Ingin Untung Maksimal, Pedagang Ikan Tuna Tega Lakukan Cara Ini, Waspadai Mulai Sekarang!


Sudah menjadi kebiasaan buruk jika mengetahui kabar dari para pedagang yang curang dan kerap kali menggunakan cara kotor untuk memasarkan barang dagangan mereka. Mereka melakukan berbagai cara untuk memperoleh keuntungan semaksimal mungkin. Oleh karena itu, dengan cara tersebut maka pengeluaran bisa ditekan dan penghasilan mampu bertambah banyak.

Baca juga : Percaya Teori Evolusi? Lihat Bagaimana Manusia Jutaan Tahun Lagi!

Banyak sekali cara curang yang dilakukan oleh para pedagang. Seperti pada berita di beberapa waktu lalu, dimana ditemukan ikan tuna yang diambil dari jenis ikan lain. Selain itu ada juga penemuan mikroba cacing pita yang ada di dalam ikan salmon. Tak habis fikir, sebuat laporan dari dokumen Komisi Eropa yang diteliti oleh IntraFish menunjukkan kalau beberapa pedagang melakukan pencelupan tuna murah untuk terlihat lebih segar. Mereka mencelupkan tuna murah kedalah ekstrak sayur sehingga terlihat lebih segar dan berharga lebih tinggi.

Ekstrak nabati yang digunakan merupakan zat tinggi nitrat, sehingga mampu mengubah ikan murah yang pink cerah menjadi ikan segar. Padahal ikan jenis ini dikhawatirkan dapat memberikan resiko buruk bagi kesehatan. IntraFish melaporkan bahwa praktek pewarnaan ini terjadi di Italia, Perancis, Spanyol, dan menjadi isu baru di Inggris. Kita perlu curiga jika harga ikan yang ditawarkan pada kita di bawah rata-rata harga pada umumnya.


Baca juga : Micin Bikin Bodoh? Eits, Baca Dulu Fakta Sebenarnya!

Dengan begitu, kenakalan mereka akan tertunda ketika mengetahui bahwa pembeli sudah sadar dengan aksi mereka. Teliti dengan baik dan tanyakan dengan pihak berwenang apakah benar ikan yang akan dibeli tersebut menggunakan bahan berbahaya. Bukannya untuk menghancurkan bisnis mereka, akan tetapi lebih kepada bersiaga dan melindungi diri. Apalagi kejahatan sekarang tak mengenal lewat kesehatan dan ancaman yang diberikan sudah terkalahkan oleh untung pedagang itu sendiri. Becareful!
loading...
Top