Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi Dengan Mudah dan Aman

Komentar

ilustrasi via solusisehatku.com


Perut kembung pada bayi membuat bayi tidak nyaman sehingga dia menjadi rewel dan sering menangis tanpa alasan.

Ini yang menyebabkan bayi kerap rewel. Kenali tandanya dan ketahui cara mengatasinya.

Bingung anak sedang kembung? Ini cara mengatasi perut kembung si bayi.

Perut kembung adalah kondisi di mana gas menumpuk di dalam lambung dan usus, menyebabkan perut terasa penuh dan pada beberapa kasus terlihat bengkak. Perut kembung tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tapi bayi pun juga bisa mengalaminya.

Perut kembung pada bayi dapat menjadi penyebab bayi kerap rewel. Kenali tandanya dan ketahui cara mengatasinya.

Perut kembung pada bayi membuat bayi tidak nyaman sehingga dia menjadi rewel dan sering menangis tanpa alasan. Sebenarnya perut kembung pada bayi hingga usia 3 bulan termasuk hal yang wajar, karena memang saluran pencernaannya belum berfungsi sempurna. 

Seiring bertambahnya usia, bayi juga dapat mengalami perut kembung karena mulai mencoba makanan yang berbeda untuk pertama kalinya.

Bayi yang biasanya ceria sekarang menjadi rewel dan perutnya membesar karena kembung. Tentu harus dilakukan cara bagaimana mengatasi perut kembung pada bayi tersebut.

Perut kembung pada bayi seringkali membuat bayi rewel, muntah bahkan sampai demam. Tentu, Bunda merasa khawatir dengan kondisi buah hati yang seperti ini. Jangan khwatir, Bunda! 

Gejala Perut Kembung Pada Bayi

Bayi mengalami perut kembung berkisar antara 3 bulan hingga 4 bulan dan merupakan hal yang wajar. Karena saluran pencernaannya masih belum berfungsi secara sempurna. Seiring bertambah usianya, bayi juga sering mengalami perut kembung, karena mulai mencoba makanan yang baru untuk pertama kalinya.

Berikut ini gejala- gejala bayi mengalami perut kembung, yaitu antara lain:
  • Bayi menangis terus dan rewel, menyebabkan mukanya menjadi warna kemerah- merahan.
  • Perut bayi terasa keras dan bunyi dung-dung, jika kita membelainya atau mengetuknya.
  • Bayi jarang membuang angin (kentut).
Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan bayi mengalami perut kembung, sebagai berikut:
  1. Sistem pencernaannya yang belum berfungsi dengan sempurna. Bayi, dengan bertambah usianya akan sering mengalami perut kembung karena mulai meminum ASI maupun susu botol, semakin hari semakin banyak jumlahnya. Sehingga sistem pencernaan bayi kadang mengalami kewalahan mendorong pergerakan makanan, gas maupun produk sisa makanan dalam tubuhnya.
  2. Susu formula yang tidak cocok. Memang di pasaran terdapat begitu banyak merek dan jenis susu formula untuk bayi. Jadi, berhati- hatilah dalam memilih susu formula yang sesuai dengan bayinya. Bayi bisa merasa perut kembung, karena produksi enzim laktase yang belum sempurna atau memang tidak bisa memproduksinya. Sehingga Laktosa tidak tercerna dengan baik.
  3. Penggunaan kipas angin yang kurang bijak. Sering kali, saat cuaca panas ketika bayi menangis. Sang ibu mengarahkan kipas angin langsung pada bayinya. Ini bisa menyebabkan bayi masuk angin dan perut kembung.
  4. Penggantian popok yang tidak teratur. Popok pada bayi, yang sudah lama dan tidak segera menggantinya. Sebab kelembaban pada kulit bayi terlalu lama. Bisa menyebabkan tubuh bayi kemasukan angin.
  5. Kesalahan teknik menyusui. Posisi salah, ketika sang ibu menyusui anaknya, seperti posisi mulut bayi terhadap puting susu ibunya yang kurang tepat. Menyebabkan udara masuk ke dalam perut bayi. Bagi bayi yang meminum susu botol, ketika susunya sudah habis. Karena kelalaian sang ibunya, bayi tetap menyedot susu botolnya, walaupun susu dalam botolnya telah habis. Ini, menyebabkan angin masuk ke dalam perut bayi.
  6. Bayi yang menangis terlalu lama, justru ketika ia menangis secara tidak sengaja bayi menelan banyak udara ke saluran pencernaannya. Sehingga menyebabkan perut kembung.
  7. Menempuh perjalanan jauh. Jikalau bagi orang tua ingin bepergian dalam perjalanan jauh. Bayi harus memakai pakaian yang tebal, jacket maupun sarung tangan dan kaki. Sebab bepergian dalam perjalanan jauh, bisa menyebabkan tubuh bayi kemasukan angin, jika tidak dijaga dengan baik.
  8. Bermain terlalu lama di lantai. Bayi yang sudah mulai merangkak atau berjalan. Jika sering bermain terlalu lama di lantai tanpa alas atau tikar, ini bisa menyebabkan tubuh bayi kemasukan angin.
  9. Kelamaan bermain air dingin. Bayi yang sudah bisa merangkak dan duduk, sangat senang bermain dengan air. Jika bermain air terlalu lama, bisa menyebabkan tubuh bayi kemasukan angin.

Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi

Setelah mengetahui gejala dan faktor penyebab kembung pada bayi, berikut ini beberapa tips dan cara mengatasi perut kembung pada bayi secara alami. Adalah sebagai berikut:

1. Minyak kayu putih.

Oleskan minyak kayu putih pada perut dan punggung bayi. Dan Usapkanlah punggung bayi dengan lembut. Kompreskan kain atau handuk yang telah direndam air hangat pada bagian perut bayi.

2. Tengkurapkan bayi.

Jika bayi yang sudah bisa tengkurap. Tengkurapkan bayi beberapa saat supaya udara yang berada di dalam perut, bisa keluar melalui anusnya.

3. Membuat bayi bersendawa.

Ada dua cara, membuat bayi bersendawa:
  • Baringkan bayi dengan posisi terlentang. Lalu dudukkan dengan hati- hati. Langkah ini merangsang, udara yang berada di bagian perut bawah, agar naik ke atas. Sehingga menyebabkan bayi bersendawa.
  • Gendonglah posisi bayi dengan posisi tengkurap di dada atau bahu anda. Kemudian tepuk punggung bayi secara perlahan. Ulangi hingga bayi bersendawa.
4. Mandikan bayi dengan air hangat.

Bayi dimandikan dengan air hangat, bisa mengatasi perut kembung. Setelah mandi, oleskan minyak kayu putih pada perutnya.

5. Mengajak bayi bergerak aktif.

Dengan cara bermain dengan bayi, bayi tersebut bisa melupakan rasa kembungnya yang tidak nyaman. Dengan gerakan yang aktif bisa menyebabkan udara dalam perut terdorong keluar, baik melalui bersendawa maupun buang angin.

6. Susu formula khusus.

Ada susu formula yang dibuat khusus, untuk dikonsumsi bagi bayi yang perut kembung. Sehingga bisa mengurangi perut kembung pada bayinya. Jika masih tidak sembuh, barulah konsultasi dengan dokter yang bersangkutan.
Top