Tata Cara Ziarah Kubur ke Makam Wali dan Orangtua

 03 Oct 2019  Taufiq F

Tata Cara Ziarah Kubur ke Makam Wali dan Orangtua

Tata cara ziarah - Image from thegorbalsla.com

Amalan dari ziarah wali atau ziarah kubur ini merupakan suatu amalan yang tidak baru lagi, semua umat islam pasti sudah mengetahuinya.

Namun tidak memungkiri bahwa dalam panduan ziarah kubur ini masih banyak yang salah dan tidak memahami cara ziarah kubur yang benar.

Ziarah sendiri menurut islam adalah salah satu sarana agar seorang muslim yang beriman agar selalu mengingat akan kematian, ziarah juga merupakan ibadah yang mulia di sisi Allah.

Maka dari itu penting sebagai umat islam memahami akan tata cara ziarah kubur ke makam orang tua dan membaca doa yang dibaca saat ziarah ke makam. Untuk itu wajib baca pada kali ini akan membahas tersebut, sebagai berikut ini.

Pengertian dan Tuntunan Doa Ziarah Kubur

Secara bahasa ziarah artinya berkunjung. Menilik pada hakikat secara istilah adalah mengunjungi makam orang yang sudah meninggal serta membacakan bacaan doa ziarah kubur singkat. Bertabarruk, I'tibar ataupun mengingat hari akhirat

Serta dengan dibacakan beberapa amalan-amalan yang telah dilakukan saat ziarah berbeda-beda yang umum dibacakan doa tahlil ziarah kubur adalah sholawat, dan tahlil.

Baca : Niat Baik Ziarah Kubur Bisa Jadi Dosa, Jika Anda Tidak Tahu

Hukum ziarah bukan ibadah yang bersifat wajib dan tidak berdosa jika tidak melakukannya. Namun menurut Islam ziarah adalah salah satu sarana sebagai pengingat umat muslim akan kematian.

Ziarah merupakan amalan sunah yang sangat dianjurkan dalam islam, apalagi makam orang tua sendiri. Ziarah kubur termasuk ibadah yang mulia sisi Allah.

Ziarah kubur biasanya dilakukan pada kapan saja. Dulu Rasulullah memang melarang para sahabatnya untuk berziarah kubur sebelum disyariatkan. Sebab waktu itu umat islam banyak salah arti tentang ziarah kubur.

Sebagaimana Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya aku dahulu telah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah karena akan bisa mengingatkan kalian kepada akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian”. (HR. Muslim).

Dalam tata cara ziarah ke makam ada adab yang harus dan tidak harus dilakukan. Dalam tata cara berziarah kubur menurut islam yaitu mendoakan orang yang dimakamkan di hadapan kita. 

Sementara menabur bunga atau menyiramkan air diatas makam bukan menjadi bagian wajib dari tata cara ziarah kubur dan bacaannya.

Tata Cara Ziarah Kubur dan Doanya

Ziarah kubur merupakan amalan sunah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Apalagi terutama makam orang tua sendiri. Namun sayang sekali banyak diantara kita yang masih lupa atau jarang ziarah kubur. Padatnya aktivitas menjadi alasan.

Dalam panduan ziarah wali atau tata cara ziarah ke makam orang tua memiliki adab yang sama yang harus dipahami. Salah satu adab yang utama dalam tata cara berziarah adalah mendoakan orang yang sudah meninggal dengan membaca bacaan ziarah kubur lengkap.

Tata cara ziarah ke makam wali yang sesuai sunah sama sekali tidak ada kaitannya dengan meminta doa atau pertolongan pada arwah yang sudah meninggal.

Maka dari itu dengan mengetahui tata cara ziarah kubur singkat menurut Rasulullah, kita terhindar dari musyrik. Karena kuburan bukan tempat atau benda yang memiliki nilai khusus.

Penting untuk kita sebagai umat muslim memahami cara berziarah ke makam, dan dapat mendoakan dengan bacaan doa ziarah kubur singkat umum.

Berikut ini tata cara dan doa ziarah kubur dan tata cara ziarah wali songo.

1. Sucikan diri dengan berwudhu

Tata cara ziarah makam wali yang pertama adalah berwudhu. Sebaiknya sebelum berangkat pergi ziarah kubur, hendaknya kita berwudhu terlebih dahulu.

