Autis Adalah Hal yang Ditakuti Orang Tua, Kenali Gejala Anak Autis Sejak Dini

Komentar

ilustrasi via harianhaluan.com

Apa sih definisi autis itu?

Secara umum autis adalah gangguan perkembangan saraf. Dalam artikel berikut kami jelaskan rinci, hingga tanda-tanda anak yang akan mengalami autis...

Berharap bisa diatasi jika diketahui sejak awal...

Satu hal yang membingungkan banyak orang adalah definisi dari kata autis. Kebanyakan orang tahu atau telah bertemu orang-orang yang memiliki beberapa bentuk gangguan mental, tetapi tidak semua orang yakin siapa yang dianggap sebagai autis dan siapa yang tidak.

Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan anak dalam berkomunikasi, interaksi sosial, dan perilaku. ASD tak hanya mencakup autisme, tapi juga melingkupi sindrom Asperger, sindrom Heller, dan gangguan perkembangan pervasif (PPD-NOS).

Autisme merupakan kumpulan kelainan yang beragam dari segi penyebab dan manifestasi klinisnya, dengan diagnosis berdasarkan manifestasi perilaku yang kompleks (gangguan bersosialisasi, gangguan berkomunikasi, serta perilaku yang terbatas berulang dan stereotipe). 

Untuk mendiagnosis autisme tidaklah mudah karena tidak ada pemeriksaan penunjang seperti darah untuk membantu diagnosis autisme. Diagnosis autisme sendiri dibuat berdasarkan observasi terhadap perilaku dan tumbuh kembang anak.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, diperkirakan ada sekitar 2,4 juta orang penyandang autisme di Indonesia pada tahun 2010. Jumlah penduduk Indonesia pada saat itu mencapai 237,5 juta jiwa, berarti ada sekitar satu penyandang autisme pada setiap 100 bayi yang lahir.

Anak dengan autisme mengalami kesulitan untuk memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan orang lain. Hal ini membuat mereka sangat sulit untuk mengekspresikan diri baik dengan kata-kata, gerak tubuh, ekspresi wajah, dan sentuhan. 

Selain itu, anak dengan autisme juga  cenderung melakukan hal yang diulang-ulang dan memiliki  ketertarikan yang sempit dan obsesif.

Sudah menjadi kewajiban setiap orangtua untuk mengetahui proses tumbuh kembang anak. Untuk itu ada baiknya, bila Anda mengenali ciri-ciri anak autis yang pada umumnya terjadi. Sehingga apabila anak Anda memiliki gejala autis, Anda tetap bisa memaksimalkan pertumbuhannya.

Seberapa umumkah autisme?

Autisme menjadi lebih sering terjadi, dilihat dari bertambah banyaknya anak yang terdiagnosis. Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), studi melaporkan prevalensi autisme di dunia sebanyak 1%. Ini artinya, 1 dari 100 anak menderita autisme. Autisme adalah penyakit yang lebih sering terjadi laki-laki dibanding wanita. Laki-laki lebih 5 kali lebih mungkin terkena autisme daripada wanita.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala autisme?

Beberapa gejala autisme dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Gejala biasanya dimulai saat masih kecil, bahkan usia 1-2 tahun. Tanda dan gejala autisme adalah:
  • Tenang dan pasif
  • Tidak suka dipeluk atau hanya membolehkan dipeluk saat mereka ingin saja
  • Tidak akan melihat lurus objek saat orang lain menunjuk ke arah objek tersebut
  • Lebih suka menyendiri
  • Tidak peduli saat orang bicara dengannya, namun merespon suara lain
  • Mengikuti sikap atau perilaku, seperti menjetikkan jari, menyusun objek, dan memiliki kebiasaan/ritual yang harus dilakukan
  • Sulit beradaptasi dengan perubahan rutinitas
  • Sulit mengekspresikan kebutuhannya menggunakan kata-kata umum atau gerakan
  • Anak yang lebih besar dapat terlalu sensitif pada suara, bau, sentuhan, atau rasa
  • Mereka kurang dapat berimajinasi
  • Terlambat bicara
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda merasa anak Anda lambat berkembang. Beberapa gejala dapat dilihat dalam 2 tahun pertama. Gejala dapat berupa berikut ini:
  • Tidak merespon saat dipanggil
  • Perkembangan komunikasi lambat
  • Sulit bersikap dan berperilaku atau mengalami beberapa gejala seperti yang sudah disebutkan di atas
Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab autisme?

