Menyusuri Aleppo, Inilah Permata Cantik Suriah Sebelum Hancur Lebur Seperti Sekarang

Komentar

Sekarang ini, Aleppo menjadi kota yang sering diperbincangkan oleh banyak media di dunia dikarenakan adanya peperangan yang terjadi di dalam kota ini, terutama berkaitan dengan ISIS. Sejarah Aleppo sangat panjang.  Hingga sekarang ini, usia kota Aleppo yang ada di Suriah belum dapat dipastikan. Meskipun ada yang menganggap kota ini sebagai kota tertua yang terus dihuni manusia.

Baca juga : Belajar Optimis dari Film Hafalan Shalat Delisa, Tak Pantang Menyerah Meskipun Musibah Datang!

Kota terbesar kedua setelah Damaskus ini telah menjadi pusat perdagangan sepanjang sejarah. Menurut sejarawan, Aleppo adalah kota komersial dan industri yang paling berkembang pada kekaisaran Utsmaniyah setelah Konstantinopel dan Kairo. Dibalik semua kabar yang sedang panas dibicarakan tentang kota ini. Berikut adalah penampakan keindahan alam yang luar biasa di Aleppo, sebelum hancur seperti sekarang.

1. Masjid Agung Aleppo


Masjid terbesar di Aleppo ini juga menyimpan nilai sejarah yang berharga. Bangunannya telah berumur panjang ribuan tahun dan selama itu pula menjadi saksi sejarah hingga tahun 2013 silam menjadi korban Perang Saudara di Suriah. Menara Masjid yang memiliki ketinggian sekitar 45 meter dan berwarna merah jambu muda runtuh akibat perang. Baik pihak pemerintah Suriah maupun pemberontak saling menyalahkan.

Jika dilihat, arsitekturnya menyerupai Masjid Damaskus karena memang masa pembangunannya hampir bersamaan. Bentuk yang sekarang, adalah hasil rekonstruksi pada masa Nur ad Din sekitar tahun 1158. Sebelumnya, masjid ini telah berkali-kali diserang dan dihancurkan.

2. Benteng Aleppo


Benteng Aleppo atau Citadel of Aleppo, sebuah bangunan yang menjadi saingan Benteng Kairo dan Benteng Damaskus. Kompleks besar lagi megah di bagian utara Suriah itu berbentuk oval serta berada di atas bukit. Jika diukur dari lereng bukit, tingginya mencapai 50 meter.

Terdapat parit yang dulu difungsikan untuk menghalau para penyusup dengan kedalaman 22 meter dan lebar 30 meter. Awalnya tidak seperti sekarang ini, baru di bawah kekuasaan Sultan Al-Zahir Al-Ghazi (1186-1216) dari Dinasti Ayyubiyah, pembangunan besar-besaran dilakukan. Bahkan dibangun pula sebuah masjid besar di titik tertinggi Benteng Aleppo. Rekonstruksi juga terus dilakukan semasa penguasa berikutnya. Di masa modern, Benteng Aleppo sering dijadikan tempat festival dan konser dengan memanfaatkan bagian amfiteaternya.

3. Matbakh al-‘Ajami


Matbakh al-‘Ajami terletak 150 meter dari Benteng Aleppo menghubungkannya dengan Masjid Agung. Diperkirakan bangunan ini awalnya adalah istana pada masa Ayyubiyah dan berdiri sekitar abad ke-12. Arsitekturnya bergaya Mamluk, dengan detail keindahan di berbagai sudutnya. Menurut catatan dibangun oleh Zengid emir Majd ad-Din bin ad-Daya. Renovasi kembali dilakukan pada abad ke-15 hingga dijadikan sebagai museum pada masa sekarang.

Baca juga : Dubai Kembali Berinovasi, Kini Taman Berisi Buaya Nil Terbesar Akan Dibuka Pada 2017!

4. Bab Antakya


Bab Antakya atau sebutan lainnya adalah Gerbang Antiokhia adalah sebuah bangunan pertahanan yang menjadi salah satu warisan sejarah dan budaya di Aleppo. Nasibnya sama seperti menara Masjid Agung Aleppo, hancur karena perang tanpa ampun. Di masa lampau, Gerbang Antikiya berfungsi melindungi Aleppo jika ada serangan dari arah Barat.

Sebuah kenyataan yang menyedihkan apabila melihat Aleppo kini tinggal hanya puing-puing dan kota yang tadinya cukup sibuk kini berubah menjadi mirip wilayah berbahaya. Semoga saja perang akan segera berakhir dan mereka semua akan berbenah agar keindahan cantik yang ada disana bisa disaksikan kembali.
Top