nyamuk, lebam kebiruan, mimisan, sampai yang paling berat adalah perdarahan di otak.

Meski demikian, gejala berat seperti mimisan dan perdarahan di otak sangat jarang terjadi.

6. Kelainan plasma dan diabetes

Kelainan pada plasma juga bisa sebabkan memar muncul tanpa sebab. Parahnya, penyakit lain seperti diabetes juga bisa menyusul. Pengaruh negatif pada proses sirkulasi darah yang dibawa diabetes bisa menyebabkan memar, tanda ini biasanya jadi gejala pada tahap awal.

Jika memar ini dibiarkan maka ia bisa semakin menjadi-jadi dan timbul gejala lain, seperti sering merasa haus, luka yang lambat sembuh, penglihatan kabur, hingga bintik putih yang muncul di kulit.

Nah, itulah penyebab memar-memar tanpa sebab yang sering ditemukan di bagian tubuh tertentu.

Sebaiknya jika tidak hilang dalam jangka waktu tertentu, cobalah menghubungi dokter karena hal tersebut bisa saja bisa berakibat buruk untuk kesehatan Anda.
Top