Pusing Dengan Tingkah Anak Kita Yang Over Aktif, Baca Kisah Bunda Ini Anda Akan Lebih Bersyukur

Komentar


Setiap orang tua pasti akan merasakan pusing, binggung atau bahkan kewalahan saat si buah hati mulai tumbah ke masa kanak-kanak, apalagi si kecil mulai banyak mengeksplor lingkungannya dan mulai penasaran dengan apa yang di lihatnya.

Seperti yang di bagikan bunda yang satu ini ia menceritkan bagaiamana aktifnya si kecil yang ternyata ini bisa menjadi pertanda bahwa anak anda memiliki kecerdasan lebih di bandingkan anak seusia anda. berikut kisahnya:

Kejadian ini membuat saya merenung dan coba menyimpulkan bahwa mungkin banyak orangtua yang sedang 'kewalahan' menghandle aktifnya si kecil, atau mungkin juga orangtua yang stok sabarnya mulai menipis melihat tingkah laku si kecil yang biasanya menggemaskan menjadi tampak menyebalkan.

Benarkah?? Adakah yang merasakan seperti itu?? (wahh, nampaknya banyak yang senyum ingin angkat tangan. Hehehe)

Baik, izinkan saya berbagi pengalaman terkait anak aktif. Setiap ada orangtua yang konsultasi dan mengatakan "Mbak, anak saya aktif banget, ngga mau diem, adaa aja yang dilakukan, banyak banget nanya. Jadinya rumah ngga pernah rapi. Sering bikin saya kesel juga, apalagi saat saya capek, yaa akhirnya saya sering kelepasan emosi deh. Gimana yaa mbak?"

Selalu saya jawab "Waah.. Selamat bun.. Alhamdulillah.. Keren tuh, berarti Allah titipkan anak yang cerdas untuk bunda arahkan dan maksimalkan potensinya"

Dan bisa ditebak, wajah lawan bicara saya mendadak jadi bingung. "Kok bisa keren dan cerdas mbak? Wong jelas-jelas anak saya secara akademis ngga menonjol"

Nah.. Ini topik yang akan kita bahas saat ini.

Ayah Bunda hebat, Subhanallah.. Maha sempurna Allah menciptakan kita dengan sebaik-baik penciptaan. Jujur, saya terperangah saat dulu pertama tahu informasi ini melalui banyak training dan penelitian yang kemudian saya kaji ulang dengan study case, pengamatan dan penanganan saat sesi terapi, hikmah tentang anak yang aktif. Anak yang paling sering di judge nakal dan susah diatur.



Tahukah? Ternyata saat anak banyak bergerak, secara otomatis imunitas tubuhnya meningkat dan alamiahnya anak jadi ngga mudah sakit, kalo toh pun sakit mungkin flu, batuk biasa. Tapi jarang sekali kan anak kecil sakit stroke, diabetes, kanker dan penyakit-penyakit lain yang mengerikan?

Karena itu tadi, Allah ciptakan naluriah anak untuk banyak gerak agar si anak jadi sehat. Sedangkan anak yang mulai dibatasi geraknya,

dikondisikan untuk selalu diem dan duduk anteng akhirnya mulai punya keluhan kesehatan. Karena makanan yang dia konsumsi tidak diolah menjadi energi. Sebenarnya pola ini juga berlaku untuk kita yang dewasa, coba kita renungkan kembali. Saat kita banyak kegiatan, aktif, ngga cuma duduk anteng aja, biasanya kita jauh lebih sehat. Terlebih jika kita bisa menikmati semua kegiatan kita, bonusnya tidak hanya sehat, tapi juga bahagia.

Mungkin ini salah satu penyebab kenapa kebanyakan orang saat bertambah usianya, aktivitas fisiknya semakin menurun. Jadi lebih malas bergerak, bisa jadi karena pengkondisian lingkungan kita yang bilang "diem aja ya.. Jangan nakal". Dan pada dasarnya semua anak tidak mau dilabelin nakal, akhirnya manut pasrah deh. Keinginan untuk mengexplore banyak hal jadi stag biar ngga disebut nakal.

Trus selain kesehatan, ada lagi manfaat anak aktif? Yap, anak yang aktifitas motoriknya baik, cenderung lebih cerdas dan kreatif. Karena saat anak berkegiatan aktif, impuls saraf otaknya pun bekerja aktif. Ini membuat anak jadi lebih cerdas dalam menangkap dan mengolah informasi di sekitarnya. Anak yang rasa ingin tahu-nya tinggi dan suka berexperimen, menunjukkan bahwa kognitif-nya bekerja dengan baik. Karena aktifitas motorik sangat membantu fase perkembangan kognitif dan mental anak. Justru saya selalu mewanti-wanti jika melihat orangtua lebih senang dengan anaknya yang anteng, pasif dan lebih banyak diam.

Yang perlu digaris bawahi adalah kecerdasan disini bukan melulu angka diatas kertas putih yaa.. Tapi banyak aspek kecerdasan lain.



Coba deh kita perhatikan lagi dengan hati yang lembut, anak yang aktif insyaallah kreatif. Kreatif bikin sesuatu, kreatif berimajinasi, bahkan kreatif menemukan banyak solusi. Dan satu hal, mentalnya cenderung lebih tangguh dibandingkan anak-anak yang pasif. Ini sangat penting dimiliki putra-putri kita sebagai bekal dia mendewasa untuk menjalani kehidupannya kelak.

Pernah nih, ada seorang klien yang berkomitmen untuk mendukung segala proses aktif putrinya. Sampe suatu ketika, dia telp saya dengan suara heboh "Mbaaakk.. Anakku luar biasaa.. Tau ngga? Dia tadi bantuin cuci piring dirumah, pas saya nyapu. Saya cek ke dapur, saya shock berat mbak.. Dia juga nyuci laptop sayaa..

Setelah saya tarik nafas panjang seperti yang selalu mbak sarankan biar emosi mereda, setelah itu saya tanya. Kenapa kok laptopnya di cuci juga? Dan mbaak, dengan polosnya dia bilang, "aku kan bantu mama.. " aduh mbak, rasanya pengen tak marahin. Tapi saya inget lagi, harga sebuah laptop jauh lebih murah dari pada harga yang harus dibayar ketika anak saya jadi ngga cerdas, ga berkembang, trauma, ngga kreatif, ngga PD, ngga berani mencoba hal baru, ngga tough, dll.. Mental anak saya yang jauhh lebih penting dari hanya sebuah benda"

Seperti ini unggahan yang lebih dari sembilan ribu kali di bagikan:



BACA: Pakai Cincin Permata Demi Gaya Saat Lebaran, Wanita Ini Malah Tertimpa Musibah Pelajaran Untuk Bunda

Allah saja tidak pernah lelah mengurusi kita semua, tidak pernah marah dengan lantas men-stop semua pemberian karuniaNya pada kita. Padahal, kita seriiing banget melupakanNya, sering mengingkariNya, sering menjadi hamba yang nakal. Tapi Allah selalu punya cinta kasih yang tak pernah berujung untuk kita, hambaNya, Semoga bermanfaat.
Top