Cukup Bikin Orang tua Ketar Ketir, 7 Hal Soal Pertumbuhan Anak ini Tenyata Mitos

Komentar

Foto via merdeka.com

Dari nonton tv terlalu dekat bisa sakit mata hingga si kecil diam yang berarti baik-baik saja

Orangtua yang baru menjadi ibu atau ayah, biasanya haus sekali dengan informasi tentang mendidik anak, hingga salah satu jalan ya bertanya pada orangtua mereka yang lebih berpengalaman. 

Tak jarang informasi yang diberikan itu hanya mitos dan sampai saat ini dipercayai. Karena ini faktanya

Biasanya, para orang tua baru ini akan haus informasi tentang pertumbuhan sekaligus cara mengasuh anak. Dalam hal ini mereka akan banyak bertanya kepada keluarga atau teman yang dianggap baik dan sudah memiliki anak terlebih dahulu.

Baca juga : Tak Melulu Negatif, Pengaruh Mertua dan Orang Tua Seperti ini Malah Baik Sekali

Namun, di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya tradisional, masih kental dengan budaya atau kepercayaan leluhur terdahulu dalam mengasuh anak. Tidak boleh ini-itu, harus begini-begitu.

Kepercayaan itu adakalanya sekadar mitos yang tidak terbukti kebenaran, fakta, dan sumbernya.

Karena itu, sebelum memercayai berbagai omongan tersebut, ada baiknya mencari tahu dulu kebenarannya.

Berikut beberapa mitos seputar pertumbuhan anak dan fakta sebenarnya yang dirangkum dari alodokter.

1. Mitos: Si Kecil diam berarti dia baik-baik saja

Fakta: Menangis merupakan salah satu cara bayi untuk berkomunikasi, menyatakan ketidaknyamanan, atau menginginkan sesuatu.

Namun, dibutuhkan banyak energi untuk mengeluarkan suara tangisan yang kencang dan bayi yang sakit justru cenderung pasif dan tidak banyak bergerak.

2. Mitos: Kafein dapat memperlambat pertumbuhan anak

Fakta: Memberikan kafein pada anak kecil memang punya beberapa efek samping, tetapi tidak termasuk menghambat pertumbuhan anak.

Jika terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein, Si Kecil kemungkinan jadi mudah marah, sakit perut, jantungnya berdegup kencang, tekanan darahnya naik, susah tidur, sakit kepala, dan gelisah.

Baca juga : Sudah Besar Masih Minum Asi, Bagaimana Ibu Membayar Hutang Puasanya?

3. Mitos: Alat bantu berjalan (baby walkers) membantu Si Kecil belajar jalan

Fakta: Menurut American Academy of Pediatrics, baby walkers sebenarnya berbahaya.

Si Kecil bisa celaka karena dia tidak bisa melihat kakinya sendiri ketika menggunakan baby walkers.

Selain itu, otot-otot Si Kecil dirasa belum siap untuk melakukan aktivitas atau bergerak dengan baby walkers.

4. Mitos: Jangan khawatir jika Si Kecil terlambat bicara, nanti juga bisa

Fakta: Segera minta bantuan kepada dokter atau ahli tumbuh kembang anak jika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda terlambat bicara. Penanganan dini dapat membantu menentukan apakah Si Kecil memiliki masalah tumbuh kembang dan bagaimana menanganinya.

5. Mitos: Susu formula sama bagusnya seperti ASI

Fakta: Air Susu Ibu (ASI) jauh lebih unggul, tidak bisa ditiru, dan tidak tergantikan.

ASI mengandung nutrisi pertumbuhan yang dibutuhkan manusia, sedangkan susu formula yang berasal dari sapi mengandung nutrisi yang berbeda.

Selain itu, nutrisi dan antibodi dalam ASI sangat unik, serta menyesuaikan dengan perkembangan fisik dan mental Si Kecil.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan pemberian ASI sebagai pilihan terbaik.

Baca juga :
Amalan yang Dibaca Saat Bayi Baru Lahir, Agar Terhindar dari Godaan Setan

6. Mitos: Nonton TV terlalu dekat tidak baik untuk mata

Fakta: Sejauh ini, belum ada bukti yang mengungkapkan jika menonton televisi terlalu dekat bisa membuat mata jadi rusak atau buta.

American Academy of Ophthalmology (AAO) mengatakan jika mata anak-anak bisa benar-benar fokus tanpa merasa kelelahan, beda dengan orang dewasa.

Namun, kebiasaan menonton televisi terlalu dekat bisa menjadi pertanda jika Si Kecil menderita rabun jauh.

7. Mitos: Sengaja menjulingkan mata bisa membuat mata juling selamanya

Fakta: Mata tidak akan juling jika Si Kecil menjuling-julingkan matanya..

Namun, jika Si Kecil terus-menerus menjulingkan matanya atau posisi mata terlihat juling meskipun Si Kecil tidak dengan sengaja melakukannya, disarankan untuk menemui dokter mata agar mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Top