14 Ciri Orang Tua yang Rezekinya Susah

Komentar
Masih ingatkah anda kasus yang menjadi sorotan lantaran orangtua yang menelantarkan anaknya di Cibubur? Setelah mendapat laporan dari masyarakat setempat polisi berhasil menyidik kasus ini dan ternyata orangtua yang berprofesi sebagai sebagai dosen tersebut positif narkoba.

Miris bukan, dalam kondisi ekonomi yang terbilang lebih dari rata-rata masyarakat Indonesia, seorang orangtua bisa menelantarkan anaknya.

Apa orang tua bisa berdosa pada anak?

Tentu saja, jika orangtua menelantarkan anak yang menjadi tanggung jawabnya artinya dia telah berdosa kepada anak-anaknya tersebut.

Dari Abdullah bin Amr ra, Rasulullah SAW bersabda seseorang dikatakan telah cukup berbuat dosa bilamana menelantarkan orang-orang yang menjadi tanggungannya. (H.R. Abu Daud dan Nasa'i).

Jangan beranggapan bahwa mentang-mentang kita ini orang tua bisa memperlakukan anaknya seenak perutnya. Menjadi orang tua itu punya tanggung jawab, bukan hanya melahirkan dan menjadi penyebab lahirnya anak di dunia ini. Tetapi juga harus memenuhi kebutuhannya, makanan, pakaian, rumah tempat bernaung, mainan, kasih sayang, pendidikan. Banyak orang dewasa seolah terpaksa dan tidak siap menjadi orang tua sehingga kebingungan harus memperlakukan anaknya seperti apa?

Apa kaitan menelantarkan anak dengan rezeki? Tentu sangat erat sekali.

Sebelumnya kita pernah membahas ciri-ciri orang yang susah rezekinya secara umum. Kali ini kita akan membahas khusus mengenai orangtua yang karena perilakunya pada anak-anaknya yang tidak sepatutnya menyebabkan rezekinya susah, hidupnya menderita, kalaupun mendapatkan rezeki, kelakuannya membuat rezeki itu tidak berkah.

Inilah ciri-ciri orangtua yang rezekinya susah,yaitu orang tua yang melakukan tindakan sebagai berikut :

1. Memberi makan anak dari sumber yang haram.

Orang tua diperintahkan untuk memberi makan keluarganya dari sumber yang halal dan baik.

2. Menelantarkan anak dengan sengaja.

Seperti halnya kasus orangtua di atas yang dengan sengaja menelantarkan anaknya. Tidak memberi makan, pakaian, pendidikan dan kehidupan yang layak bagi anak-anaknya padahal ia mampu.

3. Mengajak anak pada kesesatan.



Mendidik anak sesuka hati, tanpa memperhatikan yang baik dan benar. Sengaja menjauhkan anak dari agama dan mengikutsertakan anak dalam kegiatan yang bertentangan dengan agama, seperti mengajak serta anak mencuri, merampok, berbohong, begal bahkan mengemis dengan memperalat rasa kasihan orang pada anak-anak.

4. Menghalangi anak belajar agama.

Ada orangtua yang pemahaman agamanya sangat kurang dan menganggap anaknya tidak penting untuk belajar agama. Dia sengaja melarang anaknya untuk ikut pengajian, berbusana yang patut dan pantas, melarang datang ke masjid mendengar ceramah dan melarang anaknya bergaul dengan orang-orang saleh.

5. Membeda-bedakan anak.

Orang tua yang sengaja tidak berlaku adil kepada anak-anaknya, mencintai anak yang satu dibanding anak yang lain termasuk kategori ini. Orangtua dituntut adil pada semua anak-anaknya. Bahkan terhadap anak tiri ataupun anak angkat orangtua tetap harus memperlakukan sama dengan anak kandung.

6. Membunuh anak.

Allah melarang kita membunuh anak dengan alasan miskin karena Allah lah yang akan memberi rezeki mereka lewat orangtuanya. Banyak kasus orangtua yang sengaja membunuh anaknya karena tekanan ekonomi yang semakin berat, sehingga menganggap membunuh anak adalah solusi mengurangi beban ekonominya.

