Niat Shalat Jum'at Lengkap dengan Shalat Sunnahnya Beserta Wirid dan Doa

Shalat Jum'at / Pic source : Humas Jakpus

Sama halnya seperti shalat wajib lainnya, yakni dimana umat Islam diharuskan untuk melaksanakan shalat wajib dari mulai shubuh, dhuhur, ashar, maghrib, dan isya'.

Selain itu ada pula waktu dimana shalat menjadi wajib karena memang istimewa dan tak boleh ditinggalkan sembarangan, apalagi bagi para pria.

Artikel pilihan : Tak Banyak yang Tahu, Ini Waktu untuk Wanita Shalat Dzuhur di Hari Jum'at

Shalat apakah itu?

Seperti diketahui, bahwa shalat jum'at hukumnya wajib, barangsiapa yang meninggalkannya, maka terjerumuslah mereka ke dalam dosa besar.

Dan barangsiapa yang meninggalkan jum'atan atau sholat jum'at sebanyak 3 kali tanpa adanya udzur maka tertutuplah hatinya dan ia termasuk orang-orang yang lalai. Na'udzubillah Mindzaalik.

Pengertian shalat Jum'at


Diketahui bahwa hari raya Idul Fitri dan Idul Adha adalah hari besar bagi umat Islam yang banyak sekali orang merayakannya.

Digelar setiap setahun sekali, ternyata ada satu lagi hari besar Islam yang dirayakan setiap seminggu sekali lho. Lain dari agama lain, hari raya Muslim yang ketiga ini bisa dirayakan setiap akhir minggu.

Ya, tepat di hari Jum'at.

Oleh karena itulah, shalat Jum'at diwajibkan untuk umat Islam khususnya para pria. Lantas, apakah shalat Jum'at itu dan bagaimana cara mengerjakannya?

Shalat jumat adalah Shalat dua rakaat yg dilakukan pada hari jum’at pada waktu masuk shalat dhuhur yang dikerjakan setelah dua khutbah dan diwajibkan oleh setiap kaum laki–laki di seluruh dunia yang sudah baligh atau dewasa dan tidak sakit.

Hukum mengerjakan Shalat Jum’at ini ialah Fardhu ain atau wajib untuk pria yang sehat dan balig sedangkan untuk kaum wanita hanya diwajibkan untuk mengerjakan Shalat Wajib Dhuhur biasa.

Hukum shalat Jum'at


Hukum shalat jumat bagi laki-laki adalah wajib. Hal ini berdasarkan dalil sholat Jumat yang diambil dari Al Qur’an, As-Sunnah dan ijma atau kesepakatan para ulama. Dalilnya adalah surat Al Jumu’ah ayat 9 yang berbunyi,

Hai orang-orang yang beriman, apabila diserukan untuk menunaikan sholat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli."

Sedangkan hadist Nabi yang memerintahkan untuk melaksanakan sholat Jumat adalah dari hadist Thariq bin Syihab yang bunyinya,

Jumatan adalah hak yang wajib atas setiap muslim dengan berjamaah, selain atas empat (golongan), yakni budak sahaya, wanita, anak kecil atau orang yang sakit." (HR. Abu Dawud)

Jadi, hukum shalat Jum’at bagi laki-laki adalah fardhu ‘ain, yakni wajib dilakukan bagi setiap laki-laki. Sedangkan bagi wanita tidak diwajibkan, namun tetap harus melaksanakan sholat Dhuhur.

Hal-hal yang perlu diketahui tentang siapakah yang diwajibkan untuk melakukan sholat Jumat, berikut penjelasannya.

1. Muslim yang sudah baligh dan berakal. Meski anak laki-laki yang belum baligh belum mendapatkan kewajiban untuk melaksanakan sholat Jumat namun hendaknya anak laki-laki yang sudah mumayyiz (berumur sekitar 7 tahun ) maka orang tua atau walinya diminta untuk memerintahkan anak tersebut menghadiri sholat Jumat.

2. Laki-laki. Tidak ada kewajiban melakukan sholat Jumat bagi perempuan. Maka hukum sholat Jumat bagi wanita adalah mubah.

3. Orang yang merdeka, bukan budak sahaya. Pada poin ini, terdapat perbedaan pendapat antar ulama, karena berdasarkan hadist, hamba sahaya atau budak tidak wajib melakukan sholat Jumat.

Dasar pemikirannya adalah karena tuannya sangat memerlukan tenaganya sehingga sang hamba sahaya tidak dapat leluasa melakukan sholat Jumat.

Namun sebagian ulama menyatakan, bila majikannya mengizinkan dirinya untuk melakukan sholat Jumat maka sang hamba sahaya wajib menghadiri sholat Jumat tersebut karena tidak ada lagi uzur yang menghalangi.

Pendapat ini dikuatkan oleh as-Syaikh Muhammad bin Shalih as-‘Utsaimin (Asy-SyarhulMumti’ 5/9).

4. Orang yang menetap dan bukan musafir ( orang yang sedang bepergian ). Dasar pemikirannya adalah ketika Rasulullah SAW dahulu melakukan safar atau bepergian, beliau tidak melakukan sholat Jumat dalam safarnya.

