Meniru Rasulullah Saat Berbuka Puasa, Agar Lebih Nikmat dan Barakah

Komentar

Foto via wajibbaca.com

Bagaimana cara Rasulullah berbuka dulu?

Terkadang ada yang tak bisa ikut teraweh dengan alasan kekenyangan saat berbuka, segala macam makanan dilahap, nanti waktu traweh susah berdiri, atau alasan yang macam-macam lainnya, kondisi seperti ini tidak mengikuti adab berbuka yang telah dianjurkan Rasulullah, seperti ini contohnya.

Dalam menjalankan ibadah puasa tentu tak bisa lepas dari kegiatan berbuka . Umumnya, berbagai hidangan tersedia di meja makan kita menjelang buka puasa.

Bermacam sirup, kolak, kue hingga gorengan berjajar memenuhi meja makan.

Memang tidak salah mencoba menghidangkan menu buka puasa yang dirasa lengkap nutrisinya dan menyehatkan.

Namun hati-hati, jangan sampai menjadi berlebihan. Ingat, tujuan puasa selain sebagai ibadah adalah juga untuk menyehatkan badan. Bukan sebaliknya.

Baca juga : Lihat Sendal Ini dengan Jelas, Tapi Jangan Menghujat Sebelum Bertabayyun

Bagaimanakah tata cara dan menu buka puasa yang baik, sehat dan sesuai dengan ajaran islam? Nah berikut penjelasannya:

1.Berbuka (Ifthar) Sebelum Sholat Maghrib

Tiga perkara yang merupakan akhlak para nabi: “Menyegerakan berbuka, mengakhirkan sahur dan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dalam shalat” (HR. Ath-Thabarani, hadist Mauquf).

2.Buka Puasa Dengan Kurma dan Air

“Adalah Rasulullah SAW berbuka dengan korma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan korma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air” (HR. Ahmad, Abu Daud, Baihaqi, Hakim, Ibnu Sunni, Nasai, Daruquthni dan lainnya)

3.Sebaiknya berbuka dengan Kurma dengan bilangan ganjil, 1, 3 atau 5 dan seterusnya.

Jika tidak tersedia kurma bisa dengan makanan lainnya. Namun sebaiknya menyantap makanan berat seperti nasi dan lauk pauknya dilakukan setelah sholat Magrib. Tubuh memerlukan waktu sejenak organ pencernaan bagi makanan besar yang akan masuk kemudian.

Baca juga : Menangisi Orang yang Meninggal di Kuburan Mayat Malah akan Disiksa?

4. Memperbanyak berdoa Ketika Puasa & Berdoa Ketika Berbuka Puasa.

Berdoa ketika berbuka puasa merupakan salah satu doa Mustajab, seperti banyak disebut dalam hadist-hadist. Antara lain: “Tiga orang yang tidak akan ditolak doanya, orang yang puasa ketika berbuka, Imam yang adil dan doanya orang yang didhalimi” (HR. Tirmidzi, Ibn Majah, dan Ibnu Hibban).

Jadi detik-detik menjelang berbuka, insya Allah do’anya Mustajab. Dan setelah makan buah kurma dan minum air putih, lalu beberapa menit setelahnya nabi baru memakan menu yang lain jika tersedia.

Namun ada ahli sejarah yang mengatakan bahwa setelah Nabi makan kurma dan minum air putih, nabi pun mengambil air wudhu dan Sholat Maghrib. Wallahu’alam.

Jika dibandingkan dengan kebanyakan ummat Islam saat ini, menu berbuka seringkali berlebihan sehingga mubazir.

Makan berlebihan saat berbuka puasa memiliki dampak buruk untuk kesehatan, seperti gangguan pencernaan, sakit perut, mulas, bersendawa, mual, dan tingkat energi yang rendah serta menimbulkan kantuk yang tentu akan mengganggu ibadah sholat tarawih dan ibadah malam lainnya.
Top