Cara Budidaya Kurma di Indonesia Supaya Berbuah, di Pasuruan Jawa Timur Sudah Dilakukan

Komentar

budidaya kurma di indonesia via kurmakuljar.wordpress.com

Budidaya kurma di di Indonesia memang bukanlah hal mudah. Pasalnya, mungkin banyak orang yang sudah melakukan penanaman kurma namun tidak berhasil. Dalam hal ini, bukan berati pohon kurma tidak bisa ditanam di Indonesia. Bahkan sudah ada sebagian orang yang melakukan budidaya di Indonesia. 

Kurma yang merupakan buah asal timur tengah ini memang sudah tidak asing lagi. Keberadaannya sangat populer, apalagi saat bulan puasa tiba.

Banyak orang yang menjadikan kurma sebagai makanan saat buka puasa, oleh-oleh ketika baru datang dari haji atau umroh, bahkan dijadikan sebagai obat. Kurma memiliki manfaat yang begitu besar, hal ini menjadikan banyak orang ingin membudidayakan kurma, khususnya di Indonesia.

Namun, budidaya kurma di Indonesia seringkali dilakukan hanya sekedar coba-coba atau hanya untuk penghias halaman rumah, hal ini menjadikan budidaya kurma di Indonesia tidak maksimal. Kalaupun tumbuh, maka tidak bisa berbuah, dan jika ada satu dua pohon yang berbuah, maka ukuran buahnya pun kecil-kecil.

Baca Juga: Manfaat Sari Kurma yang Ternyata Sangat Bagus Untuk Ibu Hamil

5 Cara Menanam Kurma Agar Cepat Berbuah

Untuk mengetahi bagaimana cara budidaya kurma di Indonesia yang benar, ada beberpa langkah-langkah yang harus diperhatikan agar kurma dapat tumbuh dan bisa berkembang hingga berbuah. Berikut langkah-langkah budidaya kurma di Indonesia yang dianjurkan.

1. Persiapan Pembibitan

ilustrasi bibit kurma via berkahpohonkurma.wordpress.com

Kurma dapat dikembangbiakkan dengan proses degeneratif atau melalui perkecambahan biji. Biji kurma dapat Anda peroleh dengan cara memesan dan membeli bibit unggul dari para petani kurma, maupun mengumpulkan secara manual dari buah kurma yang Anda konsumsi.

Namun Anda juga harus mengetahui bahwa kurma memiliki berbagai jenis varian hingga ada juga bibit-bibit unggul yang tentunya memiliki nilai jual yang sangat tinggi di pasaran. Beberapa jenis bibit unggul seperti kurma ajwa, kurma khalas, deglet nour, khenaizi, zahidi, medjool dan khadrawi. Kurma sokari, silaj, bahri dan sekki adalah beberpa jenis kurma yang biasa ditemukan di Indonesia.

Kerena banyak sekali jenis dari varietas kurma maka kurma juga memiliki penampilan fisik yang tidak sama. Misalnya saja kurma Ajwa, kurma ini biasanya banyak ditemukan dan tumbuh di madinah sehingga sering diberi gelar kurma nabi karena konon kurma ini dipercaya salah satu jenis kurma yang sering dimakan oleh nabi. Kurma ajwa memiliki rasa seperti kismis dengan tekstur lembut dan warna buahnya cenderung lebih gelap.

Sedangkan kurma majol atau lebih dikenal dengan nama medjool memiliki tampilan fisik lebih lonjong jika dibandingkan dengan buah kurma ajwa. Dengan tekstur yang lebih kenyal dan rasa yang manis serta warna kulit danging yang lebih cerah, kecoklatan. Sedangkan untuk kurma deglet noor, memiliki warna daging yang lebih muda dan cerah dibandingkan dengan kurma ajwa maupun kurma medjool. Kulit dagingnya juga tidak terlalu lembut dan kenyal tapi juga tidak terlalu keras. Walaupun rasa manisnya masih tetap sama.

Berikut persiapan bibit kurma dari biji :
  • Jika hendak membudidayakan kurma dari biji yang dibeli dari pasaran, siapkan dalam jumlah yang banyak. Karena kebanyakan dari biji adalah calon dari kurma jantan.
  • Jika Anda membeli sekotak penuh kurma, maka jadikan saja semua bijinya untuk bibit. Tentunya peluang untuk sukses bertanam kurma akan lebih besar jika memiliki calon atau bibit yang banyak juga. Semakin besar juga Anda mendapatkan calon bibit kurma betina yang akan menhasilkan buah kurma nantinya.
  • Setelah melakukan pengumpulan biji untuk pembibitan langkah selanjutnya adalah melakukan pembersihan. Pembersihan disini juga termasuk membuang sisa – sisa dari darnging buah yang menempel pada kulit biji. Hal ini akan memperbesar persentase berhasilnya perkecambahan biji kurma.
  • Cara paling dianjurkan untuk membersihkan biji kurma adalah dengan menggunakan media pasir halus dan mencucinya dengan air bersih. Karena sisa sisa dari daging buah yang masih menempel akan mempermudah datangnya jamur bahkan juga dapat mengundang kutu putih dan juga semut yang tentunya akan merusak biji dalam proses perkecambahan.
  • Setelah melakukan pembersihan terhadap biji, maka lakukanlah perendaman. Proses ini dapat dilakukan dalam waktu 5-6 hari.
  • Untuk membantu mempercepat proses perkecambahan, pada waktu perendaman ini sebaiknya dibantu dengan zat pengatur tumbuh organik atau ZPT.
  • Air yang digunakan untuk perendaman haruslah air bersih, setidaknya bebas dari zat-zat berbahaya seperti kaporit. Lakukan pergantian air setiap sekali 24 jam.

