Tips Ibu Pekerja: Cara Tepat Memilih Pengasuh Atau Tempat Penitipan Anak

Komentar

foto diolah wajibbaca.com via keluarga.com

Kalau bunda pilih yang mana?

Terutama bunda yang sibuk bekerja dan hanya memilik waktu sedikit bersama anak.

Jangan sampai asal pilih, pertimbangkan dengan baik. Ini penjelasan lengkap buat ibu pekerja bagaimana memilih pengasuh atau tempat penitipan anak.

Memang buat ibu pekerja, hal yang harus dikorbankan itu adalah harus jauh dari anak.

Apalagi anak masih kecil butuh perhatian dan menjaganya. Hingga terpaksa jalan satu-satunya adalah menitipkan atau memilih pengasuh anak.

Nah, kedua hal ini yang membuat sebagian ibu pekerja masih bingung.

Karena bukannya merasa tak percaya, tapi banyak kasus tentang penitipan anak dan pengasuh yang tertuju pada 'kekerasan'.

Tapi buat bunda jangan khawatir, ini penjelasan mengenai menitipkan anak atau memilih pengasuh. Pilih yang mana?

Pengasuh Anak

Beberapa orang tua lebih nyaman ketika anak tetap di rumah dan memakai jasa pengasuh. Terkadang pengasuh datang ke rumah atau anak dititipkan di rumah pengasuh. Khusus untuk pengasuh usahakan lakukan wawancara setidaknya dua kali dan cek riwayat kejahatan yang bersangkutan. Tanyakan setidaknya:

Baca Juga : Mau Punya Anak Cerdas Sejak Dini? Tipsnya Gampang Banget, Malah Hal-Hal ini Sering Diabaikan
  • Apa yang membuat dia tertarik bekerja dengan anak kecil? 
  • Apa yang menyebabkan dia berhenti dari pekerjaan terakhirnya
Sebaiknya bisa cek di keluarga/tempat terakhir dia bekerja dan tanyakan apakah orang ini bisa direkomendasikan untuk pegang anak kita.
  • Bagaimana penerapan kedisiplinan anak yang dia miliki?
Beri skenario misalnya anak tantrum, anak menolak tidur, anak menolak makan, anak ngotot mau nonton TV terus, anak berantem dengan temannya, anak memukul temannya, anak merebut mainan teman.


foto via nakita.grid.id
1. Tentang dia tanyakan apakah mampu memberi pertolongan pertama dan CPR? 
2. Apakah dia memahami terkait tumbuh kembang anak? Apa yang bisa dia lakukan untuk menemani anak bermain sambil belajar misalnya menggambar, mewarnai, bernyanyi, permainan kreatif juga permainan di dalam maupun luar rumah. 
3. Bagaimana cara dia turut mengajari anak toilet training? 
4. Bagaimana dia mengatasi separation anxiety ketika anak menangis ditinggal ibu berkerja? 
5. Cek riwayat kesehatan. Pastikan melakukan screening tuberkulosis pada pengasuh.
Baca Juga : Ini Alasan Dari Tidak dan Bolehnya Merayakan Hari Ulang Tahun Anak

Sebaiknya segera pecat jika pengasuh melakukan:

  • Pengasuh ketahuan berbohong atau mencuri. 
  • Pengasuh tidak bisa menceritakan aktivitas rutinitas harian. 
  • Ibu mendapati anak sendirian di rumah tanpa ditemani. 
  • Pengasuh tidak merespons anak. 
  • Anak jadi rewel, pemalu, pendiam atau memiliki masalah makan dan tidur. 
  • Anak mendadak histeris, ketakutan atau sedih ketika ditinggal pergi atau hanya bersama pengasuh. 
  • Ibu memiliki perasaan yang tidak suka atau kurang nyaman terhadap pengasuh.

