Fakta Dibalik Pilot Lion Air yang Bawa Anak Istri Masuk Kokpit

Komentar

Pramugari Lion Air via Merdeka.com

Seorang penumpang Lion Air yang memiliki akun facebook Citra Rienanti curhat di akunnya bahwa ada pilot Lion Air yang membawa masuk istri dan anaknya ke dalam kokpit saat pesawat sedang terbang.

Baca kejadian selengkapnya disini: Viral! Penumpang Lihat Seorang Wanita Masuk di Kokpit Pesawat 'Lion Air' Saat Sedang Terbang

Citra sempat berdebat dengan istri pilot berinisial DR tersebut, soal boleh tidaknya seorang penumpang masuk ke dalam kokpit.

Dia menduga sudah jadi kebiasaan sang pilot membawa masuk istri dan keluarganya ke dalam kokpit. Hal ini dinilai berbahaya, apalagi ada ratusan penumpang dalam pesawat JT 015 dari Denpasar ke Jakarta yang ditumpanginya.

Tulisan Citra ini segera menjadi viral di media sosial. Lion Air mengaku sudah menghubungi Citra untuk meminta maaf.

Pihak Lion Air juga memastikan akan melakukan investigasi terkait hal ini. Manajer PR Lion Air Andi M Saladin menjelaskan, di dalam peraturan perusahaan, selain petugas maka tidak dapat memasuki cockpit pada saat penerbangan berlangsung.

"Apabila ditemukan pelanggaran maka Pilot yang bertugas akan diberikan sanksi tegas," kata pihak Lion.

Baca Juga: Tak ada yang Mengira Pria Sederhana ini Borong Mobil Seperti Beli Kerupuk

Mengutip merdeka.com, pilot ini bisa diganjar hukuman penurunan pangkat hingga pembekuan izin terbang.

Lion Air akhirnya menghukum pilot yang masukkan istri dan anaknya ke kokpit dengan nomor penerbangan JT 015 rute Denpasar- Jakarta. Hukuman yang diberikan adalah penurunan pangkat pilot atau izin terbang dicabut sementara hingga waktu yang tidak ditentukan.

"Dari hasil investigasi yang dilakukan maka pilot akan dikenakan sanki. Sanksi dapat berupa penurunan bar dari Capt menjadi First Offircer atau tidak diberikan terbang atau grounded dalam jangka waktu tertentu," ujar Public Relation Manager Lion Air, Andi M Saladin.

Padahal bulan lalu Lion Air baru kena teguran dari Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Budi memanggil manajemen maskapai Lion Air untuk memberikan klarifikasi terhadap dua hal, yaitu tingkat pelayanan yang makin menurun, dengan indikasi sering terjadinya keterlambatan dan komitmen terhadap pemenuhan ketentuan tentang keselamatan dan keamanan penerbangan, dengan adanya ceceran avtur dari sayap pesawat Lion Air di Bandar Udara Juanda Surabaya.

"Terkait dengan pemenuhan dua hal tersebut, saya minta Lion Air dapat memenuhi standar pelayanan penumpang dan meningkatkan pemenuhan terhadap standar keselamatan dan keamanan," kata Menteri Budi Karya, di Jakarta, Senin (03 April 2017).

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso menegaskan komitmen jajaran Ditjen Perhubungan Udara untuk tidak memberi toleransi terhadap hal-hal yang mengganggu keselamatan penerbangan.

Nah, kok masih ada yang bandel ya....!
Top