Jika berbicara mengenai belanja, maka tak usah jauh-jauh karena banyak orang yang gemar melakukannya. Bukan hanya kaum hawa lagi, namun juga para kaum adam yang melenggang ketika hendak membeli sesuatu. Menjadi sebuah pertanyaan, mungkinkah ada tanda bahwa seseorang sudah kecanduan belanja?
Baca juga : Inilah Mengapa Kita Malas Dengar Cerita Liburan Teman! Iya Kan?Mungkin bisa saja, apalagi jika melihat barang yang sedang trend dan juga ketika diskon ataupun cuci gudang merajalela. Pastilah barang yang belum tentu berguna dan penting akan tetap dibeli dengan dalih suatu saat pasti akan digunakan.
Masyarakat Indonesia sepertinya sudah tidak asing lagi dengan berbelanja. Bahkan, terkadang apa yang dibeli ini sebenarnya bukanlah kebutuhan, tetapi kebiasaan untuk membeli suatu produk karena diskon atau lapar mata.
Menurut seorang psikolog klinis, Dra A Kasandra Putranto, Psikolog, belanja bisa membuat seseorang menjadi adiktif.
“
Penelitian menyebutkan bahwa dopamin dan endorfin (zat yang diproduksi dalam otak) yang rendah bisa membuat seseorang kecanduan saat belanja,” ujarnya dalam pembukaan acara #Shopalogic Fashion Fair kepada sebuah laman lifestyle terkemuka di Mall Taman Anggrek Jakarta, Kamis (2/3/2017).
Dia melanjutkan, orang yang adiktif berbelanja ini tandanya tidak dapat mengendalikan dirinya.
“
Secara organik, kegiatan belanja ini melepas kontrol diri kita sehingga ketika penat dan stres, hal yang membuat hati senang adalah belanja,” tambahnya.
Baca juga : Keranjingan "Makan Mayit", Awas Tanda Psikopat Lho!Akibatnya, banyak orang yang ketergantungan dengan belanja karena terbiasa selalu membeli dari lahir hingga dewasa.
“
Perilaku yang terbentuk sejak lama ini harus segera dirubah. Caranya adalah dengan mengendalikan perilaku diri sendiri dan memperbaiki kinerja otak,” jelasnya.
Kasandra juga berpesan, jangan sampai belanja membuat Anda menjadi shopaholic. Oleh karena itu, gunakan logika Anda saat berbelanja agar tidak kecanduan.