Fakta! Istri Langsing Bahagia, Tapi Istri Gemuk Luar Biasa Bahagianya

Komentar

Gambar ilustrasi dolah dari kompas.com

Ada satu penelitian mengatakan, pria 10 kali lebih bahagia menikah dengan Wanita gemuk

Jangan pada berdebat kurus ataupun gemuk, karena penelitian menunjukkan demikian... Berikut faktanya!

Banyak wanita yang kurang percaya diri ketika merasa dirinya gemuk.

Padahal ketika Anda merasa yakin dan percaya kalau penampilan tetap menarik hal tersebut akan membuat Anda semakin cantik.

Bahkan sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa pria lebih bahagia menikahi wanita gemuk daripada kurus.

Dalam sebuah studi baru yang dilakukan oleh departemen psikologi di UNAM, Meksiko, Dr. Filemón Alvarado dan Dr. Edgardo Morales menemukan bahwa pria yang membina rumah tangga bersama wanita gemuk sepuluh kali lebih bahagia daripada menikahi wanita kurus seperti dilansir dari detik.com

Dalam studi tersebut, responden mengatakan bahwa suaminya tidak terlalu melihat penampilannya.

Justru pasangannya mengaku menyukai lipatan lemak di tubuh sang istri.

BACA JUGA: Jangan Mungkir! Banyak Suami Istri “berselingkuh" Terang-terangan Bahkan Saat Berdua Diranjang

Tidak hanya itu, para pria juga mengaku suka dengan d4da besar wanita yang berisi.

Dalam penelitian yang sama, pria juga tersenyum lebih banyak dengan wanita chubby.

Bahkan beberapa dari mereka mengatakan tidak memiliki banyak masalah ketika menikah dengan wanita bertubuh 'padat'.

Dr. Filemon juga menuturkan kalau wanita bertubuh gemuk memiliki komunikasi lebih baik, sementara istri bertubuh kurus cenderung kurang ramah.

Wanita gemuk juga lebih mengutamakan orang-orang tercinta daripada dirinya sendiri karena mereka lebih banyak bersyukur.

Ada pula survei yang mengatakan kalau wanita bertubuh gemuk mempunyai kemampuan bertahan hidup luar biasa.

Mereka tidak mudah putus asa dibandingkan istri bertubuh kurus.

Hal ini juga yang membuat mereka sering terlebih cerdas, mudah beradaptasi, serta cepat menyelesaikan masalah.


Orang gemuk dalam pandangan Islam

Salah satu dalil yang sering disitir mengenai benarkah Allah membenci orang gemuk hingga seringkali ejekan, hinaan, sindirian dialamatkan kepada orang bertubuh gemuk.

Bahkan akhir-akhir ini ada beberapa ulasan mengenai tubuh over ini, ditinjau dari sudut pandang agama, hingga memunculkan pertanyaan, Benarkah Allah membenci orang yang gemuk?

Gemuk tercela.

Ada beberapa dalil yang menunjukkan celaan bagi orang gemuk karena banyak makan. Diantaranya,

Dalam riwayat lain, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ أُمَّتِى الْقَرْنُ الَّذِينَ بُعِثْتُ فِيهِمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ… ثُمَّ يَخْلُفُ قَوْمٌ يُحِبُّونَ السَّمَانَةَ، يَشْهَدُونَ قَبْلَ أَنْ يُسْتَشْهَدُوا

“Sebaik-baik umatku adalah masyarakat yang aku di utus di tengah mereka (para sahabat), kemudian generasi setelahnya. Kemudian datang kaum yang suka menggemukkan badan, mereka bersaksi sebelum diminta bersaksi.” (HR. Muslim 6636 dan Ahmad 7322)

Keterangan al-Qurthubi (w. 671 H)

