Jalan di Singapura yang Tidak Macet Saja Peredaran Mobil Baru Ditutup, Indonesia Kapan?

Komentar

Kapan Indonesia juga akan seperti ini?

Kondisi jalanan di Singapore, tidak macet, populasi mobil pribadi sangat jarang aja mau menghentikan peredaran Mobil baru... Indonesia ngakunya aja sebagai Bangsa yg besar.

Pemerintah Singapura mengeluarkan kebijakan baru yang cukup mengejutkan. Mereka berencana menekan pertumbuhan mobil hingga nol persen pada Februari 2018. Ini karena pemerintah mulai khawatir terkait jumlah lahan yang berbanding terbalik dengan pertumbuhan mobil.

Baca juga : Vidio: Detik-Detik Mengerikan Gadis ini Tersambar Petir Diduga Payung itu Penyebabnya

12 persen dari total area Singapura habis untuk jalanan.

Land Transport Authority (LTA) Singapura mengeluarkan pernyataan resmi bahwa kuota sertifikat mobil untuk November 2017 hingga Januari 2018 adalah 25.913 mobil. Sejak 31 Desember 2016, pertumbuhan mobil yang diizinkan adalah 0,25 persen per tahun.

Namun, mulai Februari 2018, Singapura akan melarang adanya pembelian mobil oleh warganya. Artinya, setiap orang yang ingin membeli mobil harus menunggu orang lain yang menyerahkan sertifikat mobilnya. Kebijakan ini harus diambil karena persoalan lahan.

Pasalnya, 12 persen dari total area negara yang berpenduduk 5,6 juta ini habis untuk dibangun jalan. "Dengan mempertimbangkan keterbatasan lahan dan kebutuhan yang saling mendesak, ada kesempatan terbatas untuk ekspansi jaringan jalan," tulis LTA.

Baca juga : Kisah Bapak Penghulu ini Nikahkan Para Calon Pengantin Pada Waktu-Waktu Aneh

Dikutip dari The Guardian, perlu biaya yang sangat tinggi untuk mendapatkan sertifikat sebuah mobil yang berlaku hingga 10 tahun. Misalnya, warga perlu merogoh kocek hampir Rp 500 juta untuk bisa memiliki izin membeli mobil.

Pada akhir 2016, ada lebih dari 600.000 kendaraan pribadi yang beroperasi di Singapura. Jika tak segera ditangani, jumlah mobil akan membludak dan menyebabkan kemacetan, kecuali pemerintah membangun jaringan jalan baru.

Pilihan itu tak bisa diambil mengingat kebutuhan lain, seperti perumahan dan ruang terbuka, juga tinggi. Alhasil, ketika tak boleh ada lagi pertumbuhan mobil pribadi pada 2018, pemerintah Singapura berjanji meningkatkan jumlah dan kualitas transportasi publik. Mereka menegaskan akan meninjau kembali kebijakan tersebut pada 2020.
Top