Meskipun Sudah Kadaluarsa, Makanan dengan Label Ini Masih Aman Untuk Dimakan


Dicantumkannya label kadaluarsa pada kemasan makanan adalah sebuah keharusan yang telah diatur oleh pemerintah kepada setiap produsen makanan, karena dengan adanya label tersebut konsumen akan mengerti kapan batas maksimal makanan itu bisa dikonsumsi. Namun, meski demikian, masih banyak kita temukan makanan tanpa label kadaluarsa beredar di pasaran. Dan sudah semestinya hal tersebut mendapat perhatian khusus bagi pemerintah, dan seharusnya juga kita tetap berhati-hati.

Label tanggal pada setiap kemasan makanan terkadang berbeda-berbeda, karena berbeda maka berbeda pula arti dari label tersebut. Tak semua tanggal yang ada pada setiap kemasan makanan menunjukkan pada tanggal kadaluarsanya. Nah, hal ini yang jarang diketahui oleh kebanyakan masyarakat.

Dilansir dari Pidipedia, seorang kepala keamanan dewan informasi pangan Australia bernama Rachelle Williamss menjelaskan, ada tiga jenis penentuan tanggal kadaluarsa pada olahan pangan atau makanan. diantaranya :

BACA JUGA : Sebarkan! Ternyata Luak White Koffie Mengandung Zat Babi, Inilah Penjelasan dari BPOM

1. Use by

Kalimat “use by” memiliki arti konsumen harus mengkonsumsi produk tersebut hingga tanggal yang ditentukan seperti yang tertulis pada kemasan. Hal ini merujuk pada makanan yang berpotensi berbahaya dan memiliki kaitan dengan keamanan pangan.

Kalimat “use by” biasanya ditetapkan setelah produsen melakukan tes uji untuk melihat bakteri maksimum yang mengkontaminasi makanan, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke titik itu.

“Ketika bakteri sampai di titik maksimum yang diizinkan oleh hukum, berarti produk tersebut telah mencapai batas akhir penggunaan (use by date),” tambah Williams.

Menurut Williams, produsen wajib memberikan petunjuk penyimpanan pada makanan produksinya dengan memperhatikan tanggal kadaluarsa, karena penyimpanan yang keliru dapat mempersingkat masa kadaluarsa dari tanggal kadaluarsa yang telah ditentukan.

2. Baked On

“baked on” biasanya tertera pada makanan “bakery”. Makanan dengan label “baked on” mempunyai arti bahwa makanan tersebut akan terasa lebih nikmat bila dimakan di hari yang sama sesuai tanggal yang tertera pada kemasan. Oleh karenanya, label akan memberi tahu para konsumen untuk memakan makanan tersebut di hari yang sama dengan tanggal yang tertulis, agar makanan terasa lebih nikmat. ” Hal ini benar-benar tertulis, namun tak banyak orang memahami itu,” ungkap Williams.

3. Best before

Bila label “use by” digunakan untuk mengetahui tingkat keamanan pangan, beda hal-nya dengan label “best before”. Best before digunakan untuk menentukan kualitas terbaik pada suatu makanan atau produksi tersebut.

Penting untuk diketahui, setiap produk makanan mempunyai waktu terbaik untuk dikonsumsi sampai tanggal tertentu, hal itu berarti makanan tersebut mempunyai kualitas terbaik sampai masa best before-nya habis.

Williams memberi misal, seperti produk chips atau keripik kentang. Bila keripik kentang dicicipi setelah “best before-nya” habis (masa terbaiknya habis), maka rasanya sudah berbeda dengan yang masih baru. Semakin lama makanan melewati tanggal terbaiknya, maka akan semakin basi makanan tersebut. Namun sekali lagi, hal ini bukan merujuk kepada keselamatan konsumen, dan bahkan sama sekali tidak merugikan konsumen yang sudah terlanjur membelinya setelah tanggal tersebut, hanya saja kualitas rasa pada makanan tersebut akan turun,” ungkap Williams.

Williams mengatakan, dari segi bisnis, penjual diperbolehkan untuk menjual produk yang telah melewati waktu terbaiknya (best before). “Tetapi mereka harus membuatnya jelas bahwa itu bukan kualitas premium dan mereka melakukan itu dengan cara memberi diskon atau meletakkannya di bagian murah,” ujar Williams.
loading...
Top