Saat Anda Kurang Tidur, Lakukan 4 Hal Ini!

Penulis Dzikir Pikir | Ditayangkan 09 Jun 2016

Saat Anda Kurang Tidur, Lakukan 4 Hal Ini!
Kurang tidur terus menerus bahaya bagi kesehatan
Bagi seorang ibu yang baru saja melahirkan, sering harus terjaga dimalam hari adalah hal yang wajar. Karena hampir setiap 1 atau 2 jam, bayi Anda akan terbangun untuk meminta jatah ASI-nya. Setelah menyusui, belum tentu Anda dapat langsung tertidur. Ketika akhirnya bisa tertidur, belum lagi pulas, Anda sudah dibangunkan kembali oleh tangisan anak, kali ini karena popoknya basah. Dan tak lama kemudian, ia menangis minta ASI lagi. Begitu terus sepanjang malam.

Bahkan menurut dr. Andreas Prasadja, RPSGT, praktisi kesehatan tidur, dalam bukunya “Ayo, Bangun! Dengan Bugar Karena Tidur yang Benar”, dijelaskan orangtua yang baru memiliki bayi hingga bayinya berumur 5 bulan, terutama berlaku bagi ibunya, umumnya akan kekurangan tidur 2 jam setiap malam. Setelah 5 bulan, sampai anak berusia 2 tahun, umumnya serang ibu akan kehilangan satu jam waktu tidur setiap malam. Padahal, normalnya orang tidur selama 8 jam setiap hari.

Jika kurang tidur terus-menerus, akan terakumulasi efek yang tak baik. Akibatnya, tak hanya tubuh yang terasa lemah, letih dan lesu, kerja otak pun akan terpengaruh. Kemampuan mental, konsentrasi, daya ingat, produktivitas dan refleks sewaktu berkendara akan menurun. Karena menurut dr. Andreas, tidur tak hanya merupakan istirahat fisik, tetapi juga mental dan emosi. Maka tak heran, saat kekurangan tidur, mama pun jadi moody, lebih sensitif dari biasanya, bahkan mungkin kesulitan memilih kata-kata ketika sedang berbicara.

Jika anda menjadi orang tua baru, yang mengalami hal tersebut, mungkin anda dapat mencoba tips berikut  yang kami kutip dari parenting.co.id,


Baca Juga : 3 Hal Kenapa Kita Tidak Boleh Membandingkan Anak

1. Tetaplah berpikiran positif bahwa hal itu merupakah fase normal yang memang harus Anda lalui. Ingat, Anda tidak sendirian mengalaminya.

2. Amati pola tidur anak, untuk mengetahui pada jam-jam berapa saja dia paling lama tidur. Usahakan tidur juga pada saat itu. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. William C. Dement, seorang dokter dan pakar tidur, 45 menit tidur siang dapat memperbaharui kebugaran tubuh untuk 6 jam berikutnya.

3. Memaksimalkan support system yang kita miliki.
Pekerjakan seorang asisten rumah tangga untuk membereskan segala pekerjaan rumah, sehingga Anda bisa lebih fokus kepada anak (dan anak-anak Anda yang lain), serta memulihkan kesehatan fisik maupun mental lewat tidur. Pada akhir minggu, libatkan suami untuk mengurus anak selama Anda tidur.

Baca Juga : TIPS : Bagaimana Cara Agar Anak Tidak Jadi Manja?

4. Agar lebih mudah terlelap, ciptakan lingkungan tidur yang nyaman, tenang dan sejuk. Pilih kasur yang tidak terlalu keras dan tidak pula terlalu empuk. Gunakan bantal yang mampu menopang kepala dengan nyaman, menjaga leher tetap sejajar dengan tulang punggung, serta mudah disesuaikan dengan lekuk leher dan kepala.

Meskipun anda mengalami kurang tidur, kami yakin anda bahagia karena mempunyai bayi, apalagi jika anak pertama. Rasa kebahagian itu akan dirasakan pula oleh anggota keluarga yang lain, missal orangtua anda. Karena itu kembali ke tips pertama, selalu berfikiran positif. Anak adalah anugerah yang harus kita jaga.
SHARE ARTIKEL