Macam - Macam Sholat Sunnah dan Tata Caranya

 29 May 2019  Putri Alh
Macam - Macam Sholat Sunnah dan Tata Caranya Image pexels.com/rawpexels.com

Shalat merupakan ibadah wajib bagi umat muslim. Selain mengerjakan shalat wajib, Islam juga menganjurkan shalat sunnah. Ibadah shalat ini bahkan diwajibkan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan ataupun sedang sakit. Keutamaan macam macam shalat sunnah yaitu akan menutupi kekeurangan shalat wajib, dihapuskan dosa dan ditingatkan derajatnya, Shalat adalah sebaik - baiknya amalan malam.

Macam - macam shalat sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah yang bila di kerjakan akan mendapatkan pahala berlimpah kalau tidak mengerjakan tidak berdosa. Jenis - jenis shalat sunnah rawatib yaitu shalat qobliyah subuh, qobliyah dzuhur, ba'diyah dzuhur, qobliyah maghrib, qobliyah isya'.

Macam-macam Salat Sunah

-Sholat Dhuha.

-Salat Rawatib.

-Salat Tahajud.

-Salat Istikharah.

-Salat Tahiyatul Masjid.

-Salat Witir.

Diantara shalat sunnah yang dianjurkan berjamaah adalah shalat Idul Fitri dan Idul Adha, shalat gerhana (bulan & matahari). Selain itu akan dijelaskan juga tentang keutamaan shalat sunnah rawatib macam macam shalat sunnah rawatib beserta niatnya.

Berikut macam - macam shalat sunnah dan tata caranya serta waktu pelaksanaannya :

1. Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid

Yaitu shalat sunnah dua rakaat yang dilaksanakan ketika memasuki masjid, sebaiknya dilakukan sebelum duduk untuk penghormatan kita terhadap masjid.

Niat shalat tahiyatul masjid 

اُصَلِّى سُنَّةً تَحِيَّةُ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى
Usholli sunnatan tahiyyatul masjidi rok'ataini lillaahi ta'aalaa

Artinya:

             "Saya niat sholat tahiyyatul masjid dua rakaat karena Allah ta'ala"

Tata cara dan waktu pelaksanaannya

Dilakukan saat seseorang masuk ke dalam masjid. Shalat ini dilakukan saat seseorang belum duduk di dalam masjid, sehingga apabila sudah duduk, maka kesunnahan shalat Tahiyatul Masjid sudah tidak berlaku lagi.

2. Shalat Sunnah Dhuha

Shalat dhuha yaitu shalat sunnah yang didirikan setelah matahari terbit sampai menjelang adzan shalat dhuhur.

Niat Shalat Dhuha

اُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan dhuha rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa'an lillaahi ta'aala

Artinya:

"Aku niat sholat sunat Dhuha dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta'ala"

Tata cara shalat dhuha sebenarnya sama seperti shalat sunnah lainnya. Perbedaan tata cara shalat Dhuha dari shalat sunnah lainnya adalah terletak pada niat, doa, dan waktunya.

Waktu pelaksanaan Shalat dhuha adalah sejak matahari terbit (naik) hingga condong ke barat. Namun aktu terbaik untuk mengerjakan sholat dhuha adalah di waktu yang akhir atau seperempat siang.

3. Shalat Tahajjud

Shalat tahajjud adalah shalat sunnah pada waktu malam, utamanya sepertiga malam. Lebih baik dan lebih utama setelah lewat tengah malam atau setelah tidur.

Niat shalat tahajjud

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tahajud dua rakaat karena Allah SWT,” (Lihat Perukunan Melayu, ikhtisar dari karya Syekh M Arsyad Banjar, [Jakarta, Al-Aidarus: tanpa tahun], halaman 40).

Shalat tahajud merupakan shalat sunnah di malam hari. Sebagian ulama mensyaratkan tidur terlebih dahulu. Bagi pandangan sebagian ulama ini, shalat tahajud dilakukan saat seseorang terjaga di malam hari setelah tidur meski hanya sejenak.

Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa hukum shalat tahajud adalah sunnah bagi umat Islam. Shalat tahajud ini merupakan shalat istimewa dan banyak mengandung keutamaan.

Shalat tahajud disebutkan di dalam Al-Quran Surat Al-Isra ayat 79.

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

Artinya, “Pada sebagian malam, hendaklah kau bertahajud sebagai tambahan bagimu. Semoga Tuhanmu mengangkatmu ke derajat terpuji,” (Surat Al-Isra ayat 79).