Ketika menyebutkan hadis di atas, beliau mengatakan,

وهذا ذم. وسبب ذلك أن السمن المكتسب إنما هو من كثرة الأكل والشره، والدعة والراحة والأمن والاسترسال مع النفس على شهواتها، فهو عبد نفسه لا عبد ربه، ومن كان هذا حاله وقع لا محالة في الحرام

Hadits ini adalah celaan bagi orang gemuk. Karena gemuk yang bukan bawaan penyebabnya banyak makan, minum, santai, foya-foya, selalu tenang, dan terlalu mengikuti hawa nafsu. Ia adalah hamba bagi dirinya sendiri dan bukan hamda bagi Tuhannya, orang yang hidupnya seperti ini pasti akan terjerumus kepada yang haram…

Gemuk yang tak tercela

Bagian ini yang dikecualikan, gemuk yang tidak tercela.

Gemuk bukan karena malas-malasan, dan bukan karena terlalu banyak makan. Dia tetap menjadi pahlawan bagi umat, dan berusaha melakukan aktivitas yang bermanfaat.

Sebagaimana yang dialami Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di penghujung usia beliau dan beberapa sahabat lainnya.

Aisyah menceritakan,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُوتِرُ بِتِسْعِ رَكَعَاتٍ فَلَمَّا بَدَّنَ وَلَحُمَ صَلَّى سَبْعَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ

Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan witir 9 rakaat, setelah beliau mulai gemuk dan berdaging, beliau shalat 7 rakaat. Kemudian shalat 2 rakaat sambil duduk. (HR. Ahmad 26651 dan Bukhari 4557).

Dari Hasan bin Ali Radhiyallahu ‘anhuma,

Saya bertanya kepada pamannya, Ibnu Abi Halah tentang ciri fisik Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mengatakan,

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم فخما مفخما

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam orang yang badannya besar. (as-Syamail al-Muhammadiyah Turmudzi, 1/34).

Sebagian menafsirkan kata: fakhman mufakhaman dengan gemuk.

Mula Ali Qori mengatakan,

وَأَمَّا مَا وَرَدَ أَنَّ اللَّهَ يُبْغِضُ السَّمِينَ ; فَمَحْمَلُهُ إِذَا نَشَأَ عَنْ غَفْلَةٍ وَكَثْرَةِ نِعْمَةٍ حِسِّيَّةٍ كَمَا يَدُلُّ عَلَيْهِ رِوَايَةُ يُبْغِضُ اللَّحَّامِينَ

Riwayat yang menunjukkan bahwa Allah membenci orang gemuk, dipahami jika gemuk ini terjadi karena kelalaian, terlalu banyak menikmati kenikmatan lahir, sebagaimana yang ditunjukkan dalam riwayat tentang kebencian bagi orang gendut. (Jam’ul Wasail fi Syarh as-Syamail, 1/34).

Gemuk Bawaan Belum Tentu Obesitas

Ahli gizi dan dokter telah berulang kali mengingatkan banyak dari kita yang memiliki gemuk bawaan atau berat tubuh naik sejak lahir.

BACA JUGA: Tetangga Nyiyir Kayak Infotainment Suaranya Keras Bagai Sound Hajatan, Bagaimana Menyikapi?

Jangan khawatir, orang dengan berat tubuh seperti itu memang terlihat gemuk akibat DNA, bukan berarti obesitas. seperti dilansir dari liputan6.com

Hal itu berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Cambridge, Inggris, terhadap 220 ribu orang dari seluruh dunia.

Hasilnya, meskipun para responden berusaha untuk menurunkan berat badan dengan cara apapun, tapi mereka tetap saja terlihat gemuk.

Para wanita dengan tipe tubuh seperti itu menyangka bahwa mereka tidak berdaya melawan berat badan mereka.

Namun orang dengan tipe gemuk bawaan itu memang cepat sekali mengalami kenaikan berat badan, sebaliknya bagi sebagian lagi bisa makan apa saja, tanpa mengkhawatirkan pertambahan berat tubuh.

Wallahu a’lam.
Top