Penting bagi ibu untuk melihat sikap dan kedekatan anak terhadap pengasuh. Terkadang jika anak dekat dengan pengasuh memang membuat ibu sedih dan cemburu, tetapi sebenarnya ini adalah petanda yang baik bahwa anak mendapatkan pengasuh yang baik.



    Ibu juga harus adil dengan memberi kesempatan pengasuh untuk libur, beristirahat, boleh keluar bertemu kawan-kawannya, dan berikan akses untuk mudah dihubungi. Buat kesepakatan kontrak yang jelas dengan pengasuh. Jalin komunikasi yang baik dengan pengasuh demi kenyamanan dan tumbuh kembang anak yang optimal.

    Jika ibu menitipkan pada kerabat sebaiknya ibu juga memberikan honor. Rekomendasi honor minimal sebesar  UMR daerah setempat. Pastikan seluruh kebutuhan anak telah ibu sediakan seperti baju ganti, popok, makan, minum, snack, mainan kegemaran anak, dll. Latih pengasuh memberikan obat atau pertolongan pertama ketika anak sakit atau pada kegawatdaruratan.

    Tempat Penitipan Anak (TPA) atau Daycare

    Jika ibu ingin menitipkan anak di tempat penitipan anak, luangkan waktu untuk mengobservasi serta berbincang-bincang bersama para orang tua lain yang sudah lebih dahulu menitipkan anak di tempat ini. Ibu bisa menanyakan hal-hal seputar:


    foto via youtube.com

    1. Apakah TPA memiliki kebijakan membolehkan kunjungan orang tua?

    2. Tanyakan apakah memiliki peraturan kebijakan yang tertulis terkait keamanan, kedisiplinan dan hal-hal lain yang penting atau mendesak? Minta salinannya.

    3. Apakah alternatif jika anak terlambat dijemput ketika TPA jam selesai?

    4. TPA libur di hari apa saja?

    5. Bagaimana kebijakan terhadap anak yang sakit:



      • Apakah boleh masuk? 
      • Cara pemberian obat? 
      • Ruangan khusus anak sakit? 
      • Apakah orang tua akan diberitahu? 
      • Apakah TPA akan membuat catatan riwayat kesehatan anak di tempat seperti jika ketika anak jatuh, terluka atau sakit? 
      • Bagaimana pemeriksaan kesehatan anak sebelum masuk TPA? 
      • Bagaimana riwayat vaksinasi anak lain? 
      • Adakah akses ke dokter atau perawat?

      Bagaimana pengawasan terhadap anak ketika bermain, baik di luar maupun dalam ruangan?
      Amati lantai tempat bermain. 
      Amati colokan listrik. 
      Amati pagar pengaman. 
      Amati bagaimana TPA melindungi dari orang asing. 
      Amati furnitur di ruangan anak. 
      Amati keamanan mainan anak. 
      Amati higienitas untuk menjaga mainan anak.
      Bagaimana keamanan mainan yang tersedia?
      • Bahan. 
      • Apakah sesuai umur misalnya tidak ada mainan kecil yang mudah tertelan. 
      • Kebersihan: tanyakan berapa kali dicuci dan penggunaan antiseptik untuk mencuci mainan anak.
      Bagaimana pengelompokan anak?

      1. Apakah anak dikelompokkan sesuai umur?

      2. Bagaimana rasio pengasuh dengan anak?
      Apakah TPA menerima anak dari berbagai latar belakang suku, ras atau agama? 
      Apakah TPA menerima anak berkebutuhan khusus? 
      Apakah latar belakang pendidikan yang dimiliki oleh guru?
      Baca Juga : Moms, Jangan Biarkan Anakmu Menangis Terlalu Lama. Kalau Tak Mau Dampak Buruk ini Terjadi

