Awas Benjolan di Leher atau Ketiak Pertanda Gejala Mematikan Seperti Ria Irawan 

08 Jan 2020 Arief Prasetyo

Awas Benjolan di Leher atau Ketiak Pertanda Gejala Mematikan Seperti Ria Irawan 

Waspada Benjolan di Leher atau Ketiak Pertanda Gejala Limfoma - Image from www.fimela.com

Innalillahi wainnailaihi rojiun...

Baru beberapa hari lalu kita mendengar kabar artis senior ria irawan meninggal dunia karena penyakit yang sangat mematikan yang ditandai dengan adanya benjolan di leher atau ketiak, berikut penjelasan penyakit yang diderita Ria Irawan

Limfoma termasuk penyakit kanker darah. Kanker darah atau blood cancer sendiri sebenarnya dibagi menjadi tiga yaitu leukemia, limfoma dan myeloma.

Leukemia menyerang sumsum tulang, limfoma menyerang kelenjar getah bening dan myeloma menyerang sel plasma.

Sebagaimana kita ketahui bahwa limfoma ini yang menyebabkan kematian Ustad Arifin Ilham dan juga artis Ria Irawan.

Baca Juga:

Dr. Ari Fahrial Syam, praktisi kesehatan mengatakan pasien dengan limfoma biasanya juga datang dengan keluhan adanya benjolan pada leher, ketiak atau selangkangan atau pada pemeriksaan USG abdomen ditemukan adanya pembengkakan kelenjar getah bening.

Pasien dengan limfoma umumnya mempunyai keluhan berat badan turun, demam tidak terlalu tinggi dan keringat malam. Gejala umum seperti ini juga bisa ditemukan pada infeksi tuberculosis.

"Oleh karenanya buat siapapun yang mempunyai gejala timbul benjolan di leher, selangkangan atau ketiak, sebaiknya konsultasi ke dokter untuk memastikan penyebab benjolan tersebut.

Terjadinya benjolan

Awas Benjolan di Leher atau Ketiak Pertanda Gejala Mematikan Seperti Ria Irawan 

Waspada Benjolan di Leher atau Ketiak Pertanda Gejala Limfoma - Image from www.fimela.com

Benjolan terjadi karena pembengkakan kelenjar getah bening, benjolan tersebut disebabkan oleh infeksi akut biasanya kalau di area selangkangan disebut sekelan, hal ini terjadi karena adanya infeksi kulit di kaki seperti bisul.

Benjolan bisa disebabkan oleh radang kronis misal karena TBC kelenjar atau karena tumor kelenjar getah bening atau limfoma.

"Dokter akan melakukan pemeriksaan seksama atas benjolan tersebut, kalau karena infeksi akut terapi infeksi kulit misal dengan antibiotika dapat mengecilkan benjolan.

Jika benjolan keras dokter mencurigai karena limfoma. Jika belum yakin dokter akan minta dilakukan USG pada benjolan tersebut," tambahnya.
Setelah pasien terdiagnosis ada benjolah kelenjar getah bening, pasien dikirim ke dokter bedah utk dibiopsi dan di evaluasi penyebab benjolan tersebut.

Baca Juga:

Jika ditemukan sel kanker , dilakukan evaluasi secara patologi anatomi utk melihat jenis linfoma. Secara umum pasien juga diminta utk periksa USG abdomen atau CT scan atau PET Scan untuk melihat penyebaran limfoma di tempat lain.
Limfoma juga bisa ditemukan pada saluran cerna ditemukan saat dilakukan endoskopi. Pada skrining USG abdomen ditemukan pada kelenjar bening di sekitar pembuluh darah besar di perut.
"Jika sudah ada kepastian limfoma dan jenisnya, dokter akan melakukan kemoterapi. Kemoterapi awal biasanya sebanyak 6 kali.

Jika kemoterpi membuat tumor mengecil atau hilang, maka dikatakan bahwa penyakitnya remisi dan bisa saja sewaktu-waktu terjadi relaps atau kambuh," tutupnya.

berita
berita viral
hari ini
limfoma
ria irawan

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa