Dalam Waktu yang Singkat, Warga Etnis Muslim Rohingya Di Myanmar yang Tewas Ternyata Sebanyak Ini

Miris! kasihan sekali yang terjadi pada warga ang ada di negara myanmar ini jadi sasaran militer yang sedang mencari teroris.

Banyak warga yang tewas di tempat kejadian, karena desanya di bumi hanguskan oleh para militer tersebut. Dimana warga yang tinggal disana mayoritas beragama islam semua. Sangat disayangkan dengan kejadian yang menimpa warga ini.


umatuna

Apalagi jumlah etnis Muslim Rohingya yang tewas di Myanmar jauh lebih banyak ketimbang yang dirilis pemerintah Aung San Suu Kyi. Menurut lembaga aktivis Rohingya di Eropa, European.

Sebagaimana yang di kutip dari kumparan, juru bicara ERC Anita Schug kepada kantor berita Turki Anadolu Agency mengatakan antara 2.000 dan 3.000 Muslim Rohingya terbunuh di negara bagian Rakhine hanya dalam waktu tiga hari, dari Jumat hingga Minggu lalu.

Pembantaian ini dilakukan tentara Myanmar dengan dalih mencari kelompok teroris Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA) yang menyerang pos-pos militer Jumat lalu.

Tentara Myanmar menembaki dan membunuhi warga Rohingya, tidak peduli pria, wanita, anak-anak, bahkan bayi. Desa-desa mereka dibumihanguskan, membuat mereka menggelandang tidur tanpa atap.

Baca Juga :   Keluarga Muslim Penjaga Perdamaian Diantara Enam Denominasi Di Gereja Yerusalem

"Ini [Situasi di Rakhine] adalah genosida yang membakar perlahan," kata Schug. Dia mengatakan, pada Minggu hampir 1.000 Rohingya terbunuh di desa Saugpara, distrik Rathedaung saja. Ratusan warga Rohingya dari desa Auk Nan Yar juga dicokok oleh militer
pada Rabu lalu, Schug mengkhawatirkan keselamatan mereka.

Sementara ada lebih dari 100 ribu warga Rohingya yang terusir dari Rakhine. Sebanyak 2.000 di antara mereka berada di perbatasan Myanmar-Bangladesh untuk mencari selamat.

Jumlah korban yang diperoleh ERC tidak bisa dikonfirmasi. Namun sumber aktivis lainnya, salah satunya dikutip al-Jazeera, mengatakan korban tewas mencapai 800 orang, tetap jauh lebih banyak dari angka yang diberikan pemerintah.

Aung San Suu Kyi dalam pernyataannya mengatakan angka kematian akibat kekerasan di Rakhine sejak Kamis malam hanya 96 orang, kebanyakan teroris Rohingya, 12 di antaranya aparat keamanan.


Top