12 Hal Luar Biasa Realita "The Power of Emak-Emak"


ilustrasi

Kalimat the power of emak-emak ini memang bukan hal yang baru. Namun apa yang kamu pikirkan jika ada gambar ataupun video kemudian hal itu diberi caption "the power of emak-emak"? Mungkin yang kamu pikirkan adalah hal negatif. Karena kebanyakan video atau photo yang menyertai kalimat ini adala hal negatif.

Misal, emak-emak yang bawa motor dengan berbagai kejadian unik. Dan masih banyak lagi yang lainya. Namun jika dilihat dari sisi positif, realita "the power of emak-emak" sangat luar biasa sekali. Contoh dan faktanya adalah berikut ini,

1. Bangun sepagi apapun tetap saja panik dan grasa-grusu, apalagi kalau punya anak kecil yang baru sekolah



2. Semua pekerjaan dapur bisa dihandle kecuali masang galon



3. Dituntut menguasai banyak bidang vital dalam kehidupan. Bisa jadi ekonom, akuntan, pebisnis, public relations, guru, ustadzah, masterchef, dan lain-lain. Sementara suami cukup jadi teknisi dan sekali-sekali politikus.

4. Harus senantiasa strong, gak boleh berlama-lama sakit. Sakit dua hari biasanya dipersingkat jadi sehari. Kebalikan dengan sebagian suami-suami yang kadang sakit sehari berpotensi mark-up jadi dua hari.



5. Ada tiga media sosial konvensional tempat emak-emak sharing informasi faktual, yaitu arisan, ruang tunggu jemputan anak di sekolah, dan tukang sayur.

6. Jarang menikmati liburan. Jika rekreasi bersama suami dan anak-anak, sebenarnya bukan rekreasi, tapi hanya memindahkan lokasi rumah ke tempat rekreasi.

Baca Juga: "Suami Kok Takut Istri" Jawaban Pria ini Buat Para Lelaki Berpikir Panjang Sebelum Bicara

7. Menahan galau tingkat dewa ketika Tupperware atau alat-alat dapur belum dibalikin tetangga karena lupa, hingga bahkan dibalikkan ketika sudah rusak.

8. Dan salah satu ironi adalah ketika program diet gak sejalan dengan porsi makan yang selalu dobel karena sisa makanan anak yang sayang dibuang.

9. Melihat baju anak di toko, harga 100 ribu, gak minat. Tapi ketika baju yang sama dengan harga yang sama, tinggal ditambahin tulisan diskon 50% dari harga 200 ribu, mendadak minat.

10. Mengganti terminologi “bagus” dengan kata “lucu” atau “unik” untuk meyakinkan suami pada suatu barang yang layak beli.

11. Wanita lebih sering menggunakan hati ketimbang otak. Kebalikan dengan pria. Karenanya emak-emak lebih sering memecahkan masalah dengan spontan nangis, sementara suami lebih sering dengan spontan ngeles.


12. Permasalahan rumah tangga biasanya disikapi dengan dua cara, di-save atau di-delete. Itupun yang di-delete suatu waktu masih bisa di-restore dari recycle bin. Sementara suami lebih cenderung delete dan install ulang.

Nah, untuk yang nomor 12 belas ini perlu dipahami lagi bagi yang belum pernah merasakan pahit dan manisnya rumah tangga. Namun, di balik itu, sekuat apapun suami, se-superior apapun bapak, gak akan ada apa-apanya tanpa emak. Suami boleh mencari nafkah atau mencari solusi segala macam permasalahan, tapi kadang untuk mencari letak pakaian dalam saja butuh bantuan istri.
Oleh karena itu, buat para suami, sayangilah emak kalian, eh maaf, istri kalian.
Top