Ilmuwan tidak mengetahui penyebab pasti autisme namun menyatakan bahwa faktor genetik dan lingkungan berperan dalam autisme.

Yang menjadi perhatian khusus yaitu autisme meningkat pada dekade ini tanpa diketahui alasannya. Peneliti menemukan sejumlah gen berhubungan dengan kelainan ini. Dalam pencitraan pada penderita autisme ditemukan perbedaan pada perkembangan beberapa area otak.

Studi menyatakan bahwa autisme dapat merupakan hasil dari gangguan pertumbuhan otak normal di awal. Gangguan ini dapat merupakan hasil defek gen yang mengontrol perkembangan otak dan pengaturan bagaimana sel otak berhubungan satu sama lain. Autisme lebih sering terjadi pada anak yang lahir prematur.

Faktor lingkungan juga berperan dalam fungsi dan perkembangan gen, namun faktor lingkungan tersebut belum diketahui secara spesifik.

Teori bahwa cara orangtua membesarkan anak adalah salah satu faktor autisme belum terbukti. Beberapa studi menunjukkan bahwa vaksinasi untuk mencegah penyakit infeksi anak-anak tidak akan meningkatkan risiko autisme.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk autisme?

Beberapa hal yang bisa meningkatkan faktor risiko seseorang mengalami autisme adalah:
  • Jenis kelamin. Autisme terjadi 5 kali lebih sering pada laki-laki dibanding wanita.
  • Riwayat keluarga. Keluarga yang memiliki anak autis mungkin akan memiliki anak autis lain.
  • Penyakit lain. Autis cenderung terjadi lebih sering pada anak dengan genetik atau kondisi kromosom tertentu, seperti sindrom fragile X atau sklerosis tuberous.
  • Bayi prematur. Autisme lebih tering terjadi pada bayi prematur. Biasanya bayi lebih berisiko jika lahir sebelum 26 minggu
  • Usia orangtua. Peneliti menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia orangtua dengan anak autisme. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengonfirmasi hubungan ini
Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk autisme?

Tidak ada yang bisa menyembuhkan autisme. Meski begitu, peneliti menunjukkan bahwa terapi intervensi dini dapat memperbaiki perkembangan anak. Terapi intervensi yang bisa dilakukan sebagai pengobatan autisme adalah:
  • Terapi bicara dan bahasa. Metode untuk memperbaiki perkembangan komunikasi pada anak autis, melalui latihan bicara dan dukungan interaktif audio-visual
  • Terapi okupasional. Terapi yang membantu anak berkembang dan meningkatkan kemampuan untuk hidup dan bekerja normal setiap hari
  • Terapi fisik: terapi yang meningkatkan perkembangan fisik dengan metode fisik seperti pijat dan latihan
Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk autisme

Diagnosis autisme dilakukan melalui 2 langkah proses, yaitu:
  1. Langkah pertama melibatkan skrining perkembangan umum selama anak periksa dengan dokter anak saat masa kanak-kanak. Anak yang menunjukan beberapa masalah perkembangan dirujuk untuk evaluasi tambahan.
  2. Langkah kedua melibatkan evaluasi dari tim dokter dan dokter spesialis lain. Pada tahap ini, anak dapat didiagnosis menderita autisme atau gangguan perkembangan lain.
Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi autisme?

Beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda menangani anak autisme adalah:
  • Lakukan rutinitas teratur di rumah Anda untuk membantu mengurangi perilaku yang diulang-ulang.
  • Selalu libatkan anak Anda dalam program terapi yang diadakan tim dokter dan konselor.
  • Carilah layanan dukungan dan kelompok dukungan lokal untuk oran tua atau anak autis.
  • Ikuti instruksi dokter setelah terapi
Top