Baca Dulu : Doa Masuk Kuburan Ketika Akan Memasuki Area Makam

2. Mengucapkan salam

Tata cara ziarah wali yang kedua adalah mengucapkan salam dan sebagai awal doa ke makam. Rasulullah mengajarkan untuk mengucapkan salam yang sekaligus doa yang dibaca saat ziarah kubur. Berikut ini lafal salam saat masuk area pemakaman

" ASSALAMU ’ALAIKUM AHLAD-DIYAAR MINAL MU’MINIINA WAL MUSLIMIIN. YARHAMULLOOHUL MUSTAQDIMIINA MINNAA WAL MUSTA’KHIRIIN. WA INNA INSYAA ALLOOHU BIKUM LA-LAAHIQUUN. WA AS ALULLOOHA LANAA WALAKUMUL ‘AAFIYAH."

Artinya:

" Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian."

3. Menghadap kiblat saat akan mendoakan mayit

Tata cara ziarah kubur yang selanjutnya adalah menghadap kiblat saat mendoakan. Saat hendak akan mendoakan, lebih baik hendaknya menghadap kiblat

4. Membaca doa ziarah kubur singkat

Tata cara ziarah yang berikutnya adalah sholawat ziarah wali sekaligus cara ziarah yang terakhir.

Kemudian membaca bacaan yang pertama dibacakan adalah niat ziarah kubur, setelah membaca tasbih, takbir, tahmid, zikir, dan doa yang dikhususkan untuk mayit.

Kemudian mendoakan dan tahlil ziarah kubur untuk mayit yang diakhiri dengan bacaan Al-Fatihah sebagai penutup.

A'udzubillahi minasyaithoonir rojim. Bismillahirrohmannirrohim.
Alhamdullilahi robbil 'alamin, hamdan syakiriin, hamdannaa'imiin, hamdan yuwaafiini'amahu wayukaafii mazidah, yaa robbanaa lakal hamdu kamaa yanbaghi lijalali wajhika wa'adzimi sultonik, allohumma shoolli wasalim 'ala sayyidina muhammad wa'ala alii sayyidina muhammad.

Alloh humma taqobal wa ausil sawaaaba maa qoro, nahu minal qur'anil 'adzim, wa maa halalna wa maa sabahna wamastaghfarnaa wamaa sholaina 'atsayyidina muhammad sollallohu'alaihi wasallam, hadiyatan wasilatan, warohmatan najilatan wa barokatan samilatan ilaa hadoroti habibina wasafi'ina waquroti a'ayuninaa sayyidina wamaulanaa muhammadin sollallohu 'alaihi wa sallam, wa ila jami'ii ikhwanihi minal anbiyaai walmursaliina wal auliyaai, wassuhadai, wassolihina, wassohabati wattabi'ina wal'ulamail 'alimina wal mushonnafiinal mukhlisiina wa jami'il mujaa-hidiina fi sabilillahi robbil 'alaminn, wal malaikatil muqorrobina khusushan ila sayyidina syaih abdul qodir zailanii.

Summa ilaa jami'i ahlil qubur, minal muslimiina wal muslimati, wal mu miniina wal mu minaati, min masaarikil ardhi ila magooribiha barriha wabahriha khusushan ila aabaaina wa ummahaa tiinaa, wa ajdaadina, wanakhussu khusushan manijtam'anaa hahunaa bisababihi waliajlihi.

Alloh hummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu wa akrim nujulahu wawasi' madholahu, waghsilhu bilmai wassalji wal barodi wanaqihi minal khotooya, kama yunaqqo saubul abyadu minaddannasi wa abdilhu, darron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa jaujan khoiron min jauzihi wa adhilhul jannata wa 'aidhu min 'adzabil qobri wa fitnatihi wa min 'adzabinnar, allohhumaghfir lihayyina wa mayyitina wa sahhidiina wa ghoniina washogiirona wa kaabirona wadakirona wa ansana, allohumma man ahyaitahu minna fa ahyihi 'alal islami wa man tawafaitahu minna fatawafahu alal iiman allohumma la tuhrimna azrohu wa laa tudillanaa ba'dahu birohmatikayaa arhamarroohimiin, wal hamdu lillahi robbil 'aalamiin.

Artinya:

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah penguasa alam semesta, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang-orang yang mendapat banyak kenikmatan memuji-Nya. Dengan pujian yang sepadan dan nikmat-Nya dan memungkinkan pertambahannya. Wahai Tuhan kami, pujian hanyalah untuk-Mu, sebagaimana yang layak akan kemuliaan Dzat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu. Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad junjungan kami dan kepada keluarga beliau.

Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala Alquran yang kami baca, tahlil kami, tasbih kami, istighfar kami dan shalawat kami kepada Nabi Muhammad SAW sebagai hadiah yang menjadi penyambung, sebagai rahmat yang turun dan sebagai berkah yang menyebar kepada kekasih kami, penolong kami dan buah hati kami, pemuka dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, juga kepada seluruh kawan-kawan beliau dari kalangan para Nabi dan Rasul, para wali, para syuhada', orang-orang shalih, para sahabat, para tabi'in, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan orang-orang yang berjihad di jalan Allah Tuhan semesta alam, serta para malaikat yang selalu beribadah, khususnya ditujukan kepada Syekh Abdul Qadir Jailani.

Kemudian kepada seluruh penghuni kubur dari kalangan orang-orang Islam laki-laki dan perempuan, orang mukmin laki-laki dan perempuan, dari belahan bumi timur dan barat, di laut dan di darat, terutama kepada bapak-bapak dan ibu-ibu kami, kakek dan nenek kami, lebih utamakan lagi kepada orang yang menyebabkan kami berkumpul di sini.

Wahai Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskan lah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami (istri) yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia kedalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka. Wahai Allah berikanlah ampun, kami yang masih hidup dan kami yang telah meninggal dunia, kami yang hadir, kami yang ghoib, kami yang kecil-kecil kami yang dewasa, kami yang pria maupun wanita. Wahai Allah, siapapun yang Engkau hidupkan dari kami, maka hidupkanlah dalam keadaan iman. Wahai Allah janganlah Engkau menghalangi kami, akan pahala beramal kepadanya dan janganlah Engkau menyesatkan kami sepeninggal dia dengan mendapat rahmat-Mu wahai Tuhan lebih belas kasihan. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

5. Hukum membaca Yasin saat ziarah kubur

Dijelaskan dalam salah satu hadist. Rasulullah bersabda artinya:"Barangsiapa berziarah ke kuburan kedua orang tuanya setiap Jumat, lalu membacakan disisinya Surat Yasin, niscaya akan diampuni sebanyak jumlah ayat dan huruf yang dibacakan".

Hadis riwayat Ibnu Adi dari Abu Bakar ini masih diperselisihkan para pakar ahli hadist. Dalil membaca surat Al Quran di kuburan memang tidak ada yang shahih dari Rasulullah. Semuanya dhaif seperti dijelaskan Al Mubarakfuri dalam kitab Tuhfah Al Ahwadzi Syarah Sunan At Tirmidzi.

Tetapi bukan berarti hadist dhaif tersebut tidak boleh diamalkan. Apalagi hadist tersebut diatas dikuatkan pendapat para ulama.

Seperti riwayat Al Marwazi dari Ahmad bin Hanbal, beliau mengatakan "Bila kalian masuk ke dalam taman makam, maka bacalah Al Fatihah, surat Al Ikhlas dan Al Muawwidzatain (Al Falaq dan An Nas). Jadikanlah pahalanya untuk mayit-mayit kuburan tersebut, karena sungguh pahalanya sampai kepada mereka.

6. Tidak duduk dan menginjak bagian atas kuburan

"Jangan kalian sholat (berdoa) kepada kuburan, dan janganlah kalian duduk di atasnya" (HR. Muslim). Hadist ini mengatakan bahwa manusia tidak boleh meminta sesuatu kepada kuburan karena itu adalah perbuatan syirik. Selain itu, peziarah juga tidak boleh duduk diatasnya.

7. Tidak melakukan hal-hal yang berlebihan

Salah satu contoh bentuk sikap yang berlebihan dalam konteks kuburan adalah menjadikan makan seperti masjid. Padahal melakukan ritual sholat di kuburan sangat dilarang karena akan mengikis makna ibadah yaitu menyembah hanya pada Allah SWT.

Bersikap berlebihan dalam urusan agama adalah hal yang terlarang, termasuk dalam melaksanakan ritual ziarah kubur ini. Rasulullah bersabda:

" Waspadalah kalian pada sikap berlebihan. Sesungguhnya binasanya orang-orang sebelum kalian disebabkan berlebihan dalam urusan agama." (HR. Ahmad)

Itulah tata cara ziarah kubur sesuai sunah, yang bisa wajib baca sampaikan. Semoga bermanfaat.