Yakinlah, Allah Takkan Membiarkanmu Sendirian


Jika berkunjung ke stadion Liverpool di Anfield, ada tulisan besar di luar dinding stadion yang berbunyi; “You will Never Walk Alone” atau yang sering disingkat dengan YNWA. Tulisan ini sangat berkesan pada diri pemain dan pendukungnya dan mampu membuat ikatan emosional yang sangat tinggi. Pada diri pemain, mereka merasakan ada kekuatan besar yang akan mengiringi suka dan duka selama dalam pertandingan sepakbola.

Bagi para pendukung, ungkapan tersebut menunjukkan kesetiaan dan loyalitas mereka terhadap klub dan para pemain dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dalam masa senang dan masa sulit. Slogan YNWA juga dilengkapi dengan himne yang sering dinyanyikan saat Liverpool bertanding di stadion Anfield. Banyak kemudian para pemain yang ketika ingin meninggalkan Liverpool , mereka merasa terharu dan mendapat kesan yang luar biasa dari slogan dan himne YNWA.

Hiruk-pikuk dalam sebuah pertandingan sepakbola adalah fragmen kecil dari hiruk-pikuk kehidupan manusia. Ungkapan YNWA tentu saja tidak bisa mengiringi setiap fragmen kehidupan yang begitu banyak. Ada fragmen kehidupan keluarga, kehidupan sosial, kehidupan masa tua, dan seterusnya. Kesetiaan dan loyalitas yang bersumber dari manusia tetap terbatas dan temporer. Akan ada waktu di mana YNWA tidak bisa menemani perjalanan hidup para pemain sepakbola dan para pendukungnya.

Bagaimana dengan kehidupan seorang Muslim dalam mengarungi perjalanan hidup yang penuh riak dan gelombang dahsyat? Mereka tidak perlu khawatir, akan selalu ada Allah yang tidak akan pernah membiarkanmu sendirian. Selalu ada Allah yang mengiringi perjalanan hidup kita. Saat-saat di mana manusia yang setia dan loyal sudah meninggalkan seseorang, Allah tetap bersama dengan kita. Di dalam Al-Qur’an, Allah sudah memberikan jaminan bahwa kasih sayang-Nya, cinta-Nya selalu bersama kita di mana pun dan dalam kondisi apapun.

وهو معكم أينما كنتم

Dan Dia selalu bersama kalian, di mana saja kalian berada (Q.S. Al-Hadid: 4)

Jaminan inilah yang memberikan kekuatan kepada orang-orang beriman yang bersama nabi Musa lari tunggang-langgang dari kejaran Fir’aun dan pasukannya, padahal di depannya terbentang Laut Merah. Seperti Nabi Ibrahim yang sudah tidak punya kekuatan sama sekali saat diikat sekujur tubuhnya dan siap dibakar oleh masyarakatnya, tetapi kemudian Allah menunjukkan kasih sayang-Nya. Hanya ada opsi hidup atau mati saat itu.

Dalam kondisi yang sangat genting, Allah tidak membiarkan Nabi Ibrahim dan Nabi Musa bersama pengikutnya sendirian. Allah ingin menjamin bagi orang-orang yang beriman bahwa mereka tidak akan pernah berjalan sendirian (you will never walk alone!).

Begitulah indahnya kehidupan orang yang beriman. Ia tidak akan pernah dibiarkan berjalan sendiri setiap hari. Allah selalu mengiringi perjalanannya baik saat suka, apalagi saat duka menerpa nya. Bahkan jaminan itu diberikan sampai pada kondisi yang paling tidak memungkinkan sekalipun. Tentu saja sangat berbeda dengan jaminan YNWA manusia yang biasanya hanya ada pada masa suka dan senang. Jaminan kesetiaan secara perlahan luntur dan menghilang saat kondisi yang sulit. Ada mutiara hikmah yang menggambarkan kesetiaan manusia;

ان قل مالي فلا خل يصاحبني
و ان زاد مالي فكل الناس خلاني
فكم من عدو لاجل المال صاحبني
و كم من صديق لفقد المال عاداني

Jika harta ku sedikit, maka tidak seorang pun yang ingin menjadi sahabatku.
Tetapi pada saat harta ku banyak, setiap orang akan berdatangan untuk menjadi sahabatku.
Betapa banyak musuh yang menjadi sahabat saat harta berlimpah.
Betapa banyak sahabat yang menjadi musuh saat harta tak ada.

Ditulis ulang dai dakwatuna, syair ini menggambarkan betapa rapuhnya mengharapkan jaminan dari manusia. Allah yang maha kasih dan sayang adalah pengiring abadi perjalanan hidup kita baik dalam suka maupun duka.
Top