Ulama berbeda pendapat perihal tahajud. Sebagian ulama mengatakan bahwa shalat tahajud adalah shalat sunnah apa pun yang dilakukan di malam hari. Sementara sebagian ulama lain berpendapat bahwa shalat tahajud adalah shalat sunnah tersendiri dengan syarat-syarat tertentu.

Berikut ini adalah lafal niat shalat tahajud.

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan tahajjudi rak'ataini mustaqobilal qiblati lillahi ta'aalaa.

Artinya:

"Aku niat shalat sunnah tahajjud dua rakaat, menghadap kiblat, karena Allah ta'ala"

Tata cara shalat tahajjud

Sholat tahajud dikerjakan dua rakaat salam, dua rakaat salam. Para ulama berbeda pendapat mengenai batasan jumlah rakaatnya. Rasulullah terkadang melaksanakan 11 rakaat termasuk witir dan terkadang 13 rakaat termasuk witir.

Waktu pelaksanaan shalat tahajjud

1. Sepertiga malam yang pertama

Shalat tahajjud dapat dikerjakan pada waktu sepertiga malam pertama. Rentang waktu ini adalah setelah sholat isya' hingga pukul 22.00. Tetapi shalat tahajjud tetap harusdiawali tidur dulu meski sejenak.

2. Sepertiga malam kedua

Sepertiga malam kedua menjadi salah satu waktu terbaik untuk menjalankan Shalat Tahajud. Rentang waktu ini pada pukul 22.00 hingga 01.00.

3. Sepertiga malam yang terakhir

Waktu ini merupakan waktu yang paling utama bagi dilakukannya Shalat Tahajud. Jika direntangkan, waktu sepertiga malam terakhir itu antara pukul 01.00 hingga sebelum memasuki waktu subuh.

4. Shalat Sunnah Rawatib

Shalat rawatib adalah shalat sunnah yang dilakukan sebelum atau sesudah shalat lima waktu. Shalat yang dilakukan sebelumnya disebut shalat qabliyah, sedangkan yang dilakukan sesudahnya disebut shalat ba'diyah.

Salat sunah rawatib ini terbagi dua bagian, yaitu sunah muakad dan sunah ghairu muakad. Salat sunah rawatib muakad amat besar kemuliaannya dan dijanjikan ganjaran yang besar apabila menunaikannya. Salat sunat rawatib ghairu muakkad kurang sedikit kemuliaannya berbanding dengan salat sunat muakkad.

Niat Shalat rawatib

 -Qabliyah

Niat Sholat Sunnah Qobliyyah Subuh

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnatash-shubhi rok'ataini qobliyyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta'aala

Artinya : "Saya niat shalat sunnah sebelum subuh dua rakaat, dengan menghadap kiblat  karena Allah ta'ala

Niat Shalat Sunnah Qobliyyah Dzuhur

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnatazh-zhuhri rok'ataini qobliyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta'ala

Artinya : "Saya niat shalat sunnah sebelum dzuhur dua rakaat, dengan menghadap kiblat karena Allah ta'ala

 - Ba'diyyah :

Niat Sholat Sunnah Ba'diyyah Dzuhur

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnataz-zhuhri rok'ataini ba'diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta'aalaa

Artinya : "Saya niat shalat sunnah setelah dzuhur dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta'ala

Niat Sholat Sunnah Ba'diyyah Maghrib

اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal maghribi rok'ataini ba'diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta'ala

Artinya : "Saya niat shalat sunnah setelah maghrib dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta'ala"

Niat Sholat Sunnah Ba'diyyah Isya

اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli Sunnatal 'isya'i rok'ataini ba'diyyayan mustaqbilal qiblati lillaahi ta'aala

Artinya : "Saya niat shalat sunnah setelah 'isya dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta'ala"

Waktu pelaksannaan adalah sebelum dsn sesudah shalat wajib

5. Shalat sunnah Gerhana

Pada saat terjadi fenomena alam gerhana bulan maupun gerhana matahari kita dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunah, ke dua shalat sunah itu dalam islam biasa disebut dengan shalat Kusufain. Shalat yang dilaksanakan pada saat terjadi gerhana bulan dalam islam disebut dengan shalat Khusuf dan shalat yang dilaksanakan pada saat terjadi gerhana matahari dalam islam disebut dengan shalat kusuf. hukum mengerjakan kedua shalat tersebut adalah sunah muakkad.

Niat Shalat Gerhana Bulan dan Matahari

  -Niat Shalat Gerhana Bulan (Khusuf)

أُصَلِّيْ سُنَّةَ لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan likhusuufil qomari rok 'taini lillahi taa'ala

Artinya : "Aku niat shalat sunnah gerhana bulan dua rakaat karena Allah ta'ala"

 -Niat Shalat Gerhana Matahari (Kusuf)

أُصَلِّيْ سُنَّةَ لِكُسُوْفِ الشَّمسِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan likusuufis syamsi rok'taini lillahi taa'ala

Artinya : "Aku niat shalat sunnah gerhana matahari dua rakaat karena Allah ta'ala "

Tata Cara Pelaksanaan

1. Shalat gerhana dilaksanakan dua rakaat dengan dua ruku' dan empat sujud seperti shalat sunah lainnya dan boleh dilakukan sendiri-sendiri tetapi lebih utama jika dilakukan secara berjamaah. hal ini dikatakan oleh An-Nawawi bahwa ulama kufah Abu Hanifah dan kawan-kawan menetapkan shalat gerhana sama seperti shalat sunah lainnya.

2. Shalat gerhana dilaksanakan dua rakaat dengan 4 ruku dan 4 sujud, tiap-tiap rakaat dua ruku dan dua sujud. cara ini telah dipilih oleh Imam Syafi'i, Imam Malik, Al-Laits, Ahmad, Abu Tsur dan jumhur ulama. mereka berdasar pada hadist-hadist yang telah disebutkan sebelumnya.

- Shalat dua rakaat dengan 4 kali ruku  dan 4 kali sujud yaitu pada rakaat yang pertama sesudah ruku dan i'tidal membaca Al-Fatihah lagi, kemudian rukuk sekali lagi dan i'tidal lagi. kemudian sujud seperti biasa.

- Pada rakaat yang kedua sama seperti rakaat yang pertama. dengan demikian sahalat gerhana itu semuanya ada 4 ruku, 4 Al-Fatihah dan 4 sujud.

- Bacaan Al-Fatihah dan surah lainnya dalam shalat gerhana bulan di nyaringkan. sedangkan dalam shalat gerhana matahari tidak dinyaringkan. ketika membaca surah pada tiap-tiap rakaatnya disunahkan membaca suratan yang panjang.

- Jika shalat gerhana itu dilakukan seperti shalat biasa dengan dua rakaat dan dua ruku, maka tidak ada halangan, yakni cukup sah pula shalatnnya.

Waktu pelaksanannya 

Waktu melaksanakan shalat gerhana dimulai dari mulainya gerhana hingga gerhana tersebut selesai.

Kapan Gerhana Dianggap Usai

Shalat gerhana matahari tidak ditunaikan jika telah muncul dua perkara, yaitu (1) terang seperti sedia kala, dan (2) gerhana terjadi takala matahari terbenam. Demikian pula halnya dengan shalat gerhana bulan, tidak ditunaikan jika telah muncul dua perkara, yaitu (1) terang seperti sedia kala, dan (2) saat terbit matahari.

6. Shalat Istikarah

 Sholat istikhoroh adalah sholat sunah dua rakaat yang dikerjakan untuk memohom petunjuk dari Allah Swt, karena sedang bingung mengambil keputusan diantara beberapa pilihan dan merasa ragu untuk memilih mana yang terbaik diantara pilihan tersebut. baik dalam hal perjodohan, pekerjaan, rencara maupun perkara-perkara lainnya.

Niat Sholat Istikharah

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushollii sunnatal istikhaarati rak'ataini lillaahi ta'aala

Artinya: "Saya niat shalat sunnat istikharahdua rakaat karena Allah ta'ala."

Cara mengerjakan Shalat istikharah

Cara mengerjakan sholat Istikharah sama seperti sholat pada umumnya, yang membedakan hanya pada niatnya, yaitu berniat mengerjakan sholat Istikharah. berikut adalah lafadz niat sholat sunah Istikharah beserta latin dan terjemahnya.

Waktu Pelaksanaannya

Untuk waktu mengerjakan sholat sunah istikharah bisa di lakukan kapan saja baik siang maupun malam hari, sedangkan waktu yang paling yaitu sepertiga malam setelah isya, karena pada malam hari kita dapat mengerjakan sholat Istikharah dengan khusyu.

7. Shalat Tarawih

Sholat Tarawih merupakan sholat yang dikerjakan pada saat bulan Ramadhan, Hukum dari sholat Tarawih adalah Sunah Muakad yaitu sholat sunah yang sangat di anjurkan. Sholat Tarawih bisa di kerjakan secara berjamaah maupun secara munfarid (sendiri).

Jumlah rakaat sholat tarawih itu memang banyak perbedaanya diantara ada yang mengatakan 8 rakaat ditambah sholat witir 3 rakaat jadi jumlahnya 11 rakaat, ada pula yang mengatakan 20 rakaat ditambah dengan 3 rakaat sholat witir jadi 23 (dua puluh tiga) rakaat.

Niat Sholat Tarawih Sebagai Makmum

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Usholli Sunnatat-taraawiihi rok'ataini mustaqbilal qiblati ma'muuman lillaahi ta'alaa

Artinya:

"Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala"

Niat sholat Tarawih Sebagai Imam

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Usholli Sunnatat-taraawiihi rok'ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta'alaa

Artinya:

"Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala"

Niat Sholat Tarawih Yang Dikerjakan Sendiri (Munfarid)

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli Sunnatat-taraawiihi rok'ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta'alaa

Artinya:

"Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala"

Tata cara shalat tarawih

Waktu sholat tarawih dikerjakan pada tiap malam bulan Ramadan. Waktu sholat tarawih mulai setelah sholat Isya sampai akhir malam sebelum sholat witir.

Mengenai jumlah rakaat sholat tarawih, cukup dilakukan sebanyak 11 rakaat. Terdiri atas sholat tarawih 8 rakaat dan sholat witir 3 rakaat.

Waktu Pelaksanaannya

Shalat tarawih dilakukan pada malam hari selepas isya sampai datangnya waktu sebelum shubuh. Shalat tarawih hanya ada pada bulan Ramadhan.

Baca Juga :

8. Shalat Witir

Sholat sunah witir merupakan sholat sunah muakad yang berarti sunah yang sangat di anjurkan, sholat sunah witir dilakukan pada waktu malam hari setelah sholat isya sampai terbit fajar tepatnya sebelum masuk sholat shubuh.

Niat Shalat Witir

Niat Sholat Witir 2 Rokaat

أُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ  (إماما/مأموما) للهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal-witri rak’ataini mustaqbilal qiblati [makmuuman / imaaman] lillaahi ta’aalaa.

Artinya :

Saya (berniat) mengerjakan Sholat Sunnah Witir, dua raka’at dengan menghadap kiblat, [makmum / imam], karena Allah Ta’ala.

Niat Sholat Witir 1 Rokaat

أُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (إماما/مأموما) للهِ تَعَالَى
[makmuuman / imaaman] lillaahi ta’aalaa.

Artinya :

Saya (berniat) mengerjakan Sholat Sunnah Witir, satu raka’at dengan menghadap kiblat, [makmum / imam], karena Allah Ta’ala.

Tata Cara Shalat Witir

Dalam mengerjakan shalat witir, boleh dilaksanakan dua rakaat-dua rakaat sesudah itu diakhiri dengan satu rakaat, kemudian masing-masing satu tasyahud dan satu kali salam. Boleh pula dikerjakan keseluruhan rakaat sekaligus dengan satu kali salam.

Untuk tiga rakaat atau lebih dengan sekali salam ini, boleh degan dua tasyahud sekali salam, boleh juga hanya dengan satu tasyahud pada rakaat terakhir, sebagaimana hadits dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha:

كَانَرَسُولُاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَيُوتِرُبِسَبْعٍأَوْبِخَمْسٍلَايَفْصِلُبَيْنَهُنَّبِتَسْلِيمٍ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwitir tujuh atau lima rakaat secara bersambung dan tidak dipisahkan dengan salam (HR. An Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)

Juga hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha:

كَانَرَسُولُاللَّهِ -صلىاللهعليهوسلم- يُصَلِّىمِنَاللَّيْلِثَلاَثَعَشْرَةَرَكْعَةًيُوتِرُمِنْذَلِكَبِخَمْسٍلاَيَجْلِسُفِىشَىْءٍإِلاَّفِىآخِرِهَا

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan sholat malam 13 rakaat, termasuk di dalamnya sholat witir lima rakaat.

Waktu Pelaksanaan

Sholat witir baiknya dikerjakan pada akhir malam sebagai penutut sholat sunah malam lainnya, seperti sholat tahajud, sholat hajat dan juga sholat sunah lainya yang dilakukan pada malam hari, sholat witir juga bisa dilakukan pada awal malam sehabis sholat isya seperti setelah sholat tarawih pada bulan ramadhan.

Demikian artikel mengenai  macam - macam sholat sunnah dan tata caranya serta waktu pelaksanaanya. Semoga Bermanfaat.