2. Proses Perkecambahan Biji Kurma

Ada 2 metode utama yang dapat dilakukan pada proses ini, yaitu dengan cara menyemai lansung ke dalam media tanam atau melakukan perkecambahan dengan bantuan media tisu basah. Langkah selanjutnya adalah :
  • Ketika menggunakan metode perkecambahan dengan media tisu basah, maka Anda harus menyiapkan sebuah wadah bersih.
  • Pastikan bahwa wadah untuk menampung biji kurma tersebut dapat menahan kelembaban yang cukup. Masukkan tisu basah dan letakkan biji kurma diatas tisu tersebut, cek selalu kelembaban dari tisu.
  • Tunas dari hasil proses perkecambahan biji biasanya akan muncul setelah 14 hari.
  • Berbeda halnya dengan Anda yang akan langsung menanam biji pada media tanam.
  • Campurkan cocopeat, kompos beserta pasir untuk media tanam awal dan menjaga kelembaban dari media tanam. Gunakan perbandingan 2 : 1 :1, dimana 2 untuk pasir dan perbandingan 1 untuk media kompos beserta cocopeat.

3. Pemeliharaan dan Pemindahan Bibit

ilustrasi pemeliharaan dan pemindahan bibit kurma via youtube.com

Lakukanlah pemindahan bibit kedalam pot atau polibag jika telah terjadi pertumbuhan dapa biji. Untuk Anda yang menggunakan metode tisu basah, tunggulah kira-kira 14 hari setelah terjadi pertumbuhan tunas dan akar telah mencapai panjang 5 hingga 10 cm, baru boleh Anda pindahkan kedalam media tanam yang telah disiapkan. Sedangkan untuk yang langsung disemaikan di media tanam, lihatlah perkembangan bibit hingga mencapai tinggi sekitar 20 hingga 30 cm maka pindahkanlah ke media tanam yang lebih besar.

Setelah bibit kurma tumbuh, maka simpanlah di tempat teduh yang tetap terlindung dari berbagai gangguan termasuk angin. Simpanlah diluar ruangan agar bibit kurma dapat menyesuaikan dengan iklim di lingkungan sekitarnya. Pastikan bahwa area tempat penyimpanan memiliki kelembaban yang cukup namun tetap mendapatkan sinar matahari. Pastikan agar tetap menyiram bibit kurma secara konsisten dan teratur.

4. Tahap Penanaman Kurma 

Setelah bibit kurma dianggap telah besar dan mulai bisa untuk di tanam maka akan diperlukan lahan untuk penanaman. Perlu diingat bahwa dalam proses penanaman, harus diberi jarak yang cukup antara satu calon tanaman kurma dengan yang lainnya. Hal ini untuk menghindari adanya perebutan zat-zat yang diperlukan oleh bibit kurma untuk tumbuh.

Selain jarak, kedalam lubang untuk proses penanaman juga perlu diperhatikan. Setidaknya Anda membutuhkan ukuran lubang antara 50-60 cm dan jarak 5-6 m per bibit kurma. Lubang yang telah disiapkan terlebih dahulu dibiarkan sebelum ditanami bibit. Diamkan selama 2 hingga 3 hari dan kemudian masukkan campuran pupuk. Setelah melakukan pemupukan pada lubang barulah bibit kurma bisa ditanam. Jadi, cara menanam kurma juga bisa dilakukan sendiri untk pemula.

5. Perawatan Pohon Kurma

ilustrasi pohon kurma via media.ihram.asia

Setelah proses penanaman selesai, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah perawatan. Lakukan penyiraman secara rutin dan juga lakukan pemupukan susulan. Pemupukan susulan ini dilakukan dalam proses perawatan tanaman hingga menjadi pohon dewasa.

Kemudian hanya diperlukan sebuah proses penyerbukan. Disinilah peranan penting dari serangga dan juga angin agar dapat membantu proses penyerbukan dimana hasil dari perkawinan silang tersebut akan menghasilkan buah kurma.

6. Panen

Pohon kurma jantan dan betina akan dapat dibedakan ketika pohon tersebut telah berbunga. Karena bunga yang terdapat pada pohon kurma betina akan berbentuk seperti bunga pohon kelapa yang umumnya meiliki pentol. Sedangkan untuk pohon kurma jantan bunganya akan berwarna putih dan bunganya lebih kecil ukurannya serta bunga tersebut seperti mengandung zat tepung. Ketika proses penyerbukan berhasil dan pohon kurma mulai berbuah, hal lain yang perlu diperhatikan adalah gangguan dalam proses pembuahan.

Perawatan yang musti dilakukan selama masa pembuahan adalah pemberian pupuk dan mencegah adanya gangguan lalat maupun burung. Untuk tetap menjaga buah kurma yang telah besar maka dapat dilakukan pemangkasan. Buanglah buah kurma yang terlihat kecil dan kurang sempurna agar pertumbuhan buah yang besar dapat lebih optimal.

Lakukanlah proses pembungkusan pada buah kurma agar menjaga buah tersebut dari berbagai gangguan.

Video budidaya kurma di Indonesia


Demikianlah informasi tentang budidaya kurma di Indonesia. Perhatikan penjelasan di atas dengan seksama. Semoga informasi dia atas dapat bermanfaat untuk kita semua dan diharapkan Anda dapat mencobanya sendiri di rumah.
Top