      1. Dia mampu memberikan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan dan melakukan CPR.

      2. Memberikan obat umum pada anak jika diperlukan.

      3. Latar belakang pendidikan dan sertifikat yang dimiliki.

      4. Bisa melindungi anak dari kecelakaan dan bahaya.

      5. Paham tentang tumbuh kembang anak usia dini.

      6. Bisa mengenali kekerasan pada anak.

      7. Higienitas.

      8. Riwayat kesehatan dan kejahatan.

      Makanan yang disediakan:
      Cara memasak. 
      Amati dapur dan kebersihannya. 
      Bahan yang digunakan. 
      Komposisi menu makanan yang disajikan. 
      Cara pemberian makan anak. 
      Air yang digunakan untuk minum dan memasak.
      Apakah TPA terdaftar resmi? Akreditasi dan sertifikasi apa saja yang dimiliki?

      Rasio pengasuh : anak direkomendasikan 1 : 3 – 5 anak kecil dan 1 : 7 – 10 untuk anak yang lebih besar (rekomendasi AAP). Sebaiknya anak yang lebih besar dipisahkan dari anak ya g lebih kecil supaya mengurangi angka penularan penyakit infeksi.

      Rekomendasi AAP untuk TPA:

      Umur

      Lahir-24 bulan

      25-30 bulan
      31-35 bulan
      3 tahun
      4-5 tahun
      Anak : Staf

      3:1

      4:1
      5:1
      7:1
      8:1
      Max. Jumlah Anak

      6

      8
      10
      14
      16
      Pertimbangkan untuk memindahkan anak ke tempat lain jika:
      1. Staf tidak dapat menjawab semua pertanyaan yang diajukan dan tidak memenuhi sebagian besar harapan orang tua.
      2. TPA tidak mengijinkan orang tua untuk terlibat dalam keseharian anak.
      3. Anak mengeluh tidak suka dan tidak bahagia di TPA.
      4. Kecelakaan yang tidak bisa dijelaskan lebih dari sekali.
      5. Staf terlalu sering berganti.
      6. Manajemen tidak bisa memberikan salinan peraturan kebijakan yang mereka miliki.
      7. Orang tua murid lain mengatakan kekecewaan terhadap pelayanan.
      Terkadang tidak ada pengasuh dan tempat penitipan anak yang sempurna. Setidaknya filosofi pengasuhan anak, disiplin dan pemeliharaan anak yang mereka miliki sesuai dengan pandangan orang tua tentang bagaimana seorang anak diperlakukan dengan layak setiap waktu. 

      Sehingga ibu bisa yakin terhadap orang atau program yang ada. Ibu bisa percaya bahwa anak akan bahagia dan memiliki kesempatan belajar dan tumbuh di lingkungan ini. Anak yang betah akan bermain riang di TPA dan kadang gak mau diajak pulang.

      Tempat penitipan anak juga ada yang model rumahan milik perseorangan. Ini lebih sulit untuk dipegang, kecuali jika mereka memiliki lisensi dan organisasi yang jelas. Tetap saja orang tua harus memeriksa dengan jeli keamanannya.

      Jika ibu tidak bisa memperoleh pengasuh atau tempat penitipan yang sesuai dengan harapan yaa jangan pasrah lalu memilih yang paling baik diantara yang buruk karena ini demi keselamatan anak. Lalukan review terhadap harapan yang ibu miliki serta kebutuhan yang realistik lalu cari kembali. Tanya kepada tetangga atau rekan kerja siapa tahu mereka memiliki rekomendasi yang bagus.

      Hal yang penting dipastikan adalah terjamin kesehatan, keamanan dan kebersihan tempat anak dititipkan.

      Kejahatan pada anak bisa terjadi dimana saja. Kemampuan kita sebagai manusia dan orang tua jelas terbatas. Tapi kita punya Allah Yang Maha Kuasa dengan Kekuatan Penjagaan-Nya yang tidak terbatas. Kita berusaha memberikan yang terbaik bagi anak dengan terus merapalkan doa semoga Sang Maha Kuasa berkenan Menjaga anak dan keluarga kita dengan penjagaan-Nya yang Sempurna.
      Top