Ini Syaratnya Jika Mau Taubat Dosa Durhaka Pada Orangtua yang sudah Meninggal

Komentar
Foto via riau24.com

Sudahkah anda menebus dosa durhaka pada orangtua yang kini sudah meninggal?

Hanya 1 kesempatannya, jadi jangan disia-siakan...

Pernah kita dengar betapa sulitnya sakaratul maut seseorang yang durhaka, entah durhaka kepada Allah maupun kepada orang tua cukup membuat siapapun ketar ketir. 

Pastinya banyak dosa yang pernah kita lakukan terhadap orang tua, belum sempat meminta maaf sudah ditinggalkan dulu, apa yang harusnya dilakukan?


Ada sebuah pertanyaan :
Ada orang yang dulu durhaka kepada orangtuanya suka melawan dan menyakiti hati orangtuanya dia pergi dari rumah ketika pulang dia dapat kabar bapaknya telah meninggal dan dia sekarang sangat menyesalinya apa yang harus dia lakukan?

Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Pertama, durhaka kepada orang tua adalah dosa sangat besar.

Dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan kusampaikan kepada kalian dosa yang paling besar.” Lalu beliau menyebutkan,

الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ ، وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ

“Syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.” (HR. Bukhari 5976 & Muslim 87)

Dalam hadis lain, dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,

الْكَبَائِرُ: الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ ، وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ ، وَقَتْلُ النَّفْسِ ، وَالْيَمِينُ الْغَمُوسُ

“Daftar dosa besar: menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa, dan sumpah palsu.” (HR. Bukhari 6675)

Baca juga : Pesan Rasulullah, Ternyata ada Batasan Menggelar Syukuran Saat Anak Khitan

Kedua, bagian dari aqidah yang perlu ditanamkan dalam diri setiap muslim, bahwa dosa sebesar apapun, sehebat apapun, memungkinkan untuk ditaubati.

Allah berfirman,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. Az-Zumar: 53)

Sampaipun dosa durhaka kepada kedua orang tuanya, dia punya kesempatan untuk segera bertaubat dan memohon ampun kepada Allah.

وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ

Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. As-Syura: 25).

Ketiga, taubat tidak hanya permohonan maaf

Taubat butuh bukti, dan kejujuran, agar dianggap sebagai taubat yang sah. An-Nawawi menyebutkan beberapa syarat diterimanya taubat,
  1. Meninggalkan maksiat yang telah dikerjakan
  2. Menyesalinya dengan jujur
  3. Bertekad tidak akan mengulanginya
Dan jika dosa itu terkait sesama manusia, maka harus meminta maaf kepadanya (Riyadhus Sholihin, hlm. 14).

Baca juga : Keutamaan dan Ganjaran Besar Mempunyai Anak Perempuan Dalam Islam

Ketika orang tua telah meninggal, berarti kesempatan keempat telah tiada. Lalu apa yang bisa dia lakukan?

Dalam keadaan ini, ada dua hal yang harus diperhatikan:


Pertama, dia harus memeuhi syarat taubat yang mampu dia lakukan. Karena itu batas tanggung jawabnya. Sementara yang tidak memungkinkan dilakukan, di luar tanggung jawabnya.

Dan inti dari taubat adalah penyesalan dengan sungguh-sungguh. Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

النَّدَمُ تَوْبَةٌ

“Menyesal, itulah inti taubat.” (HR. Ahmad 3568, Ibnu Majah 4252, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Ibnul Qoyim mengatakan,

فإذا تحقق ندمه على الذنب ، ولومه نفسه عليه ، فهذه توبة . وكيف يصح أن تسلب التوبة عنه ، مع شدة ندمه على الذنب ، ولومه نفسه عليه؟

Jika dia benar-benar telah menyesali dosanya, sedih memikirkan dosanya, itulah taubat. Bagaimana taubatnya tidak dinilai sementara dia sangat menyesali dosanya, dan sedih dengan dirinya? (Madarij as-Salikin, 1/285)

Kedua, berbakti kepada orang tua setelah mereka meninggal

Bagian dari kasih sayang syariat, Allah abadikan hubungan antara anak muslim dengan orang tua muslim. Pahala berbakti tidak putus hanya sampai meninggalnya orang tua.

Ada kesempatan bagi anda untuk melanjutkan kebaktiannya. Diantaranya adalah banyak beramal soleh dan mendoakan mereka.
Top