Siswa Ini Tewas Diadu Seperti Binatang Dengan Teman-temannya, Ibunya Bikin Surat Minta Jokowi Usut Kasusnya

Komentar


KEPADA BAPAK PRESIDEN YANG SAYA HORMATI

Hari demi hari adalah siksaan buat saya yang menginginkan keadilin untuk penghilangan nyawa anak saya PAK PRESIDEN...

Kasus kekerasan pelajar kembali terjadi baru-baru ini.

Kekerasan ini mengakibatkan korban meninggal bernama Hilarius Christian Event Raharjo, siswa kelas 10 SMU Budi Mulia, Bogor.

Mirisnya, kasus kekerasan yang terjadi seperti disengaja

Siswa dari dua sekolah yaitu SMU Budi Mulia dan SMU Mardi Yuana mengadu dua anak untuk berkelahi.

Salah satu ada yang diadu berkelahi adalah Hilarius Christian Event Raharjo.



Menurut ibunya, Hilarius kemungkinan meninggal beberapa saat setelah perkelahian itu terjadi.

Perkelahian itu terjadi di lapangan SMU Negeri 7 Indrapasta Bogor.

Ibu Hilarius bernama Maria Agnes berkata, "HILARIUS di adu spt binatang di arena sorai sorai anak MY dan BM."



Karena merasa tak tahu harus mengadu kepada siapa lagi, Maria Agnes lantas membuat postingan yang menjelaskan kronologi kekerasan yang dialami anaknya itu.

Maria Agnes juga menyebutkan nama Presiden Jokowi untuk mengusut tuntas kasus kekerasan tersebut.

Maria Agnes mengunggah postingannya pada 12 September 2017.



Berikut ini cerita selengkapnya dari Maria Agnes :

"Kepada Bpk Presiden RI JOKO WIDODO yg saya hormati...

Salam sejahtera buat bpk sekeluarga dan seluruh rakyat Indonesia.

Bpk..sy adalah seorang ibu biasa dari kota Bogor yg biasa bpk kunjungi...sy tinggal di dekat istana batutulis bogor...

Bpk..ijinkan sy mengadu dan bicara apa adanya tentang kekerasan yg merenggut nyawa anak saya Hilarius Christian Event Raharjo kls 10 di sklh SMU BUDI MULIA jl kapt Muslihat bogor lingkungan gereja Katedral Bogor..

dan siswa yg membunuh anak sy adlh siswa SMU MARDI YUANA jl Sukasari bogor lingk gereja katolik Santo Fransiskus Asisi....

Hari demi hari adalah siksaan buat sy yg menginginkan KEADILAN UTK PENGHILANGAN NYAWA ANAK SY PAK PRESIDEN...

Iya Pak...sy terhalang oleh hati sy yg tersiksa oleh syarat autopsi yg harus di lakukan terhadap anak sy yg sehat walafiat dibunuh...dan hrs di siksa lg dgn Autopsi...

bukankah sy berhak utk menolak Autopsi...

Tapi sy inginkan supaya semua pelaku nya di hukum....

KARENA ADA 50 ORG LEBIH YG MENONTON ANAK SY DISIKSA SAMPAI SAKRATUL MAUT YG DI VIDEOKAN OLEH SISWA2 SKLH KATOLIK TSB DLM WKT HANYA BEBERAPA MENIT...

Kenapa anak sy setelah meninggal hrs di siksa lg Pak Presiden?

HILARIUS di adu spt binatang di arena sorai sorai anak MY dan BM...

Meninggal sebentar krn dlm kondisi jatuh ditarik kakinya di injak ulu hati nya...

Jantung nya di injak...mata memutih...

Hila berusaha bangun dan saat Sakratul Maut kejang2...di pukul di bagian kepala 6 kl pukulan di kepala dan Hila meninggal di tkp...di lapangan smu negeri 7 indrapasta bogor...

Atas suruhan promotor dari MY DO an utk pukul Hila yg blm KO kt nya....

Saat Hila ingin mundur tdk mau berkelahi...pinggang Hila di tendang oleh ketua osis BUDI MULYA yg saat itu menjabat...

Hingga Hila meninggal dlm hitungan detik atau beberapa menit....dan mrk pelakunya ini tidak di hukum Pak....hanya yg saat itu sdg berkelahi saja yg di keluarkan dari sklh...

Sementara promotor acara BOM BOM AN dr DO an BUDI MULYA ini msh bebas berkeliaran tak ada tanggung jawab secara moral...hanya uang pemakaman saja...

Bpk Presiden...sy memohon Pak...spy ada penyempurnan peraturan hukum utk kekerasan yg mengakibatkan tunas bangsa harapan negara dan orang tua nya....nyawa nya hilang tanpa belas kasih...

Biar mereka pembunuhnya masih di bawah umur...tapi akibatnya tetap sama....hilang nyawa org lain....

Sy sedih dan hancur Bpk Presiden...Mohon Bpk membantu sy utk solusi keadilan...."

Komentar netizen pun mulai membanjiri status yang di bagikan :







Top