Doa dalam Perjalanan Jauh Agar Diberi Keselamatan dan Kelancaran

Komentar
Doa dalam perjalanan jauh / Pic source : elangjalanan

Di era seperti sekarang ini, transportasi sangatlah berguna untuk memenuhi kebutuhan bergerak manusia.

Apalagi terkadang, dalam waktu atau urusan tertentu manusia pasti akan berpindah ke suatu tempat yang lain baik dekat maupun pergi ke tempat yang jauh.

Apalagi bagi hati mereka-mereka yang tak ingin terkekang di sebuah tempat tertentu. Karena berpikir bahwa dunia ini sangatlah luas, dan ia bisa pergi kemana saja yang diinginkan.

Artikel pilihan : Sering Dilupakan, Kamu yang Suka Nge-Trip Wajib Tahu Doa Ini!

Maka perjalanan bisa dimulai kapanpun dengan niat dan tujuan yang jelas.

Berbicara mengenai perjalanan, pastilah dewasa kini banyak kemudahan transportasi yang bisa digunakan untuk menyeberangi suatu daerah dengan cepat.

Tidak seperti zaman dahulu yang harus menempuh waktu hingga berhari-hari untuk sampai di kota tertentu.

Lantas, menjadi sebuah pertanyaan, bagaimana perjalanan di dalam Islam itu sendiri?

Perjalanan di dalam Islam

Pada zaman Nabi, perjalanan merupakan hal yang biasa karena memang manusia pada masa itu banyak yang bermata pencaharian sebagai pedagang.

Sehingga haruslah gemar berpindah tempat untuk menjajakan barang dagangannya.

Di dalam Islam sendiri ada doa dalam perjalanan dan bahkan ada beberapa macam dan jenis perjalanan. Seperti berikut ini.

Doa dalam perjalanan jauh / Pic source : tribunnews

1. Safar Mahmud (perjalanan yang terpuji)

Yaitu terbagi kepada perjalanan yang wajib seperti perjalanan melaksanakan ibadah haji dan perjalanan dalam menuntut ilmu dan yang sunnah sperti menziarahi perjalanan tuk menziarahi ulama.

2. Safar Madzmum (perjalanan Tercela)

Yaitu perjalanan yang tercela ini terbagi kepada haram yaitu seperti perjalanan budak yang melarikan diri dan perjalanan seorang yang durhaka dan yang makruh seperti perjalanan seseorang yang meninggalkan daerahnya yang terjangkit penyakit menular.

3. Safar Mubah ( Perjalanan yang dibolehkan)

Yaitu perjalanan seperti orang yang berdagang atau bekerja tapi semua ini tergantung niatnya jika ia meniatkan mencari harta untuk bersedekah dengan sesuatu yang lebih Maka amalan ini menjadi amalan Akhirat.

Oleh karena itulah, bukan sembarang perjalanan yang biasa kita lakukan tergantung dari niat apa yang hendak kita laksanakan.

Jangan sampai perjalanan kita menjadi safar yang dilarang hanya karena niat yang disepelekan, serta lindungi keluarga ketika berpergian dengan doa agar selamat sampai tujuan.

Adab Ketika Melakukan Perjalanan

Selain dibagi menjadi beberapa jenis, ada adab-adab ketika kita hendak melakukan perjalanan. Tanpa disadari, hal-hal inilah yang bisa menjauhkan kita dari keburukan saat melakukan safar.

Tidak berpergian seorang diri

Sudah tentu jikalau ada seseorang yang melakukan perjalanan seorang diri mempunyai resiko bahaya lebih besar daripada mereka yang berkelompok.

Rasulullah saw bersabda: “Seandainya saja manusia mengetahui apa yang aku ketahui tentang bahaya kesendirian, niscaya tak ada seorang pun yang mau bepergian pada malam hari seorang diri.” (HR Bukhari)

Maka sebagai pengingat, perbanyaklah untuk membaca doa keselamatan di jalan agar sampai di tujuan tanpa kekurangan suatu apa pun.

Dianjurkan untuk berpamitan terlebih dulu

Disunnahkan untuk berpamitan kepada keluarga, kerabat dan saudara-saudaranya, terutama bagi anak hendaknya berpamitan kepada kedua orangtuanya.

Ibnu Abdil Barr meriwayatkan:

Jika salah seorang dari kalian keluar bersafar maka hendaklah ia berpamitan kepada saudaranya, karena Allah swt menjadikan pada doa mereka barakah.

Imam Asy-Sya`bi berkata:

Sunnahnya jika seseorang datang dari safar untuk mengunjungi saudaranya dan menyalaminya, kemudian jika ia hendak bersafar adalah mendatangi mereka dan berpamitan serta mengharapkan doa mereka.”

Membaca doa ketika melakukan perjalanan

Kesempatan berada dalam perjalanan ini hendaknya dipergunakan untuk memperbanyak doa perjalanan arab, untuk kebaikan dunia maupun akhirat. Selain itu juga untuk mendoakan orang-orang yang ditinggali.

Rasulullah bersabda:

Tiga jenis doa yang dikabulkan dan tidak diragukan lagi, (yaitu) doa orang yang dizhalimi, doa orang yang bepergian dan orang tua (ayah) yang mendoakan (kejelekan) atas anaknya.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

Doa dalam Perjalanan Jauh

Doa dalam perjalanan jauh / Pic source : evransblog

Seperti dijelaskan sebelumnya, memperbanyak doa dan amalan baik ketika melakukan perjalanan bisa menghindarkan seseorang dari keburukan.

Lantas, apa doa bepergian dan artinya?

Dari Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu mengatakan, ‘Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barang siapa yang mengatakan

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat). Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, niscaya tidak akan ada sesuatu pun yang memudharatkannya” (HR. Abu Daud & Tirmidzi)

Artikel pilihan : Allah Sampai Kirim Seribu Malaikat untuk Orang yang Baca Ini!

Bisa juga dengan membaca,

Dari Khaulah binti Hakim, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang singgah di sebuah tempat kemudian ia mengatakan,

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

(Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang diciptakan-Nya) niscaya tidak akan ada yang memudharatkannya” (HR. Tirmidzi &  An Nasai)

Begitu pun sebaliknya, haruslah membaca doa perjalanan pulang, sehingga sampai di rumah dengan keadaan selamat dan tak membuat cemas kelurga yang menunggu.

Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya sehingga kapan saja dan dimana pun kita berada senantiasa di dalam lindungan-Nya.
Top