Pun ketika Nabi SAW menunaikan haji wada’ di Padang Arafah ( wukuf ) pada hari Jumat beliau menjama’ sholat dhuhur dan ashar dan tidak melakukan shalat Jumat.

5. Orang yang tidak memiliki halangan atau uzur yang dapat mencegahnya menghadiri shalat Jumat. Apabila orang tersebut memiliki halangan, maka dia hanya wajib melakukan sholat dhuhur saja.

Diantara orang yang memiliki uzur dan diperbolehkan meninggalkan shalat Jumat adalah seseorang yang memiliki tanggung jawab keamanan dan kemaslahatan umat, diantaranya adalah petugas keamanan, dokter dan sebagainya.

6. Orang sakit yang membuatnya tidak mampu menghadiri shalat Jumat dan akan menemui kesulitan untuk melaksanakan bukan sekedar perkiraan, seperti terkena diare misalnya, maka diperbolehkan tidak melakukan shalat Jumat.

Maka bagi yang diwajibkan sholat Jumat sebagaimana di atas namun tidak mengerjakan dengan uzur syar’i, hukum meninggalkan sholat Jumat adalah haram.

"Barang siapa yang meninggalkan shalat jum’at 3 (tiga) kali tanpa sebab maka Allah akan mengunci mata hatinya." (H.R. Malik)

Hadist lain pun menyebutkan

"Barang siapa yang tidak mengerjakan Shalat Jum’at tiga kali karena meremehkannya maka Allah akan mengunci mata hatinya." (H.R. At Tirmidzi).

Cara-cara Shalat Jumat dan Rukun Shalat Jumat


Cara shalat Jumat, rukun shalat Jum'at, dan rakaat shalat Jum'at adalah seperti shalat sunnah 2 rakaat. Perbedaannya adalah di niat seperti yang sudah ditulis di atas dan sebelum memulai shalat, kita mendengarkan dua khutbah yang dilakukan oleh Khatib setelah adzan sholat Jum’at.

Mendirikan shalat Jum'at


Setelah mengetahui tentang apa itu shalat Jum'at dan juga hukum melaksanakannya. Sekarang adalah waktunya untuk bagaimana caranya untuk memulai shalat tersebut.

Setelah adzan yang pertama selesai dikumandangkan, hendaklah dikerjakan sholat sunnah 2 rakaat dengan niat shalat Jum'at:

Ushallii sunnatal jumu'ati rak'ataini qabliyyatan lillaahi ta'aalaa

Artinya:

"Aku niat Sholat Jum'at 2 rakaat sebelumnya, karena Allah Ta'ala"

Setelah itu mengerjakan shalat dua raka'at seperti biasanya. Kemudian, duduk mendengar dan menyimak khutbah Jum'at yang ada.

Setelah itu ketika telah masuk waktu shalat Jum'at, maka Niat Sholat Fardhu Jum'at ialah:

اُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً مَاْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii fardhal jumu'ati rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa'an ma'muuman lillahi ta'aalaa

Artinya :

"Aku niat melakukan shalat jum'at 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, menjadi makmum, karena Allah ta'ala."

Jika menjadi imam maka kata ma'muuman diganti menjadi imaaman.

Jika Sholat Fardhu Jum'at telah selesai dikerjakan, sebelum pulang hendaklah mengerjakan Sholat Sunnah 2 rakaat, dengan niat :

Ushalli sunnatal jumu'ati rak'ataini ba'diyyatan lillaahi ta'aalaa

Artinya :

"Aku niat Sholat Sunnah Jum'at 2 rakaat sesudahnya, karena Allah Ta'ala"

Wirid dan do'a setelah Sholat Fardhu Jum'at:

Apabila Shalat Fardhu Jum'at telah selesai dikerjakan, maka setelah salam hendaklah membaca:

Surat Al-Fatihah 7kali
Surat Al-Ikhlas 7kali
Surat Al-Falaq 7kali
Surat An-naas 7kali

Shalat Jum'at / Pic source : palingyunik

Artikel pilihan : Sering Mengantuk Saat Jumatan? Ini Trik Jitu Supaya Tetap Melek!

Setelah itu membaca doa ini:

Allahuma yaa ghaniyyu yaa hamiid yaa mubdi'u yaa mu'iid, yaa rahimmu ya waduud, aghninii bihalaalika'an haraamik, wa bithaa'atika 'an ma'shiyatik wa bifadhlika'aman siwaak.

Artinya:

"Wahai Allah! Yang Maha Kaya, Yang Maha Terpuji, Yang Maha Mengadakan, Yang Maha Mengembalikan, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Mengasihi.

Berikanlah aku kekayaan dengan barang-Mu yang halal, jauh dari barang yang haram, dan dengan berbuat taat kepada-Mu, jauh dari berbuat maksiat, dan dengan anugerah-Mu, jauh dari (meminta) kepada selain-Mu."


Nah, itulah beberapa fakta shalat Jum'at yang mungkin belum banyak yang menyadarinya.

Menyambut hari raya umat Islam setiap hari Jum'at nanti, sudah siap mengamalkan niat dan juga doa-doa mustajabnya?
Top