Ada orang tua yang sengaja membunuh bayi yang masih dikandungnya (aborsi) atau yang telah dilahirkannya, ataupun membuangnya ke selokan/tempat sampah karena malu.

Baca Juga: Hal-hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Seorang Muslim kepada Non Muslim

7. Menyesali telah melahirkan anak.

Anak dilahirkan untuk dikasihi dan dicintai, dia adalah amanat Allah yang diberikan pada kita. Harusnya kita bersyukur diberi kepercayaan memiliki dan mendidik seorang anak manusia yang nantinya kelak bisa bermanfaat bagi orang lain, negara dan agama.



Banyak orang yang tidak beruntung karena belum dikaruniai anak dari Allah meski telah berupaya sedemikian rupa.

8. Melakukan kekerasan pada anak.

Orang tua yang suka melakukan kekerasan baik kekerasan verbal maupun kekerasan fisik masuk dalam kategori ini. Kekerasan verbal maksudnya suka memaki, mengata-ngatai anak, mengomeli yang membuat anak sakit hatinya, sementara kekerasan fisik yaitu dengan sengaja memukul, menyakiti badan anak sehingga menimbulkan bekas atau luka di badannya.



Satu lagi yang perlu dimasukkan di sini adalah kekerasan seksual termasuk pelecehan maupun perk*saan yang dilakukan orangtua terhadap anaknya, baik anak kandung, anak tiri maupun anak angkat.

9. Mencoret anak dari daftar ahli waris dengan sengaja.

Dalam agama setiap anak memperoleh bagian yang ditetapkan dari harta orangtua yang ditinggalkannya. Tidak boleh orangtua dengan semena-mena menghilangkan hak waris anak, ini juga salah satu tindakan yang tidak adil dari orangtua terhadap anak.

10. Membiarkan anak melakukan keburukan.

Tugas orang tua adalah mendidik anak-anaknya agar mereka bisa berjalan lurus dan tetap dalam koridor. Jika anak ternyata melakukan keburukan adalah tugas orangtua untuk meluruskannya kembali. Jika anak kecanduan narkotika orangtua bisa mengikutkannya rehabilitasi / terapi.

Begitupun jika terlibat kejahatan seperti begal motor, perampokan, perk*saan, orang tua tidak boleh membiarkan anak terus berada di jalan yang salah.

Baca Juga: Mengharukan! Kisah Nyata "Beban Psikologis Anak Mondok Usia Dini"

11. Memberikan beban di luar kemampuan anak.

Orangtua tidak boleh memberikan tugas dan tanggung jawab yang berat di luar kemampuan anak. Menyuruh anak mencari nafkah di jalanan sementara orangtua enak-enakan tidur di rumah adalah tindakan tercela.

12. Memberikan nama yang buruk pada anak.

Adalah kewajiban orangtua untuk memberi nama yang baik pada anak. Nama adalah doa. Memberi nama anak yang buruk berarti mendoakan keburukannya, sebagus apapun nama itu kedengarannya.

13. Membiarkan anak diasuh orang non muslim.

Hal ini bahaya karena bisa menjadi murtad dan belajar agama yang lain di luar islam.

14. Melahirkan anak di luar nikah.

Pernikahan adalah salah satu pintu halal untuk melakukan hubungan seksual. Jika hubungan dilakukan di luar pernikahan dan menghasilkan anak, anak itu tetap suci dan bukan anak haram. Yang haram adalah perilaku orang tuanya yang berzina. Zina itu penjauh rezeki.

Semoga kita tidak termasuk orang tua yang susah rezekinya karena mengasuh, mendidik dan memperlakukan anak kita dengan salah. Anak adalah rezeki, titipan, amanat Allah yang harus kita perlakukan sebaik-baiknya, karena kelak di akhirat kita akan ditanya tentang hal itu. Wallahu alam.
Top